First Love Never Die

Haha .. sasha in here . mencoba untuk membuat my first FF .. :DD

Tittle : First love never die (one shoot FF)

Cast ::

Kwon Sun Li a.k.a me (author)
Dong Young Bae a.k.a Tae Yang
Kwon Sun Li oppa a.k.a Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
Sun Li friend 1 a.k.a Choi Seung Hee a.k.a Lanita (ahaha . gw masukin peran lu!)
Sun Li friend 2 a.k.a Lee Hyun Ri a.k.a Siska
Seung Hee namja chingu a.k.a Choi Seung Hyun a.k.a TOP
Hyun Ri namja chingu a.k.a Lee Seung Hyun a.k.a Seungri

And now the story begins..

Aku masih ingat hari itu. Dulu saat aku masih berumur 5 tahun, amma dan appaku pernah mengajakku ke sebuah pertunjukan piano. Orang tuaku tertarik dan mengajakku kesana. Di sana, adalah saat pertama dimana aku mulai menyukai permainan piano. Saat itu, ada seorang namja yang kira-kira seumuran denganku. Permainan pianonya benar-benar membuatku jatuh cinta. Sejak saat itu, aku berharap aku dapat menemuinya lagi. Aku ingin lebih mengenal namja itu.

10 years later

“SUN LI !!!”
Mataku terasa berat untuk dibuka , tapi suara teriakan itu juga membuat kupingku sakit. “SUN LI !! BANGUN DASAR KEBO !!” teriak Ji Yong oppa dr arah pintu kamarku.
“Nee oppa . sebentar lagi” kataku malas dan kembali memeluk boneka doraemon kesayanganku. Tapi tak lama, aku merasa dunia menjadi terbalik, lalu ..

GUBRAK !!

“OMO !! OPPA !! KEJAMNYA KAU !! aduh aduhh ~” kataku protes , sambil mengelus’’ kepalaku yang kepentok lantai karena Ji Yong oppa menjatuhkan aku dari tempat tidur.

“Bodo ! Week ! Buruan bangun. Amma udah nunggu di bawah.” Kata Ji Yong oppa sambil keluar kamar.

Aku segera mandi dan memakai seragam. Aku terbengong-bengong mengingat mimpiku semalam.

Kenapa aku kembali memimpikan orang itu. Apa ini artinya aku masih menyukainya. Tapi aku tidak berani kalau aku bilang aku menyukainya. Aku mungkin hanya mengagumi permainannya. Lagipula , itu sudah 10 tahun berlalu. Sebaiknya aku melupakannya.

Aku selesai membereskan buku-buku pelajaranku dan bergegas turun ke lantai bawah. Aku berjalan setengah berlari karena merasa sudah telat (kapan yah sikap kebo ni bisa ilang??T___T). saking terburu-burunya,aku tidak menyadari kalau tangga sudah di depan mata, jadi..

BRAK !! BRUK !! GUBRAK !!

“aduuuuh~ apes banget aku hari ini.”
“Sun Li ada apa??” Ji Yong oppa keluar ruang makan dengan tampang panik.
“Gwechana oppa“ kataku sambil mengelus-elus pantatku yang sepertinya kepentok lantai paling akhir.
“Kamu ini apa-apaan sih? Pagi begini sudah ribut. Udah cepet ke ruang makan, kita sarapan.” Kata Ji Yong oppa sambil berjalan kembali ke ruang makan.

–di ruang makan–

“Annyeonghaseyo amma” kataku sambil tersenyum pada amma yang sedang menyiapkan sarapan.
“Annyeonghaseyo Sun Li. Seperti biasa, pagi begini rumah pasti jadi ramai ya. Haha” kata Ammaku yang membalas sapaanku. Aku duduk di kursi yang berada di sebelah Ji Yong oppa dan mulai menyantap sarapanku.
“Ji Yong, kau hari ini kuliah pagi?” Tanya Amma pada Ji Yong oppa
“Ne” jawab Ji Yong oppa sambil memakan sisa sarapannya
“Ohh. Kalau begitu kau bias sekalian berangkat bareng Sun Li kan? Kasian Sun Li tiap hari jalan kaki apalagi udah terlambat kayak gini.”
“Hee ?? tapi Amma ??” Ji Yong oppa sepertinya ingin protes.
“Waeyo Ji Yong?” raut muka Amma berubah seketika. Dari yang awalnya lemah lembut layaknya seorang Amma berubah menjadi raut muka mengancam Ji Yong oppa. Dan sepertinya yang terlihat. Ji Yong oppa juga jadi tidak bisa menolak permintaan Amma.
“Yak ! Amma, aku berangkat dulu.” Kataku sambil menaiki boncengan motor Ji Yong oppa.
“Hati-hati di jalan Sun Li , Ji Yong” kata Amma sambil melambaikan tangannya. Aku membalas lambaiannya dan motor Ji Yong oppa melaju kencang.

–di ruang kelas–

Sesampainya di sekolah aku bergegas ke kelas. Aku menaruh tasku di tempat biasa aku duduk. Di depanku adalah kedua sobatku Seung Hee dan Hyun Ri. Aku melihat Seung Hee sedang berkutat dengan HP nya (palingan smsan ma namja chingu nya), dan Hyun Ri terlihat seperti sedang mengerjakan sesuatu.
“Hee ? PR ??” tanyaku pada Hyun Ri
“Nee” jawab Hyun Ri singkat. Maklum lagi serius ngerjain. Dan aku mencoba mengecek PR ku. Dan.. ENG ING ENG !! AKU BELUM BUAT !! ARGH !!
“SEUNG HEE !! PINJAM PR !!” aku meminjam PR Seung Hee dengan tampang panik. Dan Seung Hee meminjamkan bukunya dengan mata yang masih tertuju pada layar HP. Aku buru-buru menyalin karena berpikir sudah tidak ada waktu lagi. Aku yang terlalu serius, tidak menyadari guru sudah datang dan membawa murid baru. Sampai guru tersebut angkat bicara dan mengajak murid baru yang ternyata seorang namja itu memperkenalkan diri. Mataku yang tanpa sengaja menangkap sosok namja itu, seketika langsung terdiam. Tubuhku tidak lagi menyalin PR, tetapi menatap namja itu.
“Annyeonghaseyo. Dong Young Bae imnida” kata namja itu singkat. Namja itu langsung berjalan ke mejaku, dia meletakkan tasnya di kursi yang ada di sebelahku dan duduk di sampingku. Aku tidak tahu harus bicara apa. Pandangan mataku dan namja itu bertemu. Aku mulai salah tingkah. Tidak tahu harus bicara apa.
“A-A-Annyeonghaseyo” kataku terbata-bata. Dan tidak kusangka , namja itu tersenyum padaku. Senyumnya itu melekat di ingatanku. Pelajaran dimulai, dan akupun dihukum karena PR ku tidak dikerjakan. huweeeeee T__T

~Pulang sekolah

“Sun Li-ssi” panggil Young Bae padaku. Aku kaget dan langsung menjawab
“Ne?”
“Aku kan baru disini, aku cuma mau minta tolong untuk mengantarku keliling sekolah”
“Ohh.. Bo-Boleh Ka-Kapan?” astaga kenapa suaraku jadi patah-patah begini!
“Hmm. Kalau begitu sekarang saja. Mumpung sudah pulang sekolah. Bagaimana?” aku setuju, dan mengantarnya berkeliling. Lalu saat di ruang musik, dia meminta untuk masuk. Aku juga hanya mengikutinya dari belakang.
“Kau suka musik ya Young Bae-ssi ?”
“Nee” jawabnya singkat. Aku bingung harus bicara apa lagi, akupun pergi kea rah Grand Piano dan mencoba memainkan lagu Canon in D kesukaanku. Young Bae tidak menyangka aku bisa memainkan piano. Dia terdiam dan mendengarkan. Sampai kemudian aku lupa salah satu bagian lagu tersebut dan permainanku jadi kacau.
“Aiih. Ternyata aku masih belum mahir.”
“Haha. Sini biar kutunjukan cara memainkan lagu itu.” Katanya sambil tersenyum dan lalu duduk di sebelahku dan mulai memainkan lagu itu dari awal sampai akhir dengan sempurna. Aku terpukau karenanya. Dia mengingatkanku pada sosok seseorang yang selalu memenuhi kepalaku dan berusaha kulupakan.
“Omo~ kau mahir sekali Young Bae-ssi. Aku salut” kataku sambil menepuk-nepuk tanganku.
“Haha. Aku tidak menyangka kau bisa main piano. Apa kau pianis Sun Li-ssi?”
“Aniyo. Aku hanya suka lagu itu. Waktu kecil aku pernah ke pertunjukkan piano, dan melihat seorang namja seumuranku yang memainkan lagu itu. Sejak saat itu aku jadi menyukai lagu itu dan berusaha untuk menguasainya. Tapi sepertinya belum mahir.” Kataku sambil tersenyum dan sepertinya Young Bae terlihat mendengarkan cerita masa kecilku dengan tenang. Lalu kemudian jarinya mulai memainkan tuts piano lagi. Melantunkan suatu lagu klasik. Dan permainannya benar-benar membuatku terpukau. Aku serasa ditarik kembali ke masa lalu. Masa lalu dimana aku pertama kali bertemu cinta pertamaku dan dimana aku kehilangan orang yang paling berharga untukku.

Amma berteriak, orang-orang di sekelilingku juga. Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi sesaat tadi aku seakan melihat mimpi buruk. Tubuh Appa yang sedang berjalan dengan senyumnya berubah menjadi tubuh penuh darah yang tersungkur di jalan. Amma berteriak sambil menangis. Orang-orang di sekelilingku berusaha memberi bantuan. Aku ingin pergi ke samping Appa, tapi tubuhku tidak bisa bergerak. Akhirnya aku menangis di tempat dan berteriak memanggil Appa. Sesaat aku merasa, Appa mendengar teriakanku dan tersenyum padaku. Sampai kemudian dia pergi meninggalkanku. Saat itu aku menangis. Tapi tak lama ada seseorang yang seumur denganku memegang tanganku dan berusaha menghiburku. Aku menangis sekencang-kencangnya memanggil Appa. Dan orang it uterus menemani aku di sampingku.

“Appa !!” aku berteriak dan terbangun. Cuma mimpi. Aku kaget. Mataku basah, aku benar-benar menangis. Sepertinya aku ketiduran. Saat aku terbangun, aku baru sadar tubuhku dibalut jaket. Aku bingun ini jaket siapa. Dan di telapak tanganku ada tulisan yang sepertinya ditulis pakai bolpen. Entah siapa yang menulis, tapi ini seperti nomer HP. Aku bergegas pulang ke rumah.

–di kamar Sun Li–

Aku masih tetap bingung ini nomer siapa. Daripada nanti aku mati penasaran jadi segera ku telpon nomer itu. Aku menunggu sampai nada tunggu 3 kali berbunyi tapi tidak ada yang mengangkat., baru di nada tunggu ke empat, seorang namja mengangkat telpon. Dan aku tahu betul suara itu.
“Annyeonghaseyo?”
“Annyeonghaseyo ! omo~ Young Bae-ssi !” kataku kaget. Kaget, bingung, gugup, semua bercampur jadi satu.
“Nee. Sun Li-ssi, sudah sampai di rumah ?”
“Nee. Young Bae-ssi, gomawoyo”
“Mwo?”
“Sudah meminjamkan jaketmu padaku. Jaket ini akan kukembalikan setelah kucuci.”
“Nee. Gwechana Sun Li-ssi”
Obrolan kami berlangsung cukup lama. Sampai saat kami sudah selesai mengobrol, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21.00 PM. Mataku terasa berat dan akupun jatuh tertidur.

Besoknya saat pulang sekolah~

“Hey Sun Li !”
“Mwo?” Seung Hee menyapaku sambil senyum-senyum. Entah apa rencananya sekarang.
“Hee. Nanti aku ma Hyun Ri mau jalan-jalan ke Fantasy Park.mau ikut ga?”
“Ha? Seung Hee .. kau lupa ya kalau tiket promo Fantasy Park itu hanya khusus untuk pasangan. Kamu ma Hyun Ri sih mungkin bisa. Kalo aku??”
“Oh iya juga ya. Ah ! aku tau ! kamu ajak aja Ji Yong oppa” kata Seung Hee berbinar-binar menganggap idenya cemerlang.
“Aduh Seung Hee ! Kau tahu oppa ku itu sibuk dengan tugas kuliahnya. Aku mana tega mengajaknya.” Kataku sedikit enggan
“Kalau begitu biar aku saja yang menemani” kata Young Bae yang tiba-tiba nyosor ikut pembicaraan
“Kan sayang kalau ga dinikmati, ini taman bermain baru loh. Yakin gamau?” Tanya Young Bae seakan berusaha menyihir agar aku bilang iya.
“Nah, Seung Hee-ssi aku minta tiketnya satu ya.” Kata Young Bae sambil mengambil tiket dari Seung Hee
“Kalau begitu, sampai ketemu besok ya Sun Li , Young Bae-ssi.”
“Nee. Gomawoyo Seung Hee-ssi”
“Nee. Cheonmaneyo! ^^” kata Seung Hee sambil berlalu pergi. Meninggalkan aku yang terdiam mematung. ARGH ! SEUNG HEE ! JANGAN PACARAN DULU DONG ! BAGAIMANA NASIB SAHABATMU INI ??? Young Bae menatapku yang terdiam mematung. Owh~ jangan lihat aku seperti itu.
“Sun Li-ssi, kau tidak mau pulang?”
“He? Nee aku baru mau pulang” kataku bergegas untuk keluar kelas
“Biar kuantar.”
“Mwo??” aku tak percaya aku mendengar kata-kata itu dari mulutnya. Aku tak tahu kenapa tapi aku sangat senang sekali.
“Sudahlah, ayo jalan” katanya sambil menggandeng tanganku. Jantungku berdegup cepat, mukaku panas. Tapi aku suka ini. Dan dia benar-benar mengantarku sampai ke depan rumahku.
“Young Bae-ssi, gomawo sudah mengantarku.” Kataku agak malu-malu
“Nee. Gwechana. Lagipula, mulai besok jangan panggil aku dengan panggilan seresmi itu. Kita kan sudah jadi teman.” Kata Young Bae sambil tersenyum. Senyum nya itu.aku benar-benar suka senyum itu. Aku bahagia melihatnya.
“Nah. Selamat tidur. Sampai jumpa besok ya Sun Li.” Kata Young Bae sambil mengacak-acak rambutku dan kemudian pulang. Aku diam terpaku, dan masuk ke rumah setelah Ji Yong oppa menyadarkanku. Dan aku tertidur nyenyak saking bahagianya.

Fantasy Park~

“Ah! Itu Sun Li datang.” Kata Seung Hee yang melihatku datang berlari.
“Chingu ! Mianheyo ! aku ketiduran !” kataku meminta maaf sambil ngos-ngosan.
“Tenang aja Sun Li , bukan cuma kau yang terlambat.”
“He?” Seung Hee mengarahkan kepalanya ke arah Young Bae yang ternyata juga sama telatnya denganku.
“Nah. Sekarang kan udah lengkap nih. Gimana kalo kita kenalin dulu Young Bae ke namja chingu ku ma Hyun Ri ? Young Bae-ssi, ini namja chinguku, Seung Hyun.” Kata Seung Hee antusias dan mengenalkan namja chingunya.
“Ini namja chinguku, Lee Seung Hyun. Nama mereka sama, jadi aku yakin kau akan sedikit bingung. Ahahaha” kata Hyun Ri sambil tersenyum.
“Annyeonghaseyo” kata Young Bae menyapa sambil tersenyum. Tapi sepertinya Lee Seung Hyun mengenali Young Bae karena kemudian Lee Seung Hyun mengajaknya ngobrol.
“Hey. Apa nama lengkapmu Dong Young Bae?” Tanya Lee Seung Hyun pada Young Bae
“Nee. Waeyo?”
“Haha. Kau tidak ingat aku?” Young Bae terlihat seperti berusaha mengingat.
“Seung Hyun !!!” kata Young Bae dan kemudian mereka berpelukan. Aku dan Hyun Ri kemudian saling berpandang-pandangan saking bingungnya. Ternyata mereka berdua dulu adalah kawan lama yang pernah tampil bersama di konser piano. Setelah itu, masing-masing memiliki acara sendiri. Dan aku tinggal tersisa bersama Young Bae. Aku sudah cukup mabok karena naik jet coaster dan beberapa wahana lain yang memacu adrenalin. Tapi sepertinya Young Bae girang sekali naiknya. Dasar namja.aku benar-benar mual. Mukaku pucat sekali.
“Sun Li ? kau baik-baik saja?” Tanya Young Bae cemas.
“Nee. Gwechana” kataku berusaha untuk tersenyum. Tapi sepertinya itu tidak dapat menipunya karena kemudian dia kemudian menyeretku pulang setelah minta ijin pada Seung Hee dkk. Selama perjalanan dia tidak berbicara dan hanya menggandeng tanganku. Aku sadar, selama ini aku menyukainya. Kebaikannya dan senyumannya benar-benar mencairkan hatiku.
“Sun Li” aku kaget karena Young Bae tiba-tiba memanggilku.
“Nee ?”
“Kita istirahat sebentar di taman bagaimana? Ada yang ingin aku bicarakan.” Aku hanya mengikuti Young Bae dari belakang dan kami duduk di bangku yang ada di taman itu.
“Sun Li”
“Nee?”
”Sarangheyo”
“Mwo???” spontan aku berteriak dan Young Bae kaget karena aku tiba-tiba berteriak.
“Sun Li?”
“Waeyo? Kita baru kenal ? ak-aku aku tidak mengerti.kau tidak sedang mempermainkan aku kan??” Young Bae awalnya tampak bingung karena sudah dihujani ribuan kata olehku, tapi kemudian dia tersenyum.
“Haha. Sun Li. Kau lucu sekali. Hahaha”
“Mwo?? Jadi benar kau mempermainkan aku??” Aku kaget, dan sedikit sakit hati melihat dia tertawa. Aku tidak berani menaruh harapanku padanya.
“Tentu saja aku tidak mempermainkanmu. Apa perlu aku mengulanginya?”
“Tapi kita baru kenal!” aku tetap ngotot dengan perkataanku.
“Sun Li.. Aku bisa dibilang sudah lama mengenalmu jauh sebelum kita bertemu.” Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Jadi aku diam menunggu kelanjutannya.
“Ayahmu dulu adalah seorang guru piano yang bekerja di sekolah musik milik keluargaku. Dulu saat kita masih berumur 5 tahun, kau pernah diajak ke tempat ayahmi bekerja. Saat itu aku pernah melihatmu. Kau yang polos sedang bermain di taman. Dan entah kenapa saat itu aku benar-benar terpesona pada senyuman polosmu. Dan ingat saat kau datang ke pertunjukkan piano? Akulah yang memainkan lagu itu. Aku berusaha memainkannya sebagus mungkin karena aku tahu kalau kau sedang menonton. Tapi, kemudian aku pindah ke luar negri mengikuti orang tuaku. Dan setelah 10 tahun akhirnya aku dapat pulang kembali kemari dan satu sekolah denganmu. Kau tidak berubah, hanya saja kau jadi terlihat lebih tegar. Dan kau kembali membuatku jatuh cinta padamu saat kau bercerita tentang masa kecilmu, kau tersenyum benar-benar manis saat itu. Dan aku tidak dapat melupakannya.”
Aku tidak dapat berkata-kata. Tenggorokanku terasa tercekat. Jantungku berdegup cepat. Entah kenapa aku merasa lega. Dan air mataku menetes.
“Sun Li ??” Young Bae kaget karena aku tiba-tiba menangis.
“Gwechana Young Bae. Aku hanya merasa lega. Aku menangis bukan karena kata-katamu. Aku juga sudah lama menyukaimu. Sejak aku menontonmu di pertunjukkan piano itu, aku terus berharap dapat bertemu denganmu. Aku juga ingat, kau lah yang menemani dan berusaha menghiburku saat pemakaman ayahku. Buatku kaulah cinta pertamaku.” Kataku sambil sesenggukan. Young Bae menghapus air mataku dan menatapku dalam-dalam. Kemudian Young Bae memelukku erat-erat.
“Sarangheyo Sun Li” katanya sambil terus memelukku seakan tidak ingin kehilanganku. Akupun balas memeluknya. Aku tersenyum bahagia (ditambah menangis bahagia).
“Sarangheyo Young Bae.” Hari itu adalah hari dimana I met my first love again after 10 years apart.

=============================END===============================

*maav budug. Dan kelihatannya ceritanya terlalu panjang. Maav juga kalo critanya ngebingungin. Ini idenya spontan banget.. ==”

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: