Let’s Falling In Love [part1]

TITLE :: Let’s Falling in Love
AUTHOR :: Choi Sun Li a.k.a Sasha

Cast ::
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwii
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang

as always , please fasten your seatbelt and your popcorn in your hands .. cuz the story will begin ASAP

“Je-jeongmal Mianheyo” kata seorang namja sambil membungkukkan badannya pada 2 orang yeoja di depannya.
“Hee.. jadi alasan kau menolak kami..” belum selesai yeoja yang satu berbicara,
“adalah karena kau takut oleh kami berdua..” yeoja yang lain melanjutkan. namja itu seketika panik melihat raut wajah kedua yeoja itu yang seakan mau menerkamnya ..
“MIANHEYO!!!” teriak namja itu sambil lari terbirit-birit. 2 yeoja itu, adalah si kembar Sun Li dan Min Young.
“Huft . satu lagi namja yang ketakutan oleh kita,” kata Sun Li sambil menghela napas berat.
“Huh, seharusnya mereka tentu saja takut pada yeoja yang seperti preman macam kau” protes Min Young pada kakak kembarnya itu.
“Mwo?? justru kaulah si yeoja yang super perfeksionis yang membuat mereka takut terkekang olehmu!!” jawab Sun Li pada adik kembarnya itu.

Choi Sun Li dan Choi Min Young. kedua yeoja kembar yang selalu rebutan namja untuk dijadikan pacar. Entah kenapa selera mereka dan incaran mereka selalu sama sehingga menimbulkan perang dunia ke 3.

Choi Sun Li adalah yeoja yang jago olahraga, bersemangat , ceria, dan jago berantem karena awalnya dia mengikuti kursus karate. Jauh berbeda dengan adik kembarnya Choi Min Young, yang lebih terkesan kalem dan jago dalam bidang pelajaran. Min Young sedikit lebih feminim dibandingkan kakak kembarnya.

After School

“Cih sial sial. Lagi lagi ditolak.” kata Min Young sambil menyesap teh yang ia pesan.
“Lagi-lagi aku gagal dapat namja chingu. Semua ini karena kau yang ganggu.” protes Sun Li sambil makan mi kuah pesanannya.
“Mwo !! Aku sudah mengincar namja itu sejak lama! tapi lihat yang kau lakukan!” teriak Min Young dari Cafe.
“He?? Akupun sudah mengincarnya sejak lama. Aku sudah mengincarnya sejak naik ke kelas 2 5 bulan yang lalu!” Sun Li membalas teriak pada adik kembarnya dari warung mi kuah langganannya yang letaknya berseberangan dari cafe yang selalu didatangi oleh saeng kembarnya itu.

Di tengah perdebatan mulut anak kembar itu, tiba-tiba ponsel mereka berbunyi tanda sms masuk bersama-sama.

Yoo KEMBAR!! kita hari sabtu ini akan mengadakan kontak jodoh. bagaimana ? berminat? kami akan memanggil sekelompok namja dari sekolah lain. dan masi ada tempat 2 orang lagi. Apa kalian mau?

Mata Min Young dan Sun Li langsung berkilat seketika. Mereka saling memandang satu sama lain.
“Lihat saja. Pasti aku yang dapat duluan.” kata Sun Li dengan tatapan menantang.
“Coba saja kalau memang bisa” jawab Min Young meladeni tantangan kakak kembarnya itu.

Saturday Night

Sun Li berpakaian dengan celana pendek, kaos dan hoodie favoritnya. Sedangkan Min Young lebih terlihat memakai rok jeans, tanktop putih, dan memakai jaket jeans. Sun Li dan Min Young saling berpandangan. Mereka benar-benar bertaruh saat ini, siapa yang akan dapat namja chingu duluan. Mereka berdua masuk ke tempat karaoke menyusul para yeoja sekolah mereka yang sudah duluan. Sontak kedua anak kembar ini kaget bukan main. Melihat para namja dari sekolah lain yang ‘freak’. Min Young mendadak pingsan. Aku menepuk-nepuk pipinya.
“Min Young. Hoy!” kataku berbisik memanggilnya. Sungguh babo para yeoja di sekolahku. Bisa-bisanya mereka memanggil namja yang ‘abnormal’ seperti itu.
“Ehh. Chingu. Sepertinya Min Young kurang enak badan. A-aku akan menemaninya ke toilet.” Kataku kemudian dengan cepat keluar membawa Min Young denganku. Kami berdua duduk di kursi yang dekat dengan ruang karaoke yang disewa teman-temannya. Tak lama kemudian, Min Young sadar.
“He, sudah sadar kau?” kataku sambil menyesap teh kaleng yang tadi kubeli.
“Berakhir sudah masa remajaku.” Kata Min Young putus asa. Sun Li melihat saudara kembarnya yang nyaris mencapai stress itu, kemudian menghela napas berat. Tapi dari kejauhan, terdengar suara seperti 2 orang sedang menyanyi, diiringi teriakan-teriakan. Sepertinya ramai sekali. Sun Li menggandeng tangan Min Young dan mengajak saudara kembarnya itu untuk memeriksa ada apa ramai-ramai disitu. Pintu ruang karaoke tempat suara itu berasal terbuka. Min Young dan Sun Li mencoba mengintip ke dalam. Sontak kedua mata yeoja itu terbelalak. 2 orang namja yang super duper keren sedang duet bersama. Yang satu tipe ceria, dan yang satu lagi terlihat lebih kalem. Mata Sun Li dan Min Young dengan segera mengunci target mereka masing-masing. Sun Li yang melihat ada 2 mic yang nganggur, langsung mengambil dan menyerahkan yang satunya lagi pada Min Young. Kebetulan mereka berdua tahu lagu ini. Dan di tengah kedua namja itu sedang bernyanyi. Tiba-tiba…
“Choi Twin Sista, Rock the night!” seru kedua anak kembar itu sambil kemudian menyanyikan.
“Babo kau Sun Li ! Ini memalukan!” bisik Min Young pada kakak kembarnya.
“Sudahlah, lanjut saja, sudah terlanjur seperti ini” jawab Sun Li berbisik pada adik kembarnya itu. Kedua namja itu menatap bingung pada Sun Li dan Min Young, tapi kemudian menemani kedua saudara kembar ini bernyanyi.

After so Embrassing Karaoke

“Jeongmal Gumawoyo, kalian sudah memeriahkan pesta kelas kami.” Kata namja yang ceria itu dengan senyum mengembang di wajahnya.
“Ne. Gumawo” kata namja yang lebih kalem itu.
“Ya! Kami pulang dulu.” Kata namja yang ceria itu kemudian melambaikan tangan pada Sun Li dan Min Young dan pergi. Sun Li dan Min Young masih meratapi kedua namja itu, tapi kemudian Sun Li sadar, dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini.
“Min Young ayo kita buntuti mereka dari belakang!” kata Sun Li sambil mengejar kedua namja itu, Min Young yang kaget kemudian mengikuti Sun Li berlari.
“Sun Li, untuk apa kita mengikuti mereka seperti penguntit ?” tanya Min Young.
“Entahlah, sudah terlanjur.Lagipula kau juga tidak mau selesai sampai sini kan?” kata Sun Li meyakinkan adik kembarnya itu. Min Young memang tidak menjawab tapi ia setuju pada Sun Li.
“Mwo!!!” seru Sun Li kemudian.
“Wae?” Tanya Min Young kaget plus bingung.
“Kita kehilangan mereka!” jawab Sun Li.
“Ada perlu dengan kami?” Tanya seorang namja dari belakang Sun Li dan Min Young. Kedua yeoja kembar itu pelan-pelan menoleh. Wajah mereka seketika pucat.
“Ka-ka-kami bu-bukan pe-pe-penguntit!” jawab Sun Li terbata-bata. Salah satu namja itu yang ceria, kemudian tersenyum menahan tawa.
“Hahaha. Tentu kami tahu kalian bukan penguntit. Maka dari itu kami Tanya ada perlu apa?” kata namja yang ceria itu sambil tertawa. Tiba-tiba…
Kruuyuuuk~
Sun Li mendadak pucat, dia memang belum makan tadi, tapi kenapa perutnya harus bunyi di saat seperti ini???? Sun Li mengutuki dirinya sendiri.
“Kalian lapar? Bagaimana kalau temani kami makan?” Tanya namja yang lebih kalem itu.

At FoodCourt

“Kwon Ji Yong imnida, dari Seoul International School” kata namja yang terkesan ceria itu memperkenalkan diri.
“Dong Young Bae imnida, Seoul International School juga.” Kata namja yang lebih kalem itu.
“Aku Choi Sun Li, dan ini adik kembarku, Choi Min Young.” Kataku memperkenalkan diri juga.
“Annyeonghaseyo” kata Min Young kemudian.
“Mwo? Kalian anak kembar? Tapi tidak terlalu mirip ya…” kata GD menilai.
“Karena kami dari 2 telur yang berbeda, jadi kami tidak mirip.” Kata Min Young menjelaskan. GD hanya mengangguk mengiyakan.
“Lalu, kalian dari sekolah mana?” Tanya Taeyang kemudian.
“Kami dari SMA Yeogang.” Jawab Sun Li kemudian. Kemudian mereka mengbrol seru satu sama lain. Kemudian Taeyang mengeluarkan ponselnya untuk mengecek jam. Sun Li menyadari sesuatu,
“Omo~ “ kata Sun Li kemudian, dan mengubek-ubek kantung hoodienya.
“Haha. Ponsel yang sama rupanya.” Kata Taeyang saat Sun Li berhasil mengeluarkan ponsel miliknya. Sun Li tersenyum mengiyakan.
“Kalau tidak keberatan, mari kita bertukar nomor.” Kata Taeyang menawarkan. Sun Li mengetikkan nomornya dan mensave nya. Setelah selesai, Sun Li meletakkan ponsel Taeyang di meja, dan Taeyang juga meletakkan ponsel Sun Li, tapi tiba-tiba…
“Mianheyo, aku dan Sun Li ke toilet dulu.” Kata Min Young sambil menyeret kakak kembarnya itu.

Toilet

“Baiklah kita rapat kilat disini.” Kata Min Young.
“Aku mengincar Young Bae-ssi” kata Sun Li.
“Dan aku mengincar Ji Yong” Min Young melanjutkan.
“Omona Min Young! Ini pertama kalinya kita tidak mengincar namja yang sama!”
“Ne Sun Li! Ini pertama kalinya kita tidak mengincar namja yang sama!” kata Min Young sambil kemudian berjingkrak-jingkrak bersama Sun Li. Tapi setelah sadar, mereka tiba-tiba memisahkan diri *kaya amoeba aja memisahkan diri*
“Ja-jangan lupa, kita bertaruh siapa yang mendapatkan namja chingu duluan.” Kata Sun Li kemudian.
“Tentu saja aku tidak lupa,” jawab Min Young kemudian. Kemudian kedua yeoja itu keluar dari toilet dan menghampiri GD dan Taeyang yang masih menunggu mereka berdua. Sun Li yang melihat ponselnya masih tergeletak kemudian memasukkan ponsel itu ke saku hoodienya.
“Oiya ini sudah mulai larut, kami harus pulang.” Kata GD kemudian.
“Ne. Gumawo sudah mau menemani kami.” Kata Taeyang.
“Nee.. anyeong..” kata Sun Li dan Min Young. Kemudian kedua namja itu berlalu. Sun Li dan Min Young bergegas pulang kerumah.

Sun Li’s Room

Sun Li yang sedang berlatih mengangkat barbel *buset dah!*. Dan latihan pelenturan tubuh. Kemudian mengeluarkan ponselnya.
“Omo omo omo. Akhirnya aku mendapatkan nomor ponselnya.” Kata Sun Li sambil mengelus-elus ponsel miliknya.
“Tapi entah kenapa aku merasa ini bukan milikku.” Kata Sun Li sambil memperhatikan ponsel yang sedari tadi digenggamnya.

Hallelujah.. Im falling im falling falling..

Tiba-tiba ponsel itu berbunyi dan ringtone yang dipakai bukanlah ringtone miliknya. Sun Li kaget dan memperhatikan layer ponsel. Ada telepon dari nomor miliknya. “Mungkinkah… ponsel kami berdua tertukar?” pikir Sun Li sambil kemudian mengangkat telepon itu.
“Yoeboseyo?” sapa Sun Li
“Choi Sun Li-ssi? Ini aku Young Bae” sapa Taeyang dari seberang sana. Sun Li mendadak grogi tingkat atas ditelpon tiba-tiba begitu.
“Ne? Waeyo Young Bae-ssi?” Tanya Sun Li kemudian.
“Sepertinya ponsel kita tertukar.” Jawab Taeyang kemudian. Sun Li sudah menduga sebelumnya. Pasti ponsel miliknya tertukar.
“Ne. akupun baru saja menyadarinya tadi.” Kata Sun Li kemudian.
“Bagaimana kalau kita bertemu besok?” Tanya Taeyang, Sun Li seketika terdiam. Otaknya berusaha mencerna.
“Gurae?? Kalau begitu kita ke Lotte World ya??” Tanya Sun Li
“Ne. baiklah kalau begitu. Sampai besok Sun Li-ssi. Anyeong” kemudian Taeyang menutup teleponnya. Sun Li masih terpaku di atas tempat tidurnya.
“omo .. omo .. HOREEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!” teriak Sun Li dari dalam kamar.
“SUN LI !!! KAU PIKIR INI JAM BERAPA!!!” teriak Umma dari bawah.

Sunday , at Lotte World

Sun Li hari itu memakai celana jeans panjang, rambut dikuncir ekor kuda, kaos, dan rompi jeans, juga sneakers.
“Sun Li-ssi,” panggil seseorang dari belakang. Sun Li menoleh dan ternyata Taeyang baru datang.
“Young Bae-ssi,” Sun Li memperhatikan Taeyang dari ujung rambut sampai ujung kaki. Taeyang yang memakai jeans, dengan kaos dan hoodie yang dibiarkannya tidak di sleting. Juga sneakersnya itu.
“Omo omo omo.. keren betul dirimu.” Kata Sun Li dalam hati. *kaga berani ngomong langsung*
“Nah. Sebelum lupa,” kata Taeyang sambil mengubek-ubek saku celananya dan mengeluarkan ponsel milik Sun Li.
“Ne, ini milikmu.” Kata Sun Li sambil ikut menyerahkan ponsel milik Taeyang. Setelah pertukaran ponsel itu. Mereka berdua tiba-tiba kehabisan bahan pembicaraan.
“Hmm.. Karena kita sudah sampai sini, mau mulai dari wahana yang mana dulu?” kata Taeyang sambil kemudian menggandeng tangan Sun Li. Sun Li kaget sekaligus senang. Mereka berdua menghabiskan banyak waktu yang menyenangkan disitu. Tiba-tiba…
“Sun Li???” panggil seseorang dari belakang. Sun Li menoleh ke belakang.
“Mwo?? Min Young??” Sun Li kaget mendapati adik kembarnya ada di tempat ini.
“Kok kau ada disini??” Tanya Min Young.
“Seperti yang kau lihat,” jawab Sun Li sambil menunjuk Taeyang yang ada di sebelahnya. Min Young baru sadar ada Taeyang disitu.
“Kau sendiri? Ada apa berdandan seperti itu?” Tanya Sun Li yang melihat Min Young memakai baju terusan, dan memakai flat shoes.
“Min Young-ssi, nunggu lama ya?” panggil GD dari belakang.
“Ji-Ji Yong-ssi. Ani, aku baru sampai.” Jawab Min Young terbata-bata karena kaget.
“Omo. Cantik sekali kau hari ini.” Kata GD memuji Min Young.
“Jangan bercanda…” kata Sun Li sambil kemudian tertawa. Ingin rasanya Min Young melemparkan tasnya ke arah muka kakak kembarnya itu.
“Aniyo. Aku tidak bercanda, kembaranmu memang cantik Sun Li-ssi” kata GD. Min Young hanya terpana dan mukanya memerah.
“Gu-Gumawo Ji Yong-ssi” kata Min Young pelan. Tapi sepertinya GD tidak mendengarkan, karena saat Min Young berkata begitu, GD menarik tangan Min Young dan mengajaknya untuk berkeliling.
“Sun Li-ssi” panggil Taeyang dari belakang.
“Wa-wa-waeyo??” Sun Li kaget.
“Aku lapar… Kita mampir ke McD yuk.” Kata Taeyang sambil memperlihatkan muka pucat miliknya. Sun Li tahu itu hanya bercanda.

McD

”Annyeonghaseyo, mau pesan apa?” Tanya Pegawai itu.
“Triple Cheese Burger” jawab Taeyang dan Sun Li serempak. Mereka berdua kaget,
“Mwo?” Tanya mereka berdua serempak lagi. Pegawai yang menanyakan pesanan tadi tampak bingung.
“Jadi? Triple Cheese Burger 2?” Tanya pegawai itu kemudian.
“Ne.” jawab Sun Li dan Taeyang serempak lagi. Mereka makan bersama dalam tawa. Entah karena mereka kaget dengan kekompakan mereka yang mendadak itu. *tapi sejujurnya saya memang cinta pada cheese burger apalagi yang triple*

Lotte World 4.00 pm

”Sudah mau sore, sebaiknya aku pulang.” Kata Sun Li kemudian.
“Ne, Gumawo sudah mau menemani hari ini. Rasanya menyenangkan bersamamu.” Kata Taeyang kemudian.
”Cheonmaneyo, ternyata kau juga orang yang menyenangkan.” Kemudian aku mengeluarkan ponselku, menelepon Min Young.
”Min Young, cepat kau ke gerbang Lotte World, sudah saatnya pulang. Atau kau mau diamuk Appa dan Umma? … Ne… Cepat ya.” Sun Li dengan cepat menutup teleponnya.
“Menunggu Min Young?” Tanya Taeyang,
“Ne. Lebih baik pulang berdua daripada sendiri. Betul?” jawab Sun Li.
“Ne. baiklah kutemani sampai Min Young datang.” Jawab Taeyang
“Gurae??” Tanya Sun Li tak percaya. Padahal kalau Taeyang mau pulang, pulang saja. Pada dasarnya Sun Li bisa jaga diri.

15 menit berselang, akhirnya Min Young datang juga.
“Aigo! Lama betul kau!” protes Sun Li.
“Mwo?? Kau pikir Lotte World itu kecil??” Min Young ikut protes.
“Sudah sudah. Kalian ini debat terus ya.” Kata GD berusaha menengahi kedua yeoja itu.
“Ne, Min Young sudahlah, sudah waktunya pulang. Young Bae-ssi, Ji Yong-ssi, anyeong.” Kata Sun Li sambil melambaikan tangannya pada kedua namja itu, dan kemudian menyeret Min Young pulang.

Tomorrow at School

Sonsaengnim masuk sambil membawa seorang namja. Sun Li tidak terlalu peduli awalnya, karena otaknya dipenuhi oleh Taeyang. *ahh ampe sekarang juga begitu*. Tapi saat melihat namja yang merupakan murid baru di kelasnya, Sun Li memutar otaknya berusaha mengingat. Dan kemudian pikiran Sun Li menangkap sesuatu yang berasal dari masa kecilnya, Apakah itu?

TBC~

Advertisements
Categories: chapter | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: