Monthly Archives: January 2011

Can’t Believe It – Younha [songfict]

TITLE : [SF] Can’t Believe It – Younha

AUTHOR : Anastasia S a.k.a Choi SunLi

 

Cast ::

 

Choi Min Young a.k.a Dwita

Kevin Woo a.k.a Kevin U-Kiss

 

pertama tama cuma mau ngasih tau .. ini pertama kali bikin SF .. jadi kalo ada yang aneh ato kata-kata yang salah maklumi aja .. karna kebanyakan kata-kata yang salah adalah kesalahan dari microsoft word sendiri (?) yaiya gw uda nulis bener ma dia dirubah ubah seenaknya <– curcol

 

————————————————————————————————————

Continue reading

Categories: songfiction | Tags: , | Leave a comment

Believe in Love

TITLE :: Believe in Love

AUTHOR :: Choi Sun Li a.k.a Sasha

RATE :: PG 15

 

Cast ::

Kim Jong Woon a.k.a Yesung SUJU

Choi Sun Li a.k.a Author *eksis selalu XD* *PLAK*

Han Je Yoo a.k.a Tisha

Park Jung Soo a.k.a Leeteuk SUJU

Jung Min Chan a.k.a Marsha

Lee Dong Hae a.k.a Donghae SUJU

 

Aaaaa.. akhirnya ni FF jadi juga.. setelah melalu perombakan besar-besaran.. ampe gatau mau nulis apaan lagi… dan akhirnya jadi… tadinya mau buat ultah nae yeobo Yesung, tapi udah kadung kelamaan, yaudah gajadi.. akhirnya kado Yesung malah artwork <– nah loh curcol

Yaudah daripada kelamaan basa nanti keburu basi, yuk mari dimulai ceritanyaaa..

 

Continue reading

Categories: oneshoot | Tags: , , | 1 Comment

Oppa ! Please Look At Me! [end]

AUTHOR : Choi Sun Li a.k.a Sasha
TITLE : Oppa ! Please Look At Me !

CAST :
Choi Sun Li a.k.a Author
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Yuri SNSD
Choi Min Hwan a.k.a Minhwan FT Island

Yak sodara sodari … akhir kata saya ucapkan , selamat menikmati (?) ..
Please fasten your seatlbelt, and ready your popcorn XD
Continue reading

Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Oppa! Please Look At Me! [part1]

AUTHOR : Choi Sun Li a.k.a Sasha
TITLE : Oppa ! Please Look At Me !

CAST :
Choi Sun Li a.k.a Author *eksis selalu.. * *PLAK*
Song Hyun Ri a.k.a Siska *my bebh eksis lagi* *PLOK*
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang *akhirnya suami gw eksis lagi XD*
Yuri SNSD
Choi Min Hwan a.k.a Minhwan FT Island

Yak sodara sodari … akhir kata saya ucapkan , selamat menikmati (?) ..
Please fasten your seatlbelt, and ready your popcorn XD
Continue reading

Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

The Missing Princess

Author : Choi Sun Li a.k.a Sasha
Title : The Missing Princess

Cast :
– 4minute member
– Choi Sun Li a.k.a Author
– Choi Min Hwan a.k.a Minhwan FT.Island
– Jang Geun Seok

Yak maka dari itu sodara sodari setanah air .., akhir kata saya ucapkan , please fasten your seatbelt and ready your popcorn .. 😀
And the story begins …

Dahulu , di suatu daerah di Korea Selatan. Tampak suatu desa dengan istana yang memimpin desa tersebut. Dari yang dilihat, desa tersebut sangat asri dan penduduknya juga sejahtera. Di istana yang memimpin desa tersebut, tampak 5 orang puteri yang sedang bersama-sama. Ji Hyun sebagai puteri yang paling tua di antara sodara-sodaranya, hanya memperhatikan saeng-saengnya, sambil membaca buku.
“chingudeul ! ayo ayo diicip kueku yang baru.” Seru Ji Yoon yang keluar sambil membawa senampan kue kering yang masih hangat.
“Omo! Onni buat kue baru lagi.” Seru Hyuna sambil mendatangi Ji Yoon.
“Ayo ayo, fresh from the oven.” Kata Ji Yoon sambil menawarkan kepada sodara-sodaranya itu. Hyuna lah yang mencomot paling banyak.
“Mhemang, kuhe vikinan honnie yang valing henak (memang kue bikinan onnie yang paling enak)” kata Hyuna dengan mulut penuh kue dan mengancungkan kedua jempolnya. Yang lain hanya tertawa kecil melihat tingkah laku sodaranya itu. Tiba-tiba di sela canda tawa mereka, datanglah seorang pesuruh. Ia menundukkan kepalanya,
“Permisi para Tuan Puteri, Yang Mulia memanggil anda.” Kata pesuruh itu mengabarkan.
“Ne, gomawo. Katakan pada Ayah, kami akan segera kesana.” Jawab Gayoon. Kemudian pesuruh itu membungkukkan badannya tanda mengerti dan bergegas pergi menemui Ayah kelima puteri itu.
“Kira-kira ada angin apa Ayah tiba-tiba memanggil kita semua?” Tanya Sohyun pada ke empat onnie nya. Yang lain hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.

di ruang Raja

Ji Hyun, Gayoon, Ji Yoon, Hyuna, dan So Hyun. Duduk bersimpuh di depan Ayah mereka sebagai tanda hormat mereka.
“Puteri-puteriku,” sang Raja mulai berbicara, dan dengan seketika kelima puteri itu menyimak baik baik apa yang akan dikatakan Ayahanda mereka.
“alasanku memanggil kalian semua kemari adalah, karena demi memperkuat kerajaan, Ayah memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan kerajaan tetangga.” Kata Raja menjelaskan. Kelima puterinya hanya diam dan mendengarkan.
“Jadi, untuk itu kalian, emm maksudku, 2 dari kalian akan menikah dengan pangeran dari Kerajaan yang akan menjalin kerja sama dengan kita.” Kata Raja melanjutkan, seketika wajah Hyuna dan SoHyun kaku. Sedangkan ketiga onnie mereka sudah menyadari kalau Raja akan berkata seperti itu.
“arraseo?” Tanya Raja kemudian
“Ne, arraseo” jawab mereka berlima serempak Kemudian Raja memperbolehkan mereka kembali ke istana mereka. Dan merekapun beranjak pergi setelah membungkuk memberi hormat pada Ayahanda mereka.

Sementara itu di tempat lain, ada kereta kuda yang sedang berjalan menuju ke Istana para Puteri itu

“Hyung, menurutmu apa para puterinya cantik cantik?” Tanya minhwan pada kakak sepupunya.
“Aku tidak tahu.” Jawab Geun Seok pendek. Raut wajahnya seakan ia sedang sangat kesal. Minhwan tahu kakak sepupunya itu tidak mau diganggu kalau sedang kesal akhirnya dia hanya memandang keluar jendela menikmati pemandangan yang asri desa itu. Tak jarang panduduk yang menyapa dirinya, dan ia membalas menyapa para penduduk itu. Tiba-tiba, kereta kuda berhenti mendadak dan Minhwan terlonjak jatuh,
“Aigo! Ada apa ini??” Tanya Geun Seok pada kusir yang berada di luar. Minhwan hanya menggaruk garuk kepalanya yang tadi terbentur. Geun Seok turun dan mendapati seorang yeoja berumur sekitar 15 tahun sedang memarahi kusir keretanya itu.
“Hey kau! Sedang apa kau??” Tanya Geun Seok marah. Yeoja itu menoleh padanya dan memperlihatkan muka marahnya. Ia mendatangi Geun Seok, dan balik memarahi Geun Seok.
“Heh. Seharusnya aku yang marah padamu. Keretamu ini nyaris saja menabrak anak kecil. Jika tidak kuselamatkan anak itu, mungkin dia sudah tak bernyawa lagi sekarang. Tolong kalau lain kali mau berpergian dengan kereta,pelankan sedikit kecepatanmu. Disini pedesaan, banyak orang lalu lalang.” Kata yeoja itu kemudian berbalik dan pergi. Minhwan yang memperhatikan dari dalam kereta, sedikit takjub mendapati ada yang berhasil memarahi kakak sepupunya. Kemudian Geun Seok masuk ke kereta dengan wajah yang tambah ditekuk. Kekesalannya bertambah sekarang dan minhwan hanya dapat diam saja.

Akhirnya kedua pangeran itu sampai juga di Istana yang dituju. Mereka berdua diantar menuju ke ruang Raja. Di ruang Raja, mereka disambut dengan baik oleh Raja.
“Perkenankan saya untuk mengenalkan putri-putri saya.” Kata Raja. Kemudian Jihyun dan ke empat saengnya datang memasuki ruangan dengan anggun.
“putriku yang tertua, Ji Hyun, kemudian Gayoon, Ji Yoon, Hyuna, dan putriku yang paling muda, Sohyun” kata Raja sambil memperkenalkan putri-putrinya.
Geun Seok mengobrol dengan Raja, sedangkan minhwan mengedarkan pandangannya ke arah tiap sudut ruangan tersebut. Banyak foto disitu. Geun Seok ikut mengedarkan pandangan dan matanya tertuju pada satu foto pasangan.
“Mianheyo, kalau saya boleh tahu, siapakah yang terdapat di foto itu?” Tanya Geun Seok pada sang Raja.
“Ohh. Itu adikku bersama istrinya. Sayang mereka sudah tidak ada. Mereka meninggal saat terjadi pemberontakan dulu. Istana mereka dibakar. Bahkan jasad anak merekapun tidak dapat ditemukan.” Jelas sang Raja. Geun Seok hanya manggut, minhwan yang ikut mendengarkan cerita Raja hanya merasa kasihan.
“Anak? Jasad anak mereka tidak ditemukan…” batin Geun Seok. Dirinya masih memandang lekat-lekat foto itu. Entah kenapa ia merasa pernah bertemu seseorang yang mirip dengan adik Raja (tebak sapa adik raja itu.?? XD)
“Yang Mulia, bolehkah aku berkeliling Istana?” Tanya Minhwan kemudian.
“Ohh silahkan, apa kau perlu pendamping?” Tanya Raja kemudian.
“Aniyo, aku lebih suka berpetualang sendiri.” Jawab Minhwan kemudian ia membungkuk hormat dan pergi dari tempat itu.

“ahjumma!!” teriak seseorang. Minhwan merasa pernah mendengar suara itu. Saat ia menoleh ke asal suara, benar saja, ia mendapati yeoja yang tadi memarahi hyungnya.
“Sun Li-ya, untuk kau datang tepat waktu. Ini untuk makan siangmu dan makan malam. Cepat kembali ke rumah sebelum penjaga melihatmu.” Kata seorang wanita paruh baya sambil menyerahkan bungkusan yang sepertinya berisi makanan pada yeoja yang ternyata bernama Sun Li itu.
“Ne. Gumawo ahjumma.” Kata Sun Li sambil kemudian berlari ke arah semak yang ada di dekat tembok benteng. Minhwan penasaran dan mengikuti yeoja itu. Ternyata eh ternyata, dia menemukan ada sebuah lubang ia mencoba merangkak dan masuk ke lubang itu. Dan ternyata lubang itu tersambung ke bagian luar istana. Minhwan menoleh kesana kemari mencari sosok yeoja itu. Dan mendapati yeoja itu sedang berlari ke arah hutan. Tanpa basa basi, minhwan pun mengikutinya. Tapi tak disangka-sangka, ia kehilangan jejak yeoja itu saat sampai di tengah hutan.
“Ya! Siapa kau??” Tanya yeoja itu yang ternyata sudah berada di belakang minhwan. Minhwan kaget bukan main. Dirinya nyaris terlonjak.
“Kutanya siapa kau?? Pakaianmu terlihat seperti orang kerajaan.” Tanya Sun Li yang menilainya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Cho-Choi Min Hw-Hwan imnida” jawab Minhwan akhirnya. Entah kenapa karena kaget, mendadak bicaranyapun jadi gagap. Sun Li hanya menatapnya bingung.
“Hoo. Panggil aku Sun Li.” Jawab Sun Li sambil tersenyum. Minhwan menatap Sun Li lekat-lekat.
“Aku rasanya pernah melihatmu entah dimana.” Kata Minhwan kemudian.
“Hahaha. Banyak yang bilang aku mirip dengan adik Yang Mulia Raja. Semua dayang di istanapun berkata begitu.” Jawab Sun Li kemudian.
“Apa kau masih ada darah dengan keluarga kerajaan?” Tanya Minhwan kemudian.
”Entahlah. Sejak kecil aku tidak ada orang tua. Ahjumma ku yang bekerja di istanalah yang merawatku.” Jawab Sun Li kemudian. Minhwan hanya manggut-manggut tanda mengerti. Di sudut hati Minhwan, ia merasa simpati pada yeoja itu. Dan berusaha ingin membantunya untuk menemukan asal usulnya.
“Sun Li-ssi, aku punya ide, bagaimana kalau kubantu kau menemukan asal usulmu?” Tanya Minhwan kemudian. Sun Li menatapnya bingung.
“Menurutku bagus kalau kau bisa tahu siapa orang tuamu sebenarnya. Kita bisa mulai dari keluarga kerajaan.” Kata Minhwan dengan mata berbinar-binar. Sun Li tertawa mendengar perkataannya.
“Hahaha. Rasanya hanya untung-untungan kalau aku adalah keluarga kerajaan. Sejak kecil aku tumbuh di dunia luar. Tidak akan cocok dengan kerajaan.” Kata Sun Li di sela-sela tawanya.
“Apa salahnya dicoba?” Tanya Minhwan memaksa. Sun Li hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah namja itu.
“Yahh… boleh lah kalau begitu. Gomawo sudah bersedia membantu.” Jawab Sun Li yang menyerah karena sepertinya Minhwan semangat sekali melakukannya.
“Omo! Langitnya sudah jadi jingga. Sebaiknya aku cepat pulang.” Kata Minhwan kemudian.
“Ne. sampai ketemu lagi Sun Li-ssi.” Seru Minhwan sambil melambaikan tangannya dan berlalu. Sun Li hanya membalas lambaian tangannya dan bergegas kembali ke rumahnya yang ada di balik hutan itu. Di Istana, Minhwan dimahari habis-habisan oleh hyungnya karena menghilang dan baru pulang sore hari (kesian minhwan Q__Q).

Esoknya~

Minhwan mendatangi ruang Raja. Di depan pintu ia mengatur napas dan kemudian mengetuk pintu geser itu.
“Ne, silahkan masuk.” Kata Raja dari dalam ruang itu.
“Annyeonghaseyo” sapa minhwan kemudian.
“Ohh, Pangeran Minhwan, ada perlu apa?” Tanya Raja itu dengan penuh senyum.
“Begini Yang Mulia, saya ingin tahu lebih lanjut soal cerita adik anda.” Tanya Minhwan dengan sedikit takut. Raja diam sebentar, kemudian mengehela napas berat.
“Jadi, adikku itu… “ Raja mulai bercerita

flashback masa lalu Raja
Saat itu, adalah saat yang menyenangkan dimana semua keluarga berkumpul. Istri adik Raja baru saja melahirkan anak perempuannya. Semua keluarga besar kerajaan merayakan kebahagiaan itu bersama-sama. Tapi saat malam dimana seharusnya semua orang terlelap, ternyata ada pemberontak yang menyelinap masuk dan menjadikan istana tempat adik Raja tinggal sebagai sasaran bakar. Adik raja yang malam itu merasakan suhu memanas dan mencium bau asap segera membangunkan istrinya. Istrinya dengan segera menggendong anaknya yang mulai menangis karena sesak napas akibat asap.
“Yang Mulia kemari cepat kemari!” teriak salah seorang dayang.
“Tolong, selamatkan anakku.” Pinta Istri dari adik Raja itu pada dayangnya. Dayang itu menurut dan berlari keluar sambil memeluk bayi perempuan itu. Setelah berhasil sampai diluar dan menyerahkan bayi tersebut pada dayang yang lain, dan bermaksud kembali untuk menyelamatkan orang tuanya, tiba-tiba Istana tersebut rubuh dilalap api. Bayi it uterus menerus menangis, tetapi diikuti pula dengan dayang yang lain, begitu malang nasib bayi kecil itu yang harus kehilangan kedua orang tuanya begitu cepat. Dayang tersebut memutuskan untuk merawat anak itu dan tak pernah sekalipun memberi tahu siapa sebenarnya anak itu.

Minhwan mendengarkan dengan baik cerita sang Raja. Yang ia dapatkan adalah, kalau Raja sebenarnya mempunya keponakan perempuan yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.
“hmm.. jeongmal gomawoyo Yang Mulia sudah meluangka waktu anda untuk menceritakannya.” Kata minhwan sambil pamit dan keluar dari ruang itu. Di depan pintu, ia masih berpikir.
“Mungkinkah?” batin Minhwan.
“Minhwan-ssi” panggil seseorang, Minhwan menoleh dan mendapati Sohyun memanggilnya,
“kau ada perlu apa dengan Ayahanda?” Tanya Sohyun kemudian.
“Ah.. tidak kok, tidak apa-apa. A-aku pergi dulu ya.” Kata Minhwan kemudian sambil berlalu. Kakinya melangkah menuju ke tempat para dayang-dayang memasak. Matanya mencari-cari sosok ahjumma Sun Li. BINGO ! dia mendapatkan ahjumma Sun Li sedang membawa seikat daun bawang.
“Annyeonghaseyo” sapa Minhwan kemudian.
“A-Annyeonghaseyo Yang Mulia” jawab wanita paruh baya itu.
“Ada yang ingin kutanyakanpada anda.” Kata Minhwan kemudian.
“Ohh, silahkan. “ jawab wanita paruh baya itu kemudian menaruh seikat daun bawang itu.
“Begini, anda ahjumma Sun Li kan?” Tanya Minhwan kemudian, pertanyaan itu tidak membuat shock wanita paruh baya itu. Pasti karena Sun Li sudah bercerita banyak hal.
“Iya memang betul. Sepertinya kau sudah banyak tahu akan masa lalu Sun Li ya?” jawab ahjumma kemudian. Minhwan hanya mengangguk.
“Apa saja yang Yang Mulia Raja ceritakan padamu?” Tanya ahjumma dengan senyum lembutnya, Minhwan kemudian menceritakan semua yang diceritakan oleh Raja.
“Dan apa kesimpulan yang dapat kau ambil dari cerita itu?” Tanya ahjumma itu lagi.
“Aku hanya berpikir mungkin saja Sun Li adalah keponakan Raja yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.” Jawab Minhwan kemudian. Ahjumma itu hanya mengangguk.
“ Tentu saja. Yang tahu asal usul Sun Li hanya dayang-dayang disini. Dan kami sepakat untuk tidak memberi tahu Raja, karena kami ingin ia dapat merasakan kebebasan. Menjadi seorang puteri adalah tugas yang berat. Sudah cukup ia merasakan kesengsaraan karena kehilangan orang tua, lagipula, di istana ini, peraturannya cukup keras, kami tidak ingin ia disbanding-bandingkan oleh para tetua karena tidak punya orang tua.” Jawab ahjumma itu kemudian. Tak disangka-sangka, para dayang disini begitu menyayangi Sun Li. Mereka tidak ingin gadis itu merasakan luka hati yang lebih parah. Kehilangan orang tua saja sudah sakit. Janganlah ditambah dengan disbanding-bandingkan dengan para putri Raja.
“Lalu, apa anda pernah memberi tahu nya soal orang tuanya?” Tanya Minhwan.
“iya, aku sudah pernah memberi tahunya, saat dia sudah cukup umur dan mulai mempertanyakan soal orang tuanya, aku menjawab jujur kalau orang tuanya sudah tidak ada. Awalnya memang dia tidak terima tapi lambat laun dia dapat menerimanya.” Jelas ahjumma
“ohh.. Jeongmal gumawoyo ahjumma…” kata Minhwan sambil berterima kasih dan kemudian berlari ke arah tempat biasa Sun Li keluar masuk Istana. Lubang rahasia itu.
“MINHWAN !!!!” teriak Geun Seok dan sukses membuat Minhwan diam terpaku.
“KAU INI DARI KEMARIN KELUYURAN TERUS!! JANGAN BUAT O-“ belum selesai Geun Seok memarahi dongsaengnya itu, tampak Sun Li yang berlari ke arah tempat berkumpulnya para dayang. Geun Seok yang masih kesal karena waktu itu dimarahi oleh bocah macam dia, mengejar gadis itu diikuti oleh Minhwan.
“Ahjumma” teriak Sun Li memanggil ahjumma nya.
“Hey kau!!” Geun Seok berteriak memanggil Sun Li. Sun Li menoleh karena merasa dirinya lah yang dipanggil dan mendapati namja yang saat itu ia marahi di kereta kuda.
“Ohh. Kau.. ada perlu apa denganku?” Tanya Sun Li dengan tampang malas meladeni orang ini.
“Kau kan orang biasa, bagaimana bisa kau masuk kemari?? Penja-“ belum beres Geun Seok berteriak memanggil penjaga, Minhwan dengan segera membekap mulut hyungnya itu.
“Sun Li-ssi, cepat lari!” perintah Minhwan. Sun Li dengan cepat menurut dan menghilang di balik semak-semak.Geun Seok melepaskan bekapan dongsaengnya dengan paksa.
“Pabo! Apa yang kau lakukan??” Tanya Geun Seok tidak terima.
“Sudahlah hyung. Hyung hanya sedikit stress karena jauh dari rumah. Sebaiknya hyung istirahat. Oke oke?” jawab Minhwan sambil mendorong hyungnya itu kembali ke kamarnya. Setelah sukses ‘menyingkirkan’ hyungnya, Minhwan menemui ahjumma Sun Li, dan bersedia membantu untuk mengantarkan makanan Sun Li.

Di rumah, Sun Li hanya terduduk diam dalam keadaan perut keroncongan.
“Aku lapaaaar~” kata Sun Li lemas.
“Ini makanan.” Kata Minhwan kemudian sambil menempelkan bungkusan kain itu di pipi Sun Li. Sun Li kaget setengah idup, dan terlonjak jatuh.
“Aigo!! Minhwan-ssi, kau bikin jantungan saja.” Protes Sun Li. Minhwan hanya membalasnya dengan tertawa.
“Sun Li-ssi, sepertinya aku tahu siapa orang tuamu.” Kata Minhwan kemudian.
“Gu-Gurae??” Sun Li balik bertanya. Minhwan hanya mengangguk mengiyakan.
“Mereka memang sudah tidak ada. Tapi setidaknya kau ada sanak saudara. Seminggu dari sekarang akan kubawa kau kesana.” Jawab Minhwan kemudian. Sun Li senangnya bukan main karena bisa bertemu dengan keluarganya.
“Gomawo !! Jeongmal gomawoyo!!” seru Sun Li kemudian dan langsung memeluk Minhwan. Wajah Minhwan seketika memanas dan memerah macam kepiting rebus.

At the Palace

“Hyung~” sapa Minhwan pada Geun Seok.
“Wae?” jawab Geun Seok singkat.
“Bagaimana Sun Li menurutmu?” Tanya Minhwan.
“Ha? Gadis desa itu? Menyebalkan, tidak tahu sopan santun , sok jago.” Jawab Geun Seok *author tabok i-jang pake baskom*
“Pabo kau hyung ! maksudku bukan sifatnya. Tapi coba kau ingat-ingat lagi dan bandingkan wajahnya dengan Adik Raja.” Jawab Minhwan kemudian. Protes karena Sun Li diejek habis-habisan oleh hyungnya. Geun Seok tampak berpikir, dan mendapatkan sesuatu.
“Iya, dia memang sangat mirip dengan adik Raja.” Jawab Geun Seok kemudian.
“Iya kan?? Berarti aku betul!!” jawab Minhwan, kemudian ia pergi keluar kamar. Meninggalkan Geun Seok yang menatapnya dengan tatapan beribu pertanyaan. Minhwan berlari menyusuri koridor istana, dan bertemu dengan Sohyun.
“So Hyun-ssi, aku punya permintaan.” Kata Minhwan kemudian.
“Ne?” Tanya Sohyun bingung.
“Aku ingin pinjam pakaian dan juga sepatumu.” Jawab Minhwan kemudian. Sohyun semakin bingung dengan apa yang akan dilakukan Minhwan, tapi ia menurut saja, dan memberikan pakaian dan juga sepatunya yang sudah lama tidak ia pakai alias bekas.

1 week later

Geun Seok dan para putri sudah berkumpul di ruangan Raja.
“Pangeran, siapakah putriku yang akan kau pilih untuk menjadi pendampingmu?” Tanya Raja kemudian.
“Sepertinya saya akan memilih Hyuna-ssi” jawab Geun Seok sambil menyungginggkan seutas senyum di wajah judesnya *author dihajar i-jang*
“lalu, mana adikmu?” Tanya Raja kemudian.
“Ngg.. saya tidak tahu Yang Mulia, tadi pagi ia pergi duluan katanya ada urusan penting.” Jawab Geun Seok.
Tak lama, pintu geser itu terbuka.
“Yang Mulia, mianheyo saya terlambat.” Sapa Minhwan sambil membungkukkan badannya tanda hormat.
“Saya, sudah memutuskan, saya akan memilih keponakan anda sebagai calon istri saya.” Kata Minhwan kemudian. Dan dijawab dengan tatapan bingung sang Raja.
“Keponakan? Apa maksudmu??” Tanya Raja kemudian.
“Ayo masuk.” Minhwan memberi tanda pada Sun Li agar segera masuk. Kemudian Sun Li masuk ke ruangan itu. Penampilannya benar-benar berubah 180 derajat. Sekarang ia tampak lebih anggun. Sejujurnya dia malu, tapi para dayang yang mendandaninya memberinya semangat. Raja yang melihatnya benar-benar bengong bukan main.
“Kau? Benar-benar mirip dengan adikku.” Kata Raja kemudian, dan memberi tanda agar Sun Li mendekat.
“Wajahmu ini benar-benar mengingatkanku akan adikku. Mata kalian mirip.” Kata Raja sambil mengelus wajah Sun Li
“Siapa namamu?” Tanya Raja untuk meyakinkan.
“Cho-Choi Sun Li.” Jawab Sun Li gugup. Kemudian Raja memeluknya.
“Minhwan-ssi, kau benar dia memang keponakanku.” Jawab Raja kemudian.
“Dayang !!” panggil Raja pada dayang-dayangnya.
“ya Yang Mulia?” jawab para dayang segera.
“Siapkan makan malam yang mewah, kita sambut kembalinya puteri yang hilang selama 15 tahun.” Perintah sang Raja kemudian.

FIN~

Maap yahhh kalo agak aneh … oiaaa, ayo ayo ditebak , sapa adiknya raja?? Yang bisa nebak hebat XD
Please RCL .. gumawo ~ XD

Categories: oneshoot | Tags: , , | Leave a comment

Let’s Falling in Love

Extra Cast ::

Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu SUJU
Jung Min Chan a.k.a Marsha onni

Let’s begin part III .. XD
Continue reading

Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Let’s Falling in Love [part2]

TITLE :: Let’s Falling in Love
AUTHOR :: Choi Sun Li a.k.a Sasha

Cast ::
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwii
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang

as always , please fasten your seatbelt and your popcorn in your hands .. cuz part II will begin ASAP
Continue reading

Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Let’s Falling In Love [part1]

TITLE :: Let’s Falling in Love
AUTHOR :: Choi Sun Li a.k.a Sasha

Cast ::
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwii
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang

as always , please fasten your seatbelt and your popcorn in your hands .. cuz the story will begin ASAP
Continue reading

Categories: chapter | Tags: , , | Leave a comment

Would You Be Mine [end]

TITLE :: Would You Be Mine ?
Author :: Sasha a.k.a Choi Sun Li

Cast ::
Choi Family ::
Choi Seung Hyun a.k.a TOP Bigbang
Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Choi Seung Ri a.k.a Seungri Bigbang
Choi Kwang Sang a.k.a Karu
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwi

Other Cast ::

Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Kim Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
All member b2st

Happy Reading ~ ^^
Continue reading

Categories: chapter | Leave a comment

Would You Be Mine ? [1]

TITLE :: Would You Be Mine ?
Author :: Sasha a.k.a Choi Sun Li

Cast ::
Choi Family ::
Choi Seung Hyun a.k.a TOP Bigbang
Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Choi Seung Ri a.k.a Seungri Bigbang
Choi Kwang Sang a.k.a Karu
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwi

Other Cast ::

Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Kim Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
All member b2st

As Always .. please fasten your seatbelt .. ^^
and now the story begins …

“oppa!!” Sun Li dan Min Young menongolkan kepalanya dari balik pintu.
“Waeyo?” tanya Kwang Sang pada kedua saengnya dengan tatapan “jangan ganggu aku”
“omona~ oppa jutek sekali.. aku dan Min Young kan ada satu kejutan kecil =3=” kata Sun Li protes
“Ne. Oppa lagi PMS ya ?” lanjut Min Young protes. Kwang Sang reflek melemparkan 2 bantalnya pada kedua saeng kembarnya itu dan sukses mengenai wajah mereka berdua. Sun Li dan Min Young mengusap-usap wajahnyanya sambil mengaduh-aduh.
“Hahaha. memang ada angin apa kalian memanggilku?” tanya Kwang Sang sambil tertawa kecil. Sun Li dan Min Young berpandang-pandangan. dan kemudian mereka masuk ke kamar oppa mereka bersamaan.
“TADAAAA!” seru Sun Li dan Min Young bersama-sama. Kwang Sang cukup terkejut karena Sun Li dan Min Young memakai seragam dengan blazer hitam, rok kotak-kotak hitam merah dan dasi merah, yang adalah seragam sekolahnya.
“Aigo! kenapa kalian bisa pakai seragam itu??” tanya Kwang Sang kaget.
“Ckckck.. mulai tahun ajaran baru, aku dan Sun Li akan jadi murid baru di sekolah oppa. dengan kata lain kami adalah hoobae oppa. dan oppa adalah sunbae kami.Arraseo?” kata Min Young menjelaskan dan Sun Li hanya mengangguk mengiyakan.
“Mwo? jadi kita harus satu sekolah lagi??” jawab Kwang Sang tidak terima.
“Ne. Any problem ??” tanya Sun Li dengan tatapan tajam turunan appa. Kwang Sang tak bisa bicara jika sudah ditatap seperti itu.
“Ya! Kalau begitu, kami mau pergi dulu ya. kami berdua ada janji dengan Young Bae dan Ji Yong” kata Min Young sambil melihat jam tangan, kemudian menggandeng tangan Sun Li dan keluar dari kamar oppa mereka. Kwang Sang menghela napas.

Dasar saeng-saeng yang merepotkan. ributnya minta ampun

Kwang Sang melanjutkan membaca buku yang dari tadi dipegangnya. Baru 10 menit dia membaca, tahu-tahu Seung Hee sudah ada di depan kamarnya,
“Waeyo umma?” tanya Kwang Sang yang menyadari umma nya sudah berada di depan pintu.
“Kwang Sang, umma mau minta tolong kau belanja. Ini daftarnya.” kata Seung Hee sambil menyerahkan daftar belanjaan pada putranya itu. Kwang Sang menerima daftar itu, kemudian ia mengambil hoodie kesayangannya dan juga i-pod baru kemudian pergi ke supermarket.

Kwang Sang berjalan sambil bersenandung dengan headphone di kedua telinganya. Ia berjalan santai menyusuri jalan yang biasanya. Kemudian dari radius 10 meter, ia melihat seperti ada yeoja yang dirampok dan perampoknya berlari tepat ke arahnya.
“TOLONG TANGKAP NAMJA ITU !! DIA MERAMPOK TASKU !!” teriak yeoja itu. Perampok itu terus bersikeras lari dan sekarang mengarah ke arah Kwang Sang. Kwang Sang hanya berdiri menghalangi perampok itu. perampok itu merasa terancam dan marah karena dihalangi.
“Minggir kau bocah.” ancam perampok itu. Tapi Kwang Sang tetap tidak bergerak dari posisinya. Akhirnya perampok itu bermaksud menyeruduk Kwang Sang tapi tepat saat perampok itu bermaksud melakukan itu. Kwang Sang menghalangi usaha perampok itu dengan menendang bagian perut perampok itu hingga perampok itu jatuh tersungkur dan tak bisa bangun. Kwang Sang dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan menelepon polisi, kemudian dia mengambil tas milik yeoja yang tadi dirampok dan mendatangi yeoja itu.
“Ini, tasmu.” kata Kwang Sang sambil menyerahkan tas yeoja itu.
“Jeongmal Gumawoyo” kata yeoja itu berterima kasih dan menyunggikan senyum yang sukses membuat Kwang Sang terpesona.
“Ah, aku sudah harus pergi. Jeongmal Gumawoyo” kata yeoja itu sambil membungkukkan badannya dan kemudian pergi dengan terburu-buru. Kwang Sang tidak bergerak. Ingin rasanya tahu nama yeoja itu. Jauh di lubuk hatinya, dia ingin bertemu yeoja itu sekali lagi. Tapi akhirnya ia melanjutkan pergi belanja, karena Ummanya sudah sms marah-marah karena bahan makan malam yang tak kunjung sampai ke rumah.

At Home 9.00 pm

Sun Li dan Min Young sekali lagi menongolkan kepala mereka berdua dari balik pintu kamar Kwang Sang. Dua yeoja ini memang paling gemar menjahili oppa mereka yang satu ini. sedangkan, oppa mereka yang paling tua, Seungri, justru lebih suka menjadikan Sun Li dan Min Young sebagai korban jahilnya. sedangkan Kwang Sang yang jauh lebih kalem lah yang bisa dijadikan korban oleh kedua yeoja kembar ini.
“Sun Li, Kwang Sang oppa aneh sekali ya.” kata Min Young berbisik pada onni kembarnya.
“Ne. dari tadi cuma bengong sambil meliaht keluar jendela. Aneh sekali.” jawab Sun Li setuju pada saeng kembarnya.
“Omo.. ga seru kalau oppa ga semangat begitu. Sudahlah ayo kita kembali ke kamar” kata Min Young akhirnya. Sun Li pun hanya mengikuti dari belakang.

Sedangkan, Kwang Sang masih membayangkan yeoja yang tadi ditolongnya. Senyum yeoja itu tidak bisa hilang dari benaknya. Dia ingin tahu nama yeoja itu dan ingin bertemu dengannya sekali lagi. Akankah dia bertemu lagi? Dia hanya berharap dan berdia untuk dapat menemui yeoja itu lagi.

1 week later, the first day at school after long holiday

“Waaa.. Sun Li lihat lihat. akhirnya kita resmi jadi murid SMA ..” kata Min Young antusias.
“Ne. akhirnya kita bisa pakai seragam ini.” jawab Sun Li tak kalah antusias. Tahun ajaran baru ini, Kwang Sang jadi anak kelas 3.
“Sun Li-ya , Min Young-ah!” panggil dua orang namja pada Sun Li dan Min Young.
“Young Bae-ya, Ji Yong-ah!” jawab Sun Li dan Min Young bersamaan.
“Hahaha. Akhirnya kita ketemu juga.” jawab GD yang kemudian merangkul Min Young. Sedangkan Young Bae, biasa mengusap-usap kepala Sun Li dan mengacak-acak rambut yeoja itu. Kwang Sang memperhatikan kedua saengnya dan namja chingu mereka dari jauh. kemudian berjalan dan menghela napas berat.

Saat sedang berjalan, tiba-tiba punggunya ditepuk seseorang dan lehernya dirangkul.
“Sombongnya kau Kwang Sang!” kata Kikwang sambil menjitak kepala Kwang Sang.
“Aigo! Hentikan hentikan. Hahaha”
“Iya kemana saja kau selama liburan ha?” kata Doo Joon sambil menempeleng kepala Kwang Sang.
“Haha, mianheyo chingu. Maklumilah selama liburan aku harus membantu umma dirumah. Mana yang lain?” tanya Kwang Sang.
“Hyun Seung sedang dalam perjalanan. Seperti biasa, dia kesiangan. Jun Hyun, Yosoeb, dan Dong Woon, katanya sudah ada di kelas.” jelas Kikwang.
“Tapi tahun ini, sepertinya kita bareng lagi ya?” tanya Doo Joon. Kwang Sang hanya mengangkat bahu.
“Entahlah, lagipula kalau kita dipisah-pisah kelasnya, kita bisa mengancam guru kan? Hahaha” jawab Kikwang sambil tertawa. Tapi ternyata setelah dilihat di papan pengumuman, Kwang Sang hanya sekelas dengan kikwang dan Hyun Seung. sedangkan yang lainnya di kelas lain. Akhirnya Kwang Sang melanjutkan jalan ke kelas bersama Kikwang.

Sesampainya di kelas,

Kwang Sang mengambil tempat duduk di samping jendela, dan Kikwang duduk di belakangnya. 5 menit sebelum bel, tampak Hyun Seung yang terengah-engah di depan pintu. Sepertinya dia berlari. kemudian Hyun Seung mengambil tempat di samping Kikwang.
“Ya! Akhirnya sampai juga kau!” sapa Kikwang dan menepuk pundak Hyun Seung. Hyun Seung yang masih dalam tahap mengambil nafas. hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Dan tepat setelah Hyun Seung masuk ke kelas, bel masuk pun berbunyi dan sonsaengnim masuk, diiringi seorang yeoja di belakangnya. Kwang Sang merasa pernah bertemu yeoja itu, dan berusaha mengingat-ingat.
“Nah, anak-anak, kita kedatangan murid baru. Dia selama kurang lebih 2 sampai 3 tahun tinggal di luar ngeri karena tugas ayahnya, dan sekarang pulang kembali ke Korea untuk melanjutkan SMA nya. Silahkan perkenalkan dirimu.” jelas sonsaengnim dan mempersilahkan yeoja itu memperkenalkan dirinya.
“Annyeonghaseyo chingu. Kim Yoon Ah imnida.” kata yeoja itu memperkenalkan diri dan tersenyum pada anak-anak sekelas. Kwang Sang langsung teringat kembali saat melihat yeoja itu tersenyum. Spontan dia pun berteriak,
“OMO!! KAU YANG WAKTU ITU??” seisi kelas kaget dengan Kwang Sang yang tiba-tiba berteriak. begitu juga dengan sonsaengnim yang sukses dibuat bengong oleh Kwang Sang. Yeoja yang bernama Yoona itu, hanya menatap bingung pada Kwang Sang.
“Yoon Ah-ssi, kau duduk di kursi kosong di sebelah Choi Kwang Sang. Dan kau Choi Kwang Sang, pelankan volume suaramu selama berada di kelasku.” jelas sonsaengnim. Yoona berjalan menuju meja di sebelah Kwang Sang dan duduk di sebelahnya. Kwang Sang hanya melongo dibuatnya.
“Annyeonghaseyo Kwang Sang-ssi” sapa Yoona sambil tersenyum dan mengulurkan tangan mengajak Kwang sang bersalaman. Kwang Sang agak salah tingkah menghadapinya tapi akhirnya dia membalas uluran tangan itu dan merekapun bersalaman.
“Hee. tanganmu halus ya. Jauh betul dengan tangan para saengku.” kata Kwang Sang polos saat sedang bersalaman dengan Yoona. Yoona awalnya terdiam, tapi kemudian tertawa juga.
“Hee? Waeyo?” tanya Kwang Sang bingung.
“Aniyo. Tak kusangka kau lucu juga.” jawab Yoona sambil tertawa kecil.
“Hei kau. Choi Kwang Sang! Mau sampai kapan kau ribut di kelasku.” bentak sonsaengnim yang merasa pelajarannya tak didengarkan.
“Omo?? Kenapa aku?? Aku kan tidak melakukan apapun!” jawab Kwang Sang yang protes. Sedangkan Yoona masih melanjutkan tawa kecilnya memperhatikan tingkah namja yang duduk di sebelahnya itu.

10.00 am

Saat jam istirahat, Sun Li dan Min Young bermaksud mampir ke kelas oppa mereka. Mereka mengintip dari balik pintu kelas, dan melihat oppanya sedang bersenda gurau dengan 2 temannya dan satu yeoja yang tidak dikenal mereka. Kikwang yang menyadari kalau saeng-saeng Kwang Sang sedang mengintip oppa mereka, akhirnya memberi tahu Kwang Sang. Kwang Sang menghela napas dan mendatangi Sun Li dan Min Young.
“Waeyo?” tanya Kwang Sang singkat.
“Aniyo oppa. Kami mau minta ijin. Nanti pulang sekolah kami mau main dengan Young Bae dan Ji Yong. Boleh tidak?” tanya Min Young dan Sun Li bersama-sama sambil menunjukkan muka memelas mereka berdua.
“Mwo?? Aniyo !!” tolak Kwang Sang langsung. Dari dulu dia memang tidak pernah memperbolehkan kedua saengnya itu keluyuran pulang sekolah.
“Jebal oppa~” kata Sun Li dan Min Young memohon dengan raut wajah yang dibuat semakin memelas. Baru saja Kwang Sang hendak menolaknya lagi, tiba-tiba Yoona sudah ada di belakangnya.
“Hee. jadi ini kedua saeng kembar yang kau ceritakan Kwang Sang-ssi?” tanya Yoona. Sun Li dan Min Young hanya bengong dan saling menatap bingung.
“Annyeong, Kim Yoon Ah imnida” kata Yoona memperkenalkan dirinya pada Sun Li dan Min Young sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sun Li dan Min Young.
“A-annyeong Onni, Choi Sun Li imnida, Choi Min Young iminida” jawab Sun Li dan Min Young bersamaan dan bersalaman dengan Yoona.
“Kalian memang mau kemana pulang nanti?” tanya Yoona kemudian.
“Kami tadi minta ijin oppa untuk jalan-jalan dengan namja chingu kami ke Lotte World. Tapi tidak diperbolehkan.” jawab Sun Li lesu. Min Young hanya menggangguk mengiyakan.
“Omo? Lotte World? Aku suka tempat itu. Bagaimana kalau aku ikut?” tanya Yoona pada Sun Li dan Min Young.
“He? Tapi Onni akan pergi dengan siapa?” tanya Min Young bingung.
“Memangnya oppa kalian sibuk kalau pulang sekolah?” Yoona balik bertanya.
“Sibuk bersih-bersih dan disuruh-suruh umma sih iya.” jawab Sun Li polos. Yoona tertawa kecil.
“Begini saja, aku ajak oppa kalian, dan kalian pasti akan diperbolehkan untuk jalan-jalan bersama-sama dengan namja chingu kalian.” bisik Yoona pada Sun Li dan Min Young. Min Young dan Sun Li kemudian mengacungkan kedua jempol mereka tanda setuju dan berlari kembali ke kelas mereka.
“Kau bilang apa pada mereka?” tanya Kwang Sang pada Yoona.
“Aku bilang, oppa memperbolehkan kalian pergi ke Lotte World.” jawab Yoona sambil kembali ke tempat duduknya.
“Mwo?? Aku kan tidak pernah memperbolehkan mereka keluyuran.” protes Kwang Sang pada Yoona.
“Kalau begitu kau ikutan keluyuran saja.” jawab Yoona singkat.
“Mwo? Aku tak mau ikut karena aku pasti malah jadi sendirian, mereka kan sibuk dengan namja chingu mereka.” protes Kwang Sang tidak setuju.
“Aku temani. Tenang saja” jawab Yoona sambil menyunggingkan seulas senyum kecil di wajahnya. Kwang Sang sontak terdiam. Tidak tahu harus bicara apa lagi. Yeoja ini benar-benar sukses membuatnya linglung.

Lotte World at 3 pm

“Ji Yong-ah ! Ayo kita naik yang itu!” seru Min Young antusias.
“Sabarlah jagi. Pelan pelan saja.” jawab GD berusaha menenangkan yeoja chingunya. Taeyang dan Sun Li mengikuti dari belakang. GD dan Taeyang adalah sahabat dari kecil, dan mereka berdua sukses mendapatkan kedua yeoja kembar itu saat SMP. Di belakang Sun Li dan Taeyang, adalah Kwang Sang dan Yoona. Yoona tampak antusias datang ke taman bermain itu. Sudah lama rasanya dia tidak bermain di tempat itu.
“Ye, Kwang Sang-ssi, menurutmu kita naik apa dulu?” tanya Yoona bingung memilih wahana apa yang akan dinaiki lebih dulu. Sedangkan Sun Li dan Min Young sudah entah menghilang kemana dan menyisakan Kwang Sang dengan Yoona berdua.

apa kubilang, mereka berdua pasti langsung sibuk dengan namja chingu mereka.

Kwang Sang menghela napas berat. Yoona masih tampak bingung mau mencoba wahana apa dulu. Tapi akhirnya dia memutuskan.
“Ya! Kita coba semuanya! Berangkat!” kata Yoona semangat sambil menarik tangan Kwang Sang. Alhasil mereka berdua mencoba satu persatu wahana yang populer di Lotte World. Setelah kurang lebih 1 jam menghabiskan waktu untuk bermain, Yoona merasa capek dan duduk di salah satu tempat duduk.
“Sudah puas kah?” tanya Kwang Sang yang agak mabok karena Yoona mengajak naik jet coaster lebih dari 5x berturut-turut.
“Ne. Sangat puas tepatnya. Hahahaha” jawab Yoona gembira. Kwang Sang melirik jam tangannya sejenak, dan kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia menekan beberapa nomor, sepertinya dia menelepon seseorang.
“Min Young, kau telepon Sun Li, kumpul di pintu keluar sekarang. Sudah waktunya pulang.” kata Kwang Sang singkat kemudian menutup posel flip flopnya dan memasukkannya kembali ke saku.
“Sudah mau pulangkah?” tanya Yoona.
“Ne. Sebentar lagi appaku pulang. Dia tidak suka kalau anak-anaknya pulang larut.” jawab Kwang Sang sambil berjalan menuju gerbang Lotte World diikuti Yoona.

6.00 pm at Home

“Jagiya, aku pulang.” sapa Seung Hyun yang baru pulang dari tugas dinasnya.
“Appa Appa!” Sun Li dan Min Young paling antusias menyambut Seung Hyun. Mereka berdua menghampiri Seung Hyun dan memeluk Seung Hyun berbarengan. *ASEK ASEK MELUK APPA XD*
“Hai hai. anak kembar kesayangan Appa.” kata Seung Hyun memeluk dan mengusap kepala kedua putrinya itu. *ASEK ASEK ASEK !!!!*
“Yoebo, mandilah dulu. Baru makan malam bersama.” kata Seung Hee menyambut yoebonya dan membantu membereskan barang-barangnya.
“Ohh jagi, aku rindu padamu.” kata Seung Hyun dan kemudian mengecup pipi Seung Hee. Kemudian Seung Hyun berjalan ke arah kamar mandi dan kemudian mandi. Seung Hee membawa tas yoebonya ke kamar untuk dibereskan. Sedangkan Sun Li dan Min Young kembali ke ruang tengah untuk menonton TV.

Di kamar, Kwang Sang sedang mengerjakan tugas sekolahnya dengan Headphone di kedua kupingnya. Saat sedang mengerjakan PR, tiba-tiba Seungri, muncul dari balik pintu, Kwang Sang menyadari ada hyungnya disitu, kemudian ia mengecilkan volume i-podnya.
“Waeyo hyung?” tanya Kwang Sang
“Kalau kau masih ingin hidup, turunlah kebawah untuk makan malam.” kata Seungri yang membuat Kwang Sang tertawa kecil.
“Ne. Aku turun sebentar lagi.” jawab Kwang Sang sambil mematikan i-pod dan bergegas turun ke bawah.

Selesai makan malam, Kwang Sang bermaksud mampi ke kamar hyungnya. Ada beberapa yang ingin ia tanyakan ke hyungnya itu.

Tok Tok Tok~

“Masuk” jawab Seungri dari dalam. Kwang Sang pun masuk kekamar hyungnya itu.
“Hyung, ada yang ingin aku tanyakan.” kata Kwang Sang to the point.
“Waeyo? Tumben..” tanya Seungri bingung.
“Entahlah hyung. Aku hanya sekedar ingin tahu. bagaimana kau mendapatkan yeoja chingumu?” tanya Kwang Sang to the point. Seungri tampak berpikir.
“Yah.. dulu sih, aku hanya berpikir. Aku suka padanya, dan akan kudapatkan dia bagaimanapun caranya. akan kuubah 0% menjadi 100%” jelas Seungri. Kwang Sang tampak mencerna kata-kata hyungnya yang agak rumit. tapi akhirnya ia sedikit mengerti.
“Gumawo hyung, sedikitnya aku mendapatkan pencerahan.” kata Kwang Sang, kemudian ia berdiri dan kembali ke kamarnya. meninggalkan Seungri yang masih bertanya-tanya soal sifat dongsaengnya yang tiba-tiba berubah.
Mungkinkah? pikir Seungri dalam hati.

Di kamar Kwang Sang nampak tersenyum senyum sendiri. Dia sudah bertekad untuk mengubah 0% menjadi 100%. Mulai besok dia akan melancarkan semuanya.

TBC ——-

please RCL . thx ^^
maav kalo ribet.

Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.