Oppa ! Please Look At Me! [end]

AUTHOR : Choi Sun Li a.k.a Sasha
TITLE : Oppa ! Please Look At Me !

CAST :
Choi Sun Li a.k.a Author
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Yuri SNSD
Choi Min Hwan a.k.a Minhwan FT Island

Yak sodara sodari … akhir kata saya ucapkan , selamat menikmati (?) ..
Please fasten your seatlbelt, and ready your popcorn XD

Sun Li berjalan menyusuri jalanan yang sepi menuju halte bus pagi itu. Untung saja hari ini dia tidak kesiangan, jadi dia tidak perlu berlari mati-matian seperti kemarin. Lagipula dia baru sembuh, tak mungkin lari-lari lagi <– bisa dibunuh emak

5 menit berlalu, akhirnya bus yang akan dinaiki Sun Li datang. Ia naik dan mengambil tempat duduk favoritnya. Di paling belakang di samping jendela. Sun Li duduk dan menyenderkan kepalanya ke jendela bus kemudian memejamkan matanya. Udaranya cukup dingin pagi itu, membuat mata Sun Li terasa berat dan tanpa sadar ia tertidur.

Taeyang POV

“Sial, kenapa lagi motorku ini???” gerutuku saat sedang berusaha menghidupkan mesin motor yang tak kunjung nyala.
“Kenapa lagi motormu?” Tanya hyung yang tiba-tina sudah muncul di balik pintu garasi.
“Mollaseyo hyung. Rasanya kemarin tidak ada apa-apa.” Aku kembali mengeluh dan mencoba menstater motorku. Tapi tetap saja tak mau menyala. Akupun mendecak kesal.
“Kalau kau begitu terus, aku berani jamin kau akan terlambat, lebih baik kau naik bus saja. Kalau berangkat ke halte bus sekarang mungkin masih keburu.” Kata hyung memberiku jalan keluar. Aku yang juga tahu kalau tidak mungkin naik motor, akhirnya mengambil tasku dan bergegas menuju halte bus yang dimaksud oleh hyung.
Aku duduk di halte dengan headphone menutupi kedua telingaku. Karena kupikir akan lama bus akan lama, tadinya aku sudah siap siap meminta tumpangan pada temanku. Tapi ternyata Dewi Fortuna masih menyayangiku, tak sampai 15 menit aku menunggu, bus yang ditunggu sudah datang. Aku naik ke dalam bus itu dan mencari tempat duduk. Tak sadar mataku menangkap sosok Sun Li yang duduk di bangku paling belakang. Kudatangi dia yang duduk di paling belakang.
“Dia tidur?” pikirku. Akupun duduk di sebelahnya. Perjalanan ke sekolah kalau dengan angkutan umum seperti ini biasanya memakan waktu sekitar 15 menit. Di bus ini tidak terlalu ramai.
“Oppa…” , aku kaget karena tiba-tiba lengan bajuku ditarik, dan aku menoleh ke sumber suara. Ternyata Sun Li mengigau <– kebiasaan tah…
Kepala Sun Li tiba-tiba berpindah dari menyender di jendela dan sekarang jadi menyender di pundakku. Sekarang dia sekali lagi menarik lengan bajuku. Seolah olah dia memanggil.
“Young Bae oppa… jeongmal saranghae…” ucapan itu keluar dari mulutnya. Entah apa mimpinya. Tapi aku kaget dan diam saja mendengarnya.
“Aku harus apa?” pikirku bingung.

Taeyang POV End

Sun Li perlahan-lahan membuka matanya. Ia merenggakan badannya sedikit dan menguap sedikit.
“Omo~ aku ketiduraaaan~” kata Sun Li kemudian.
“Untung kau bangun. Sebentar lagi kita sampai sekolah.” Kata seseorang yang suaranya sudah sangat dikenal Sun Li. Dengan cepat Sun Li menoleh dan mendapati Taeyang berada di sebelahnya.
“Aigo!!! Oppa !! apa yang kau lakukan disini???” Tanya Sun Li kaget.
“Aku mau ke pasar.” Jawab Taeyang kemudian, alis Sun Li kemudian terangkat,
“Ha? Mau apa?” Tanya Sun Li bingung. Taeyang tertawa, tak menyangka kalau Sun Li dengan polosnya percaya akan perkataannya.
“Ya tidaklah ! aku mau ke sekolah. Motorku mendadak rusak, karena itu aku naik bus.” Jawab Taeyang kemudian. Raut wajah Sun Li kembali seperti semula.
“Ohh…” Sun Li membulatkan bibirnya. Kemudian bus berhenti di halte dekat sekolah mereka. Sun Li melihat jamnya sebentar dan kemudian berjalan keluar dari bus. Tapi kemudian dia masuk lagi, dan menongolkan wajahnya dari pintu bus,
“Oppa , ayo kita kan sudah sampai.” Ajak Sun Li. Taeyang baru sadar kalau sudah sampai kemudian mengambil tasnya dan bergegas turun. Taeyang dan Sun Li berjalan berdua. Entah kenapa terkadang semua obrolan mereka mengalir dan nyambung-nyambung saja. Sampai kemudian mereka pisah di tangga, Taeyang yang kelas 2 kelasnya di atas, sedangkan Sun Li yang kelas 1 di bawah.
“Oh Tuhan terima kasih doaku terkabul” kata Sun Li sambil mengatupkan tangannya. Dan berjalan ke kelasnya dengan tampang sumringah. Tapi jauh dari tempat Sun Li berdiri. 3 yeoja memperhatikannya dengan tampang marah mereka.
“Yuri, bagaimana kalau kita mulai singkirkan dia?” Tanya yeoja yang satu.
“Ne. aku setuju. Aku muak dengannya. Seenaknya saja dia dekat-dekat dengan Young Bae oppa. Tidak tahu malu.”, yeoja yang lain angkat bicara.
“Diamlah kalian semua. Aku tahu apa yang akan kulakukan.” Kata Yuri kemudian yang seakan punya rencana tersendiri.

di kelas…

Sun Li yang terlihat sedang ngobrol dengan Hyun Ri.
“Sun Li-ssi, katanya kau dipanggil guru.” kata seorang teman sekelas.
“Gurae? Dipanggil kemana?” Tanya Sun Li kemudian.
“Kalau tidak salah tadi dibilangnya di kelas lama yang biasa dipakai untuk ujian susulan.” Jawabnya. Sun Li masih dengan tampang bingung.
Sun Li berjalan menuju tempat yang dimaksud. Saat membuka pintunya, kelas itu gelap. Sun Li berjalan masuk bermaksud mencari siapa yang memanggilnya. Tiba-tiba seseorang menutup pintunya. Sun Li kaget dan menoleh ke arah pintu. Lampu dinyalakan, dan jeng jeng jeng jeng… Yuri berada tepat di depan pintu itu.
“Annyeonghaseyo Sun Li-ssi. Ternyata kau benar-benar datang.” Sapa Yuri sambil tersenyum. Senyum palsu yang paling dibenci Sun Li.
“Mau apa lagi kau?” Tanya Sun Li kemudian.
“Ssstt.. Ssttt.. sebelum kau banyak bicara lebih baik disambut dulu.” Jawab Yuri dan kemudian menjetikkan jarinya. Dengan segera 2 orang yeoja temannya itu mengikat tangan Sun Li , membuat Sun Li tak bisa bergerak.
“Hei! Apa-apaan kalian! Lepaskan !!” seru Sun Li sambil meronta-ronta.
“Yah.. sudah kuduga akan repot.” Yuri mengeluarkan sapu tangannya dan menyemprotkan parfum yang berbau coklat *bayangin aja nyemprotin axe yang coklat*. Dan membekap Sun Li dengan itu. Sun Li sudah pasti tidak kuat dengan bau yang baginya mematikan. Jadi sudah dapat dipastikan dia pingsan dengan sukses.
“Untunglah, tidak usah mahal-mahal pakai obat bius. Parfum ini saja sudah cukup” kata Yuri puas.

30 menit kemudian

“Hey! Bangun kau!” teriak seseorang sambil menepuk wajah Sun Li. Sun Li perlahan membuka matanya. Kepalanya masih pusing karena bau coklat tadi. Di depan Sun Li berdiri Yuri dan para 2 pelayannya. Di tempat itu agak remang, Sun Li diikat di kursi. Entah apa maksud Yuri melakukan itu.
“Yuri , bolehkah aku melakukannya?” Tanya seorang yeoja.
”Lakukan saja.” Jawab Yuri santai. Yeoja itu tersenyum licik. Tanpa basa basi lagi ia menampar Sun Li keras-keras. <– awas lu gw bales nanti.
Sun Li yang masih pusing tidak dapat melawan, lagipula tangannya diikat. Kemudian yeoja yang lain mulai memukulnya juga. Dan ketiga yeoja itu mulai melampiaskan kekesalan mereka.

7.30 pm

Ponsel Taeyang tiba-tiba bergetar. Taeyang melihat ponselnya ada telpon masuk.
“Yoboseyo?” sapa Taeyang.
“Young Bae-ssi, aku Hyun Ri teman Sun Li. Apa kau lihat Sun Li tadi siang??” jawab si penelpon yang ternyata Hyun Ri <– heh dapet dri mana lu nomer hapenya??? *PLAK*
“Ha? Mollaseyo. Aku tidak bertemu lagi sejak masuk sekolah tadi.” Jawab Taeyang kemudian. Tapi otaknya segera merasakan ada sesuatu yang tidak beres disini. Dan dulu pernah seperti ini.
“Mungkinkah…” kata Taeyang tiba-tiba setelah mendapatkan sesuatu.
“Mwo? Kau bicara apa?” Tanya Hyun Ri yang tidak terlalu mendengar.
“Aniyo.” Jawab Taeyang sedangkan otaknya masih terus berpikir.
“Yasudahlah kalau begitu. Gomawo.” Kata Hyun Ri sambil buru buru memutus telpon. Setelah itu, Taeyang dengan segera mengambil jaketnya dan pergi ke tempat yang menurutnya disitulah Sun Li berada.

Di Gudang Sekolah

“Hey. Sudah saja?” kata salah satu ‘pelayan’ Yuri.
“Iya, tidak ramai ah. Dia sudah tidak sadarkan diri.” Kata ‘pelayan’ yang lain. Sedangkan korban mereka sepertinya benar benar tidak sadrkan diri <– nanti gw bales tau rasa.
“sebaiknya aku memberikan sentuhan terakhir untuknya.” Yuri menggenggam kerah baju Sun Li dan bersiap melayangkan tinjunya. Sampai tiba-tiba …

BRAK!!

Pintu gudang akhirnya terbuka setelah didobrak dengan paksa oleh Taeyang. Yuri dan para pelayannya menoleh ke asal suara dan terkejut mendapati Taeyang disitu.
“Yuri!! Lagi lagi kau!!” seru Taeyang. Sudah kesekian kalinya Yuri seperti itu. Dengan seenaknya dia menyiksa orang hanya karena orang itu mengagumi Taeyang. Dulu pernah ada kejadian seperti ini. Setelah Yuri melakukan ini, yeoja itu jadi trauma sampai akhirnya pindah sekolah. Dan sekarang terulang lagi.
“Kenapa kau lakukan ini lagi?? Dan apa maumu??” bentak Taeyang pada yeoja itu. Sungguh habis kesabarannya menghadapi sifat seenaknya Yuri.
“Apalagi? Karena dia mendekatimu kan?” jawab Yuri santai *author sedia parang*
“Ha? Sadarlah. Kita tidak ada hubungan apa-apa!” Taeyang menekankan kata-katanya. *author dukung taeyang pake pompom*
“Mwo?? Aku tidak peduli. Kalau aku tidak bisa, maka orang lainpun tak boleh.” Jawab Yuri ngotot.
“Sudahlah. Selama ini aku muak dengan sikapmu itu. Kau manja dan seenaknya. Bahkan kau selalu menghakimi orang lain.” Taeyang membalas dengan nada mulai marah. *author tambah sorak sorak* *KEMON YEOBO KEMON!!!* *author ditabok readers gara’’ berisik*
Yuri terdiam sekarang. Karena mulai merasa digertak. Ia tidak bisa membalas.
“Ayo pergi!” kata Yuri sambil mengajak kedua sekutunya. Taeyang mendapati Sun Li yang babak belur. Wajahnya lebam-lebam. Sepertinya habis dipukuli. Tapi yeoja itu tidak sadarkan diri. Taeyang segera melepaskan ikatan-ikatan tali yang mengikat Sun Li. Kemudian dibopongnya yeoja itu ke klinik terdekat.

#BackSound : 4minute – Creating Love

Sun Li tampak mulai sadarkan diri. Dia mengaduh-aduh, mengetahui dirinya sudah bonyok dihajar Yuri cs. Wajahnya lebam-lebam. Pipinya diperban.
“Sialan. Kubalas mak lampir itu nanti.” Kata Sun Li sambil memegangi pipinya. Sun Li mengedarkan pandangannya.
“ini dimana? Seperti di klinik saja.” Pikir Sun Li dalam hati *emang di klinik bego* *PLAK*
Tiba-tiba pintu terbuka dan Taeyang masuk ke dalamnya sambil memakan roti dan membawa kantung plastik yang sepertinya berisi makanan.
“Kau sudah sadar?” kata Taeyang yang kaget melihat Sun Li sudah sadar dan kelihatan kebingungan.
“kenapa oppa ada disini?” Tanya Sun Li bingung.
“Yah… ceritanya panjang… oiya, Sun Li-ssi.” Panggil Taeyang, Sun Li hanya membalas dengan tatapan kebingungan.
“Mianheyo.” Kata Taeyang kemudian.
“Mwo? Oppa kau kan tidak salah apa-apa.” Sun Li gelagapan. Taeyang kemudian menawarkan makanan yang tadi dibelinya. Sun Li menerima dan mulai mengoprek kantung plastik yang berisi makanan itu.
“Tenang saja, tidak ada coklatnya.” Kata Taeyang dan Sun Li pun menghela napas lega. <– sepertinya tambah alergi coklat
“Nah ini dia… ternyata ada.” Kata Sun Li girang. Ia mengeluarkan susu kotak rasa stroberi dan roti melon isi selai stroberi. <– stroberi lover
Sun Li makan dengan lahap. Coklat mungkin alergi tapi kalau stroberi, tak ada yang isa menghalanginya untuk memakan stroberi kesukaannya.
“Aku mau Tanya, apa setelah kejadian tadi kau masih mau sekolah?” Tanya Taeyang. Sun Li memperhatikannya dengan mulut masih penuh roti melon. Sun Li berpikir sejenak, kemudian mengunyah sampai habis roti melon di mulutnya dan menelannya.
“Ha? Tentu saja. Kenapa aku harus tidak sekolah?” Sun Li balik bertanya sekarang. Taeyang cukup terkejut dengan jawabannya.
“Ohh… aku tahu kenapa oppa bertanya begitu. Oppa pasti berpikir aku akan takut pada Yuri? Sejujurnya aku malah ingin membalasnya.” Jawab Sun Li kemudian sambil meninju-ninju bantalnya. Taeyang hanya tertawa melihatnya, tak menyangka ada orang seperti Sun Li. Setelah mereka mengobrol sebentar, akhirnya Sun Li minta untuk pulang. Dan kemudian Taeyang mengantarkan Sun Li sampai ke depan rumahnya.

Beberapa bulan berlalu, sampai pada tanggal 17 Mei malam …
Sun Li masih berkutat dengan bolpen dan kertasnya malam itu. Entah apa yang ditulisnya, tapi wajahnya berseri-seri. Setelah selesai, ia kemudian memasukkan semuanya ke dalam sebuah kotak. Dan membungkusnya.
“yap. Selesai sudah semuanya… tinggal memberikannya.”

18 Mei

“oppa! Saengil Chukkae hamnida!” seru Sun Li saat bertemu dengan Taeyang di sekolah. Sun Li menghampiri kelas Taeyang hanya untuk memberikan kotak yang semalam sudah dipersiapkannya.
“Ye. Gomawo Sun Li-ya.” Taeyang menerima hadiah itu. Dengan wajah penasaran ia memutar-mutar kotak itu berusaha menebak apa isinya.
“Jangan dibuka sampai kau tiba di kamarmu. Bukalah saat sendirian. Arraseo??” Kata Sun Li menjelaskan.
“Arraseo. Sudah balik kau ke kelasmu.” Kata Taeyang sambil mengacak-acak rambut Sun Li. Kemudian Sun Li lari dengan kecepatan penuh menuju kelasnya karena bel pertama sudah bunyi.

Taeyang POV

Aku pulang kerumah dengan membawa kotak hadiah pemberian Sun Li. Entah apa isinya akupun penasaran, jadi dengan segera aku masuk kamarku. Setelah kupastikan aku sendirian, aku mulai membuka bungkusannya. Ternyata di dalamnya terdapat kotak berwarna coklat. Aku buka kotak itu, isinya sepertinya surat semua. Di balik tutup kotak itu ada petunjuk.

baca semua surat ini mulai dari tanggal yang paling lama.
Happy reading oppa!
\(^^)/

“Astaga. Jail sekali.” Aku mulai mencari-cari mana tanggal yang paling lama. Pertama kuurutkan dulu surat-surat itu mulai dari yang paling lama. Baru kemudian aku membacanya satu persatu.
Mungkin menghabiskan sekitar 30 menit untuk membacanya. Semua itu surat yang ditulis Sun Li dari sejak pertama kali dia bertemu denganku. Dan yang terakhir dia tulis kemarin. Aku tersenyum sendiri. Tapi di surat yang terakhir, terdapat sebuah peta kecil. Seakan menuntunku untuk menuju tempat yang diberi tanda. Akupun bergegas mengikutinya.

Dan ternyata peta itu menuntunku ke taman terdekat. Disitu tampak seseorang. Aku mendekatinya, ternyata itu Sun Li.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku padanya.
“Ah. Oppa sudah datang. Sudah kau baca semua ?” Sun Li balik bertanya. Aku hanya membalas dengan anggukkan.
“Kalau begitu kau tutup mata dulu. Jangan dibuka sampai aku memperbolehkannya.” Kata Sun Li kemudian. Aku mengikuti kemauannya. Tak Lama…
“Nah.. Oppa buka matamu!” seru Sun Li kemudian. Aku membuka mataku dan mendapati lampu-lampu kecil (yang buat di pohon natal) yang dirangkainya menjadi tulisan Dong Young Bae .. Saranghae dalam hangul di tempat bermain anak-anak. Aku tertawa tak percaya. Bisa-bisanya dia membuat kejutan seperti itu. Sun Li mendatangiku,
“Bagaimana oppa? Aku berusaha merangkainya dari kemarin.” Kata Sun Li sambil tersenyum. Aku sudah tak dapat berkata lagi, jadi aku memeluknya. Menurutku itupun sudah menjelaskan semuanya.
“Jeongmal Gomawoyo jagi…” kataku kemudian.
“Cheonmaneyo” jawabnya sambil menepuk-nepuk punggungku.

Taeyang POV End

”YES YES YES akhirnya setelah setahun. Aku berhasil!” seru Sun Li dalam hati. Jantungnya nyaris copot. Tapi dia bahagia bukan main. Rasanya semua kerja kerasnya kemarin terbayar. Thanks God.. He’s mine now ..

FIN~

NO SILENT READERS!
Note : kenapa mendadak jadi ada ultah taey?? Ahh harusnya ini gw bikin waktu dia ultah <– nyesel ndiri.
Maap kalo rada eror.. author bingung.. lagian itu cara nembaknya, omigawd terlalu memusingkan , ayepun tak bisa <– mang mau nembak sape??? WKOWKOWKOWKOW

Nah nah .. please RCL .. gomawo XD

Advertisements
Categories: chapter | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: