Let’s Falling in Love [part2]

TITLE :: Let’s Falling in Love
AUTHOR :: Choi Sun Li a.k.a Sasha

Cast ::
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwii
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang

as always , please fasten your seatbelt and your popcorn in your hands .. cuz part II will begin ASAP

Sonsaengnim masuk sambil membawa seorang namja. Sun Li tidak terlalu peduli awalnya, karena otaknya dipenuhi oleh Taeyang. Tapi saat melihat namja yang merupakan murid baru di kelasnya, Sun Li memutar otaknya berusaha mengingat.
“Annyeonghaseyo chingu. Cho Kyu Hyun imnida.” Sapa namja itu memperkenalkan diri dan tersenyum pada seluruh murid di ruangan itu dan sukses membuat para yeoja di kelas meleleh, kecuali Sun Li. *taeyang only.. wkwkwkwk**padahal demen juga liat senyum kyu*. Kemudian akhirnya Sun Li mendapatkan salah satu memori masa kecilku.
“Aigo! Kyu Hyun-ah!” teriak Sun Li.
“Sun Li-ya!” balas Kyu Hyun sambil melambaikan tangannya ke arahku. Sun Li kaget bukan main mendapati teman masa kecilnya kembali dari luar negri dan sekolah di SMA yang sama dengannya.
“Ternyata ada yang sudah kenal. Kyu Hyun-ssi pindah dari Amerika. Kemudian ia kembali kemari setelah beasiswa yang diambilnya selesai.” Kata sonsaengnim menjelaskan. Kemudian sonsaengnim mempersilakan Kyu Hyun untuk duduk dan kebetulan tempat duduknya di sebelah Sun Li.
“Sun Li-ya lama tak bertemu.”sapa Kyu pada Sun Li.
“Ne. Apa kabarmu?” Tanya Sun Li kemudian.
“Baik. Apalagi setelah bertemu denganmu lagi.” Jawab Kyu sambil tersenyum. *author lepas kendali liat kyu senyum*
“Ahahahaha. Bisa saja kau.” Kata Sun Li sambil tertawa.
“Hei! Choi Sun Li! Kalau kau memang tidak berniat mendengarkan pelajaranku lebih baik keluar saja.” Tegur sonsaengnim kemudian.
“Aigo! Mianheyo sonsaengnim! Aku janji akan memperhatikan baik-baik.” Kata Sun Li memohon pada sonsaengnim.
“Sebaiknya kita mengobrol lagi nanti saat istirahat. Oke Oke ?” bisik Sun Li pada Kyu. Kyu hanya mengancungkan jempolnya tanda setuju.

Canteen

”Min Young!”, Min Young menoleh ke arah asal suara yang memanggilnya. Ternyata kakak kembarnya. Sun Li berjalan bersama Kyu ke arah Min Young. Sama seperti Sun Li, Min Young kaget bukan main mendapati Kyu ada disitu.
“Omona. Cho Kyu Hyun ? Kapan kau kembali?” Tanya Min Young kemudian.
“2 hari yang lalu aku sudah sampai di Korea, tapi baru masuk sekolah hari ini.” Jawab Kyu sambil tersenyum *senyum mulu, ga cape bang?*
“Ohh..”, Dasarnya Min Young memang tidak terlalu dekat dengan Kyu. Tidak Seperti kakak kembarnya yang memang adalah teman sepermainan.
“Omo omo. Aku lapar, bisakah kita jajan sekarang?” Tanya Sun Li kemudian.
“Oh, jajan saja, aku baru saja selesai makan tadi. Aku kembali ke kelas dulu.” Kata Min Young sambil kemudian melambaikan tangan pada Kyu dan Sun Li, lalu berjalan kembali ke kelas.
Tiba-tiba Sun Li merasakan ponselnya bergetar. Ternyata ada satu sms masuk. Omo, dari Taeyang *author flying flying*

Sun Li-ya, ada yang ingin kubicarakan. Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita bertemu di taman yang dekat sekolahmu itu?

Sun Li sekali lagi dapat kejutan, jutaan pertanyaan berkelebat di otaknya. Memikirkan apa yang nanti akan dibicarakan.
“He? Siapa itu Young Bae?” Tanya Kyu yang ternyata tadi sempat melirik layar ponselku.
“Eh? Eng.. di-dia..” jawab Sun Li gagap karena kaget.
“Namja chingumu ya?” Kyu masi tetap bertanya, sekarang sedikit mengeluarkan aura tidak senang.
“Bu-bukan. Dia bukan namja chinguku.” Jawab Sun Li, spontan wajah Sun Li memerah. Tapi tampak tersirat wajah lega Kyu setelah Sun Li bilang kalau orang itu bukan namja chingunya.
“Ta-tapi, kuharap sih aku bisa jadi yeoja chingunya.” Kata Sun Li kemudian. Kyu yang tadi memancarkan aura lega, secara mendadak auranya berubah jadi tidak senang lagi. Tapi emang dasarnya Sun Li kurang peka masalah aura aura begitu, dia hanya tersenyum malu.
“Aku boleh ikut tidak ?” Tanya Kyu kemudian.
“He? Untuk apa?” Sun Li balik bertanya.
“Aku ingin tahu saja seperti apa calon namja chingumu.” Jawab Kyu sambil tersenyum *devil smile*
“Ngg. Ya, terserah kau sih. Tapi jangan mengolok-olok aku di depannya.” Kata Sun Li kemudian dengan muka yang masih 100% bingung. Kyu seperti menyimpan rencana tersendiri.
After School

Taeyang duduk di bangku taman yang dekat dengan kolam, dari tadi matanya mencari-cari sosok Sun Li, dan sesekali ia melirik jam tangan.
“Mungkin sebentar lagi” pikir Taeyang kemudian.
“Young Bae-ya!” panggil Sun Li dari belakang, Taeyang menoleh dan agak sedikit kaget melihat yeoja yang ditunggunya datang bersama seorang namja.
“Mi-mianheyo. Aku terlambat.” Kata Sun Li dengan napas terengah-engah.
“Gwe-gwechana” Taeyang tampak bingung. Seketika otaknya blank dan tidak tahu harus bicara apalagi. Kyu menatap Taeyang dengan pandangan dingin.
“Sun Li-ya, siapa dia?” Tanya Taeyang kemudian.
“Eh? Oh.. ini temanku semasa kecil. Namanya…” belum selesai Sun Li bicara, Kyu sudah melanjutkan,
“Cho Kyu Hyun imnida.” Kata Kyu sambil memperkenalkan diri.
“Dong Young Bae imnida,” Taeyang menyambut uluran tangan Kyu dan kemudian mereka berdua bersalaman.
“Hoo. Jadi kau namja yang disukai Sun Li.” kata Kyu kemudian, sontak wajah Sun Li memerah.
“Aigo! Kyu Hyun-ah! Apa maksudmu berbicara seperti itu.” Sun Li benar-benar belum siap kalau sampai Taeyang tahu perasaannya.
“He? Apa aku salah?” Tanya Kyu sambil tersenyum dengan senyum yang dipaksakan pada Sun Li. Sun Li sontak tak bisa bicara apa-apa lagi. Ingin rasanya dia pergi dari tempat itu. Dan sepertinya kakinya menurut. Dengan sekejap ia berlari meninggalkan tempat itu.
“Sun Li-ya!” Taeyang berteriak memanggil yeoja itu, dan kemudian mengejarnya, meninggalkan Kyu yang berdiri terdiam dengan wajah kesal.

Sementara itu di tempat lain…

Min Young duduk suatu café, sesekali ia melirik ponselnya untuk mengecek jam.
“masih 5 menit lagi. Mungkin aku datang terlalu cepat.” Pikir Min Young. Tiba-tiba sekelilingnya menjadi gelap, kedua matanya ditutup oleh tangan seseorang.
“Tebak siapa?” kata seseorang dari belakang. Memang sudah berusaha dibedakan, tapi Min Young tahu betul itu suara GD.
“Ji Yong-ah, aku tahu itu kau.” Jawab Min Young kemudian.
“Omo. Padahal aku sudah berusaha mengubah suaraku.” Kata GD kecewa karena tidak berhasil menipu Min Young. Kemudian GD duduk dan memesan minuman.
“Cepat sekali kau datang.” Kata GD kemudian.
“Bukankah lebih baik menunggu dari pada membuat orang lain menunggu?” jawab Min Young sambil meminum minumannya. GD memang tidak menjawab, tapi pada dasarnya ia setuju dengan ucapan yeoja itu. Sebenarnya, Min Young sukses membuat GD terpesona, bawaannya yang tenang selalu menghanyutkan GD yang memang agak overaktif.
“Mi-min Young-ah” panggil GD pada Min Young,
“Ne?” jawab Min Young.
“Ka-kau su-sudah punya namja chingu?” Tanya GD yang mendadak gagap.
“Belum. Waeyo?” jawab Min Young polos. Raut wajah GD berubah jadi senang.
“Ka-kalau begitu. Maukah kau jadi yeoja chinguku?” Tanya GD kemudian. Min Young kaget bukan main.
“He?” hanya itu yang keluar dari mulutnya.
”Hmm.. begini, a-aku suka padamu. Entah kenapa bawaanmu yang tenang benar-benar membuatku terpesona.” Aku GD. Min Young bingung mau jawab apa. Sejujurnya dia ingin jingkrak-jingkrak saat itu. Dan bahkan jantungnya pun nyaris loncat. *intinya sih seneng bukan main*
“Ji Yong-ah,” panggil Min Young,
“Tentu saja aku mau.” Jawab Min Young sambil tersenyum.
“Gurae???” Tanya GD tak yakin
“Ne.” jawab Min Young sambil mengangguk. GD sekarang benar-benar tidak dapat menahan kebahagiaannya, dengan cepat ia memeluk Min Young.
“Gumawo Min Young-ah! Jeongmal Gumawoyo!” kata GD pada Min Young.

Back to the Park at the same time

Sun Li bersenmbunyi di balik semak-semak. Nyaris saja dia menangis. Tidak dapat dibayangkan betapa malunya dia, perasaannya terbongkar dengan mudah.
“Sialan kau Kyu…” pikir Sun Li dalam hati sambil terus mengutuki teman kecilnya itu.
”Ketemu.” Kata seseorang dari belakang. Sun Li yang kaget seketika langsung terlonjak kaget.
“Ini aku.” Kata Taeyang. Sun Li yang tadi mukanya pucat, menjadi agak lega.
“Mi-mian. Aku pikir sesuatu yang tak berwujud.” Kata Sun Li kemudian.
“Gwechana.” Jawab Taeyang singkat. Sun Li bingung harus bicara apa lagi.
“Yo-Young Bae-ya” panggil Sun Li kemudian,
“Ne?” jawab Taeyang.
“Mi-mianheyo soal yang tadi. Soal yang Kyu bicarakan.” Kata Sun Li kemudian, menekan seluruh rasa malunya tadi.
“Gwechana. Lagipula, setidaknya aku senang kalau ternyata perasaanmu seperti itu.” Kata Taeyang kemudian. Sun Li kaget sekarang.
“M-Mwo??” Tanya Sun Li kaget. Baru saja ia mendongakkan kepalanya yang tadi tertunduk karena malu, Taeyang kemudian menciumnya *author napsunya keluar*. Sun Li terdiam terpaku.
“Dengar Sun Li-ya…” Taeyang angkat bicara setelah selesai mencium yeoja itu.
“Aku suka padamu. Kau berbeda dari yeoja-yeoja yang selama ini mendekatiku. Dirimu begitu apa adanya. Dan entah kenapa bersamamu terasa menyenangkan. Dan aku senang menghabiskan waktu bersamamu.” Kata Taeyang pada Sun Li. *author ngefly dulu ya*
Sun Li tidak dapat bicara apa. Tapi kemudian ia melingkarkan kedua tangannya ke leher Taeyang dan memeluk namja itu. Tak perlu dikatakan dengan kata-kata, sepertinya semua sudah jelas kan?

Home at 8.00 pm

Sun Li dan Min Young berpapasan di depan pintu kamar masing-masing. Keduanya saling menyungginggkan senyum kemenangan.
“Aku sudah dapat namja chingu.” Kata keduanya serempak. Sontak mereka berdua bingung sendiri.
“Mwo?” kata keduanya serempak (lagi).
“Huh, pasti aku duluan.” Kata Min Young kemudian.
“Mwo? Jangan seenaknya bicara kau.” Kata Sun Li protes.
“Maaf saja, tapi aku mendapatkan namja chinguku jam 5 sore tadi.” Kata keduanya serempak. Raut muka mereka kembali bingung. Dan sekarang mereka saling berpandangan.
“Hey! Jangan ikut-ikut kau!!” seru Min Young protes.
“Mwo!! Kau kan lahir 5 menit setelah aku!! Berarti kau yang ikut-ikut aku!!” seru Sun Li ikut protes.
“KALIAN BERDUA BERISIK!!!” seru Umma dari lantai bawah. Seketika kedua yeoja kembar itu terdiam.
“Tapi Sun Li,” panggil Min Young kemudian, Sun Li menoleh sebelum masuk ke kamar.
“Kau tidak lupa tentang kejadian kau dulu dengan Kyu kan?” Tanya Min Young kemudian. Raut wajah Sun Li kemudian berubah bingung.
“Kejadian apaan?” Tanya Sun Li pada Min Young.
“Ah babo kau!” seru Min Young kemudian masuk ke kamar, meninggalkan Sun Li yang bingung sendiri dengan pertanyaan itu.
“Memangnya kejadian apa yang dimaksud Min Young?” pikir Sun Li.

Di tempat lain, Kyu memandang keluar jendela dengan pandangan kosong. Ada rencana sendiri yang sedari tadi dipikirkannya.
“Lihat saja Choi Sun Li, akan kubuat kau tidak bahagia.” Seru Kyu dalam hati.

TBC ~

Advertisements
Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: