Let’s Falling in Love

Extra Cast ::

Cho Kyu Hyun a.k.a Kyu SUJU
Jung Min Chan a.k.a Marsha onni

Let’s begin part III .. XD

“Ya! Sun Li! Bangun!” seru Min Young pada kakak kembarnya yang masih tertidur pulas. Padahal sudah jam 7 pagi. Min Young mencoba segala cara membangunkan kakaknya itu. Tapi tak kunjung juga bangun. *emang dasar turunan kebo* *PLAK*. Akhirnya, Min Young turun kebawah, mengambil jatah sarapan Sun Li. kebetulan saat itu umma membuat ayam goring bumbu kesukaan kakaknya. “Lucky.” Pikirnya dalam hati. Ia kembali ke kamar Sun Li, mengambil kipas, dan mengibaskan asap harum makanan itu ke arah wajah Sun Li. Sun Li yang tertidur pulas dengan cepat bereaksi. Matanya seketika terbuka dan nyaris menyergap adik kembarnya.
“AYAM GORENG!!!! *kok macam di upin ipin???*” seru Sun Li sambil menyergap adiknya. Beruntung dengan cepat Min Young menghindar dari sergapan kakak kembarnya dan Sun Li dengan sukses mendaratkan wajah dan tubuhnya ke lantai.
“Cepat mandi kau kebo. Kita nyaris terlambat” kata Min Young sambil meninggalkan kamar Sun Li dan kembali ke ruang makan. Sun Li masih terkapar di atas lantai. Kemudian ia berdiri dan bergegas mandi. 15 menit kemudian ia sudah berada di ruang makan dan sarapan dengan kecepatan penuh. Kemudian mereka berdua berangkat ke sekolah.

At School

Sun Li dan Min Young berlari-lari di koridor. 5 menit lagi sonsaengnim akan masuk dan mengabsen. Min Young sampai duluan di kelasnya, sedangkan Sun Li yang kelasnya berbeda dengan adik kembarnya terus berlari ke arah kelasnya yang terletak di ujung. Dan akhirnya ia sampai dengan selamat. Napasnya terengah-engah di depan pintu kelas.
“Sun Li-ya? Sedang apa kau berdiri di depan pintu?” Tanya Kyu yang ada tepat di depan Sun Li.
“Aku.. Telat.. seperti yang kau lihat.” Jawab Sun Li dengan napas terengah-engah.
“Ohh..” jawab Kyu singkat, kemudian Sun Li berjalan menuju tempat duduknya dan beruntung karena setelah dia duduk, sonsaengnim baru datang. Pelajaran berjalan seperti biasa, sampai kemudian saat istirahat…
“Kyu Hyun-ah, mau ke kantin?” Tanya Sun Li pada Kyu. Kyu yang tadi sedang menulis kemudian meletakkan pensilnya dan mengangguk. Sun Li dan Kyu jalan berdua menuju kantin, sampai kemudian mereka berdua berpapasan dengan Min Young.
“Annyeong,” sapa Kyu sambil tersenyum,
“Annyeong, ke kantin?” Tanya Min Young. Kyu dan Sun Li menjawab dengan mengangguk.
“Ohh.. kalau begitu sampai nanti…” kata Min Young kemudian berlalu. Sun Li menatap adik kembarnya dengan tatapan bingung.
“Tumben…” pikir Sun Li dalam hati. Sementara itu Min Young yang jalan dalam diam, “Babo kau Sun Li, bisa-bisanya kau melupakan hal itu.” Pikir Min Young sambil mengkhawatirkan kakak kembarnya.
Sun Li dan Kyu berjalan ke kantin sambil bercanda. Tapi tanpa Sun Li sadari, tampak kehampaan di mata Kyu. Mungkin wajahnya tertawa, tapi hatinya tidak.

5 bulan lamanya Taeyang dan Sun Li menjalin hubungan. Sun Li yang akhirnya mendapatkan namja idamannya, dan Taeyang yang akhirnya menemukan yeoja yang mengerti dirinya dan tulus menyayanginya *lalala… author melting ….*.

At Park

Saat itu Taeyang dan Sun Li sedang mengobrol sambil duduk di bangku taman.
“Young Bae-ya, aku haus apa kau mau minum?” Tanya Sun Li menawarkan.
“Ne. Boleh saja” jawab Taeyang.
“Kalau begitu biar aku yang beli.” Jawab Sun Li sambil kemudian pergi mencari mesin penjual minum.

Sun Li berlari kecil ke arah mesin penjual itu yang letaknya dekat dengan minimarket. Setelah membeli 2 minuman kaleng, ia kembali berjalan ke arah taman tadi. Tak disangka-sangka, ia bertemu dengan Kyu saat sedang berjalan menuju tempat namja chingunya menunggu.
“Eh? Kyu Hyun-ah, sedang apa kau di si–“ belum selesai Sun Li bicara, tiba-tiba Kyu memeluknya. Sun Li kaget, tapi ia tidak bisa melepaskan diri, namja itu memeluknya terlalu erat.
“Ya! Apa yang kau lakukan.” Sun Li berusaha berontak.
“Sun Li-ya saranghae” kata Kyu pelan, Sun Li sontak terdiam dan tidak mengerti apa maksudnya bicara seperti itu.

Sementara itu, Taeyang merasa kalau sepertinya yeoja chingunya terlalu lama, karena menurut yang dia ingin, tempat beli minum tidak sejauh itu. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul yeoja itu. Tapi saat berjalan, dia melihat sepasang namja dan yeoja sedang berpelukan. Dia tidak memperdulikan karena dia hanya focus menyusul yeoja chingunya jadi dia lewat saja. Sedangkan, Sun Li yang sadar Taeyang lewat, tapi tidak mempedulikannya mengira kalau Taeyang bermaksud untuk pulang meninggalkannya, untuk kesekian kalinya dia berusaha dan berhasil. Ia mengejar Taeyang dan meninggalkan Kyu yang beridiri terdiam. Sun Li melihat Taeyang di seberang jalan, Ia melihat kiri dan kanan, tak ada mobil.
“YOUNG BAE-YA!!” teriak Sun Li memanggil, Taeyang yang saat itu sedang memakai headphone, merasa ada yang memanggil. Sun Li berlari menyebrang jalan besar itu. Taeyang menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya, dan saat itu juga seketika waut wajahnya berubah pucat.

Di lain tempat

Min Young yang sedang duduk di café dan sedang menyeruput teh, mendadak merasakan sesuatu yang tidak enak. Entah kenapa hatinya berdebar. Ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang.
“Ini jarang sekali terjadi, apa terjadi sesuatu pada si bodoh itu?” pikir Min Young yang seakan merasa mendapatkan telepati.

Back to Sun Li’s

Taeyang benar-benar merasa seperti mengalami mimpi buruk yang bahkan mungkin benar-benar buruk. Saat menoleh, dia benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri, tubuh mungil yeoja yg disayanginya tergeletak dengan darah segar di sekelilingnya. Dengan segera dia berlari menghampiri tubuh Sun Li yang tergeletak tak sadarkan diri.
“Sun Li-ya!! Sun Li-ya!!!” serunya memanggil manggil nama yeoja itu. Taeyang panic, dengan segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ambulans.

@ Hospital

Min Young, Taeyang, dan GD saat itu terduduk di ruang tunggu di rumah sakit. Min Young sejak tadi merasakan firasat buruk akan saudara kembarnya tidak tahu harus mengatakan apa.
“Aku mau menelpon sebentar” kata Min Young kemudian sambil berjalan keluar rumah sakit. Di luar, ia segera mengeluarkan ponselnya.
“Kyu Hyun-ah, dimana kau sekarang? Ada yang ingin kubicarakan. Baiklah aku kesana sekarang.” Kata Min Young sambil kemudian memutuskan telepon. Dan berjalan ke taman tempat Kyu menunggu.

@ Park

Kyu duduk di bangku taman depan air mancur. Entah apa yang ia pikirkan. Tak ada yang tahu.
“Annyeong.” Panggil seseorang dari belakang. Kyu menoleh, ternyata itu Min Young.
“Ah, Min Young-ah. Duduklah.” Kata Kyu sambil mempersilakan Min Young duduk di sebelahnya.
“Ada yang mau kau bicarakan?” Tanya Kyu kemudian. Min Young mengangguk.
“Kau, masih menyukai kembaranku ?” Tanya Min Young kemudian. Kyu hanya terdiam dan Min Young tahu jawabannya.
“Aku sarankan. Sebaiknya kau lupakan masa lalu. Semua orang berubah seiring berjalannya waktu. Sun Li punya kehidupannya sendiri sekarang. Dan kau masih terbelenggu masa lalu. Sebaiknya kau lupakan kakak kembarku. Oiya, Sun Li masuk rumah sakit. Dia kecelakaan. Kalau ada waktu tengoklah dia.” Jelas Min Young dan kemudian pergi pulang setelah pamit.

Kyu masih duduk, memikirkan kembali kata-kata Min Young. Saat sedang merenung. Tiba-tiba seorang yeoja jatuh di depan matanya. Kyu menghampiri dan membantu yeoja itu.
“Gwechana?” Tanya Kyu
“Ne. Gumawo.” Jawab yeoja itu, kemudian dia meraba-raba tanah di bawahnya seakan mencari sesuatu. Kyu bingung dengan yang dilakukan yeoja itu.
“KONTAK LENS KU JATUH!!!” seru yeoja itu dengan tampang panic. Kyu benar-benar jantungan dibuatnya.
“Huweeee kontak lensku jatuh!” seru yeoja itu masih panic.Kyu kemudian menunduk ke bawah bermaksud membantu dan kemudian tampak diduga saat ia menunduk ia menemukan sesuatu yang berkilau.
“Ini maksudmu ?” Tanya Kyu kemudian menunjuk ke arah sesuatu yang berkilau tadi.
“NE ! NE ! INI DIA!” seru yeoja itu senang. Kemudian yeoja itu mengambil kontak lensnya. Dan memasukkan ke tempatnya.
“Jeongmal Gumawoyo !!” kata yeoja itu sambil kemudian membungkukkan badannya. Dan bergegas pergi. Kyu hanya meratapi kepergian yeoja yang sifatnya tidak terduga-duga itu.
“Oh iya, sebaiknya aku mampir ke rumah sakit” pikir Kyu kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah sakit.

@ Hospital

”saudaramu memang tidak terluka terlalu parah, tapi kepalanya membentur aspal cukup keras. Mungkin akan mengalami gegar otak ringan. Tapi tidak apa-apa dia tidak akan amnesia.” Jelas Dokter itu pada Min Young. Min Young hanya mengangguk. Kemudian Min Young masuk ke kamar rawat Sun Li diikuti Taeyang dan GD. Baru kali ini ia melihat kakak kembarnya terbaling lemah. Yang ia tahu, selama ini kakak kembarnya itu selalu anti dengan rumah sakit. Karena itu, dari kecil tak pernah sekalipun Sun Li masuk rumah sakit. Dan baru kali ini saja.
“Kalian sebaiknya pulang, biar aku saja yang jaga.” Kata Taeyang kemudian. *asek asek dijagain taey* XDD. Kemudian Min Young diantar pulang oleh GD. Taeyang mengambil bangku dan duduk di sebelah tempat tidur Sun Li. Digenggamnya tangan yeoja itu. Dan berdoa dalam hati berharap agar yeoja itu cepat sadar.

Di luar pintu, Kyu menatap sepasang kekasih itu. Ia kemudian menyadari kata-kata Min Young benar. Tidak mungkin dia bisa masuk ke kehidupan Sun Li sekarang. Mungkin masuk, tapi tak lebih dari teman baik.
“Omo.. kau yang tadi ya?” Tanya seorang yeoja. Kyu menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
“He? Kau yang tadi kehilangan kontak lens? Sedang apa kau disini?” Tanya Kyu kemudian.
“Bagaimana kalau kita mengobrol di kantin rumah sakit?” tawar yeoja itu.

@canteen

”Oh iya, Jung Min Chan imnida.” Kata yeoja itu sambil mengulurkan tangannya.
“Kyu Hyun imnida” jawab Kyu sambil membalas uluran tangan Min Chan.
“Lalu, sedang apa kau disini?” Tanya Kyu kemudian.
“Ummaku dirawat disini.” Jawab Min Chan sambil menyeruput kopinya.
“Ow? Sakit apa?” Tanya Kyu lagi.
“Kanker otak. Tapi masih stadium awal.” Jawab Min Chan sambil tersenyum berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
“Jadi kau setiap hari kemari untuk menjaganya?” Tanya Kyu
“Aniyo, kadang aku harus bekerja. Karena aku harus membayar biaya rumah sakit. Appaku sudah tidak ada. Dan aku tinggal berdua dengan Ummaku. Sedangkan tabungan keluarga habis digunakan untuk membayar sekolahku.” jelas Min Chan panjang lebar mengenai dirinya. Kyu menangkap sosok seorang gadis tegar pada yeoja itu, dan entah kenapa ia kagum.
Mereka mengobrol seru malam itu. Dan saat hamper larut, Kyu pamit dan pulang menuju rumahnya. Di kamar ia kembali memikirkan kata-kata Min Young.
“Mungkin memang sudah saatnya aku keluar dari masa lalu.” Pikirnya kemudian. Entah kenapa sudut hatinya masih merasa penasaran pada sosok Jun Min Chan.
“Mungkin sebaiknya aku sering sering ke rumah sakit.” Pikirnya kemudian. Dan kemudian tertidur.

TBC~

Advertisements
Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: