Romeo and Juliat of The Dance Stage [part5]

Sasha is back with part V

Cast :

Yeoja Dancer Leader a.k.a Chae Sun Li a.k.a me a.k.a Author
Namja Dancer Leader a.k.a Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang

Yeoja member :
Vice Leader a.k.a Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Deul Chai Yong a.k.a Joan
Jung Hyun Young a.k.a Ghea

Namja member :
Vice Leader Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
Choi Seung Hyun a.k.a T.O.P
Kim Lee Hyun a.k.a Seungri
Kang Daesung a.k.a D-Lite

Other Cast :
Hyun Young namja chingu a.k.a Jung Yun Ho a.k.a U-know DBSK
Sun Li’s onni a.k.a Chae Min Ah a.k.a Park Shin Hye

===================================

Seung Hee POV

Aku masih berbaring , memikirkan kejadian saat Seung Hyun kembali menolongku. Aku memang merasa nyaman saat dia melindungi dan perhatian padaku. Apa aku menyukainya ?
“Aniyo !!!” aku memukul bantalku. Entah itu lah pelampiasan yang terdekat.

aniyo. Aku tidak mungkin menyukainya. Aku dan dia adalah musuh bebuyutan sejak dulu. Mungkin dia melindungiku karena aku adalah teman masa kecilnya. Aku tidak mungkin menyukainya. Besok ini akan kembali seperti semula.

Aku terlalu lelah, dan kemudian terlelap di tempat tidurku.

Seung Hee POV End

Sun Li POV

@School

Hari ini 3 hari lagi menuju festival. Aku pun gencar melatih mereka agar kami dapat mementaskannya dengan baik. Chai Yong sudah mengalami kemajuan. Si duo Seung juga sudah jarang berantem karena hal kecil.
“Sepertinya akan berjalan lancar.” Young Bae ternyata sudah berdiri di sebelahku.
“Iya sepertinya begitu.”
Aku baru selesai mengatakan itu, tiba-tiba

GUBRAK!!

Aku langsung menoleh ke arah suara itu. Ternyata Hyun Ri terjatuh. Lee Hyun berusaha membantunya berdiri, tapi sepertinya ada yang tidak beres. Aku menghampiri mereka berdua.
“Hyun Ri-ya , gwechana?”
“Gwechana Sun Li-ya. Aduh.. “ Hyun Ri memang berkata tidak apa-apa, tapi sepertinya ada yang tidak beres dengan kakinya. Saat aku buka paksa sepatunya, kakinya terlihat agak bengkak. Gawat, ini sih namanya terkilir. Harus cepat ditindaki agar tidak berlangsung lama. Lee Hyun tanpa ba bi bu langsung menggendong Hyun Ri dan membawanya ke ruang kesehatan. Yang lain hanya memperhatikan mereka. Aku pun tak kalah bengongnya dengan mereka.
“Hey kalian mau bengong ampe kapan ?” Young Bae menyadarkan kami semua. Aku langsung berdiri dan kembali berlatih. Semoga saja Hyun Ri tidak apa-apa.

AfterSchool~

Saat aku bermaksud menjenguk Hyun Ri di ruang kesehatan, ternyata sudah tidak ada, mungkin dia pulang cepat dan istirahat di rumah. *dibawa pulang si ramos tuh* Alhasil aku langsung pulang.

Di tengah jalan, aku menemukan Seung Hee *menemuka??macam nemuin anak ilang* *PLAK!!* wajahnya tampak khawatir, aku merasa ada sesuatu jadi aku menghampirinya.
“Seung Hee-ya” Seung Hee yang mengenal suaraku sepertinya jadi tidak kaget saat kupanggil.
“Sun Li-ya. Kenapa kau bisa ada disini?”
“Aku melihatmu jadi kupanggil saja. Belum pulang?”
“Aniyo. Jam segini umma dan appa ku belum pulang. Aku kurang suka sendirian di rumah.”
“Kalau begitu, mau jalan-jalan? Onni ku juga belum pulang, aku agak was-was kalau sendirian.”
Akhirnya kami hanya berjalan ke minimarket dan membeli makanan sampingan. Aku mengambil 2 roti isi daging dan 2 susu kotak rasa stroberi. Seung Hee menatapku dengan tatapan setengah terkejut.
“Sun Li-ya , porsi makananmu banyak juga ternyata”
“Hmm ? bukan begitu, aku tidak bisa kalau makan hanya satu roti, lagipula susu ini juga lumayan agar tinggi badanku bertambah” *tapi kenyataannya tiap gw minum susu kok ga ngefek???*
Setelah itu, aku dan Seung Hee berjalan menuju taman terdekat. Bermaksud mengobrol disana. Seung Hee sepertinya agak takut dengan taman ini.
“Sun Li-ya , bisakah kita ke tempat lain saja?”
“Tenang saja, aku juga tidak suka tempat sepi, kita akan duduk di tempat yang banyak orang. Jadi tidak akan terjadi apa-apa”
Akhirnya Seung Hee menurut padaku dan mengikutiku berjalan. Aku memilih duduk di dekat air mancur. Karena biasanya disitulah tempat yang paling ramai. Seung Hee juga sepertinya sudah sedikit tenang kalau di tempat ramai dan makan dengan tenang. Tak sampai 5 menit, roti pertamaku sudah habis. Dan aku kembali memakan roti yang kedua. *kelaperan kali*. Setelah itu aku menghabiskan susu kotak milikku. Aku dan Seung Hee bercanda ria. Dan saat waktunya mulai larut,
“Seung Hee-ya , sepertinya sudah waktunya kita pulang.” Kataku sambil melirik jam tangan
“Ne.”
Kami berdua berdiri dan kembali berjalan. Dan mungkin nasib sial sedang menghampiri Seung Hee. Dia langsung pucat. Aku mengikuti arah matanya. Dan mendapati sekelompok namja yang sepertinya tidak baik.
“Sun Li-ya, ayo kita cepat pergi dari sini.” Seung Hee menarik lenganku. Tapi sepertinya telat.
“Hey kau !” Seung Hee mendadak mematung dan tidak bisa bergerak, aku menoleh ke arah namja itu. Sepertinya aku ingat.
“Wah, ada 2 yeoja rupanya sekarang.” Namja itu menghampiri aku dan Seung Hee. Tangan Seung Hee yang menggandeng tanganku gemetar. Aku bisa merasakan sepertinya dia benar-benar ketakutan. Namja itu juga sepertinya mengenalku. Dia menyentuh wajahku, aku seketika langsung menepis tangannya.
“Sun Li. lama tidak bertemu.” Namja itu memanggil namaku.
“Huh. Aku memang kurang beruntung bisa bertemu denganmu disini Geun Seok.” Aku menatap Geun Seok dengan tatapan garang. Tapi Geun Seok hanya cengegesan.
“Bagaimana smsku tiap hari?” Aku spontan kaget. Jadi?? Selama ini dialah yang menerorku. Aku benar-benar kesal sekarang.
“sepertinya temanmu juga masih ketakutan denganku.” Aku kembali kaget. Apalagi yang dilakukan makhluk ini.
“Apa yang kau lakukan padanya?” aku menatapnya dengan tatapan “I Will Kill U !!”
“Aku hanya mengajaknya untuk bersenang-senang waktu itu, tapi dia memukulku. Dan saat aku akan membalasnya, ternyata namja chingunya datang dan menghajarku. Beberapa hari kemudian aku bertemu dengannya di jalan dan bermaksud membalas perbuatannya, tapi dia berhasil kabur. Dan sekarang aku bertemu lagi dengannya plus dengan bonus, yaitu kau.”
Cukup sudah. Aku muak dengan sifatnya. Dia masih seperti dulu, orang yang selalu dendam. Dan selalu menghalalkan segala cara untuk membalas dendam.
“Seung Hee-ya , saat kuberi tanda, kau lari dan pulanglah ke rumah.” Kataku berbisik pada Seung Hee *beuh sok pahlawan sekali kau author!!* *PLAK!!*
“Tapi kau bagaimana?” Seung Hee menjawab dengan gemetar.
“Gwechana, aku kenal orang ini. Dan aku tahu sejauh mana kekuatannya.” Seung Hee tidak dapat bicara lagi.
“Nah , Sun Li setelah 3 tahun kita tidak bertemu, bagaimana kalau kita bersenang.” Geun Seok kembali menyentuh wajahku, aku langsung mencengkeram kerah bajunya.
“LARI SEUNG HEE !” aku berteriak pada Seung Hee, Seung Hee langsung lari menuju pintu keluar taman. Sampai dia tidak sadar ada orang di depan dan menubruknya.

BRUK!!

“Mianheyo ! Jeongmal mianheyo. Seung Hyun??” Seung Hee kaget. Sekaligus lega.
“Gwechana. Waeyo Seung Hee?” Seung Hyun memperhatikan wajah Seung Hee yang benar-benar pucat. Seung Hee tampak berpikir, kemudian,
“Young Bae !! hubungi Young Bae!! Cepat!!” Seung Hee memohon kepada Seung Hyun. Dan Seung Hyun menurutinya.

Sementara itu Sun Li

Aku masih mencengkeram kerah baju Geun Seok. Dan kemudian menatap tajam ke anak buahnya.
“Kalian berani mengejar yeoja itu, jangan kalian pulang dengan selamat.” Anak buah Geun Seok terlihat takut. Aku menatap Geun Seok,
“Kalau kau memang menginginkan pertarungan, aku akan meladenimu, tapi satu lawan satu. Dengan tangan kosong.”
“Baiklah kalau itu memang maumu,” Geun Seok hanya tersenyum meremehkan.
Aku melepaskan cengkraman ku dari kerah bajunya , dan mundur beberapa meter darinya. Aku memang sudah lama tidak berkelahi, tapi untuk orang seperti ini, akan kukerahkan tenagaku.

Sun Li POV End

Young Bae POV

Aku menerima telpon dari Seung Hyun, dan menyuruhku datang ke taman tempat dia berada sekarang. Saat aku sampai, aku melihat Seung Hee yang tampak pucat.
“Seung Hee-ya gwechana ?” tanyaku padanya
“Ne. Young Bae, tadi aku dan Sun Li bertemu dengan orang yang bernama Geun Seok. Aku pun bisa kabur karena Sun Li. sekarang dia masih disana.” Jelas Seung Hee dengan suara gemetar. Aku ingat siapa Geun Seok. Dia selalu menaruh dendam padaku tapi selalu melampiaskannya pada Sun Li.
“Kalian berdua ikut aku.” Aku sepertinya harus menjelaskan pada mereka soal ini.
Kami bertiga berjalan ke tempat Sun Li, dan bersembunyi di balik semak-semak. Saat itu, Sun Li dan Geun Seok sedang berkelahi hebat. Sun Li berhasil menangkis semua pukulan Geun Seok. Dan berhasil membuat Geun Seok kewalahan. Si duo Seung tampak terkejut melihat Sun Li bisa berkelahi seperti itu.
“Sun Li waktu smp itu sudah seperti preman. Kekuatannya saat berkelahi ya seperti ini.” Aku menjelaskan untuk memperjelas hal ini. Duo Seung nampak terkejut. Saat itu, Sun Li berhasil menyelesaikan perkelahian dengan tendangannya yang pas di perut Geun Seok. Geun Seok terkapar di tanah dan sulit untuk bangun. Sun Li menghampirinya dan mencengkram lengan bajunya *masih mau lanjut??*.
“Heh. Dari dulu kau tahu kalau kekuatanku jauh di atas kau.” Kata Sun Li dengan tatapan membunuhnya.
“Cish. Aku hanya kurang beruntung saja.” Geun Seok berusaha ngeles. Meskipun sebenarnya secara garis besar yang dikatakan Sun Li itu benar.
“Aku sudah bilang kalau aku tahu sejauh mana kekuatanmu.”
“Aku dendam padamu dan namja chingumu!!” tiba-tiba Geun Seok berteriak pada Sun Li.
“Aku dendam padamu yang meninggalkanku dan pada namja chingumu yang merebutmu dariku dan membuatmu berubah seperti itu.” Sun Li terdiam. Tapi kemudian dia membenarkan suatu fakta.
“Aku meninggalkanmu karena satu alasan kuat. Kau bersamaku hanya karena kekuatanku. Kau hanya memanfaatkan aku untuk melindungimu dari orang-orang yang mengincarmu.” Kata-kata itu sontak membuat Geun Seok terdiam.
“Kuperingatkan jangan kau berani muncul di hadapan aku dan teman-temanku. Kalau kau memang masih berniat untuk hidup.” Sun Li mengancam dan melepaskan cengkramannya dari kerah baju Geun Seok. Para anak buah Geun Seok langsung membawa Geun Seok pergi dari tempat itu.

Seung Hee langsung melompat keluar dan memeluk Sun Li. Sun Li kaget karena Seung Hee masih ada disini. Ditambah ada Seung Hyun dan aku. Dia benar-benar terkejut.
“Sun Li-ya. Jeongmal mianheyo!!” kata Seung Hee pada Sun Li.
“Gwechana Seung Hee. Kan sudah kubilang aku pasti menang.”
Kemudian Seung Hee dan Seung Hyun pulang. Seung Hyun bermaksud mengantar Seung Hee pulang karena agak khawatir dengan kondisi yeoja itu.
“Jadi…” aku memulai pembicaraan.
”kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Sun Li padaku.
“Seung Hyun menghubungiku.” Sun Li terdiam. Tidak tahu harus berbicara apa.
“Sudahlah, aku dulu memang sudah pernah bilang agar kau tidak berkelahi lagi. Tapi untuk saat ini tidak apa-apa lah. Lagipula sudah lama aku tidak melihat sifat garangmu itu.”
“heh . aku melakukan itu agar Seung Hee tidak ketakutan lagi. Dan biar bocah itu mengerti untuk tidak menganggu kehidupan orang lain.”
“haha, yasudahlah, ayo pulang~”

Young Bae POV End

Sun Li POV

Tomorrow @School~

Saat aku sedang mengecek siapa saja yang hadir. Aku tidak melihat Hyun Ri. Apa dia baik-baik saja ?
Baru saja aku akan memulai latihan. Tiba-tiba pintu ruang latihan dibuka.
“Hyun Ri-ya~ akhirnya kau datang juga”
“Mianheyo Sun Li. aku bangun kesiangan.” Katanya sambil menaruh tasnya
“Gwechana. Kaki mu bagaimana?”
“Ne. kakiku sudah baikan. Aku pasti bisa ikut festival.”
“Yeee !!” aku spontan memeluk Hyun Ri.
“Baiklah ayo kita mulai saja latihannya.”

Sun Li POV End

Author POV

2 hari menjelang festival. Mereka berlatih sangat gencar. Dan sepertinya tidak ada yang perlu ditakutkan lagi.

@Festival

Grup Sun Li tampil sebagai klimaks. Dan klimaks sekitar 10 menit lagi. Sun Li memanggil grupnya dan mengajak doa bersama agar penampilan mereka lancar.

“Yak selanjutnya kita sambut drama musical dari grup Chae Sun Li feat Dong Young Bae.” MC sudah memanggil grup Sun Li dan mereka pun menampilkan yang terbaik.

Waltz berhasil dilewati dengan mulus. Dan mereka kebanjiran tepuk tangan dari penonton.
“yak, dan inilah klimaks dari festival kami ini. Kalian mohon tunggu disini, dan kami persilakan para peserta festival juga untu naik ke panggung.” MC memanggil peserta lain, dan para pesertapun berkumpul di atas panggung.

“Kami akan mengukur kelompok favorit pilihan penonton dari jumlah tepuk tangannya. Karena itu jangan lupa tepuk tangan yang keras untuk favorit kalian.”

Setelah MC berbasa basi seperti itu. Penilaianpun dimulai. *sebenernya pasti udah bisa ditebak kok sapa yang menang.*

“Dan yang menang adalah… “The Dancing Swan” dari grup Chae Sun Li. “

Sun Li tampak kaget saat menerima penghargaan. Tidak menyangka akan mendapat penghargaan itu.

Author POV

Sun Li POV

@Backstage

Aku dan yang lain sudah berganti kostum jadi pakaian sehari-hari. Satu persatu sudah pulang, Seung Hee langsung pulang karena sekarang ini dia tidak berani keluyuran lagi.
“Sun Li-ya , ayo pulang” ajak Young Bae
“Ne.”

Kami berjalan berdua di koridor sekolah. Aku masih menatap penghargaan itu. Entah kenapa rasanya bahagia. Aku senyum senyum meratapi penghargaan itu.
“Aku dicuekin~ T___T” kata Young Bae.
“He? Mianheyo jagi, aku tidak bermaksud nyuekin kok. Aku Cuma senang karena bisa mendapat ini.” Kataku sambil tersenyum sumringah.

Tiba-tiba Young Bae memegang pipiku, dan kemudian menciumku. Aku kaget tidak bisa bergerak *author girang ampe glinding’’*.
“mian, sudah lama juga aku ingin melakukan itu. Tapi waktunya selalu tidak tepat.”
“Haha. Gwechana. Aku senang.” *author seneng ampe terbang*

Kemudian kami melanjutkan jalan untuk pulang. Tak tahu kalau perbuatan Young Bae tadi, akan menimbulkan sesuatu yang tidak mengenakkan.

Sun Li POV End

Seung Hee POV

Aku berjalan pulang ke rumah. Aku sejujurnya agak takut sekarang kalau tidak langsung pulang kerumah. Tapi, karena sudah malam, jalanan di daerah sini jadi agak sepi. Saat sedang berjalan, di depank ada seseorang. Aku tidak mengenalnya. Tapi dia kelihatan membawa sentajata tajam dan mabuk. Bahaya! Aku berjalan terus ke depan, tapi sepertinya pria itu benar-benar mabuk. Dia mendekatiku dan meminta uangku, aku menolak dan dia terlihat marah, ia melayangkan pisau nya dan bermaksud menusukku. Aku takut dan tidak bisa bergerak. *intinya terima nasib* *author dilempar baskom ma lani*

JLEB!

Mata Seung Hee terbelalak, bukan dia yang terkena tusukan tapi lagi-laagi Seung Hyun melindunginya. *demi umma apapun pasti dilakukan appa* *PLAK!!*
Seung Hyun ambruk, laki-laki mabuk itu kabur. aku langsung menghampiri Seung Hyun yang terkapar di jalan.

“Seung Hyun !! mianheyo !! Jeongmal mianheyo !! Seung Hyun !!” aku panik melihatnya tidak sadarkan diri seperti itu. tidak ada orang di sekitar sini. akhirnya aku merobek lengan bajuku dan kugunakan untuk menutupi bekas luka Seung Hyun. kemudian aku nekat menggendongnya ke klinik dekat situ.

@Hospital

aku menunggu dengan hati kalut di ruang tunggu. lalu kemudian lelaki berjas putih itu datang padaku. dan memperbolehkan aku masuk ke ruang Seung Hyun.
“Operasinya sudah berhasil, tapi dia harus istirahat kurang lebih seminggu atau 2 minggu.”
“Ne. Gumawo Jung Yo-ssi” aku kemudian memasuki kamar tempat Seung Hyun. aku yang melihatnya terbaring lemah seperti itu jadi merasa bersalah. aku duduk di samping tempat tidurnya.
“Seung Hyun. Jeongmal Mianheyo. aku sudah membuatmu seperti ini. Seung Hyun~ kumohon bangun.” aku menangis di sebelahnya. babo kau Seung Hee. kenapa kau beru menyadari perasaanmu di saat kau hampir kehilangan orang yg kau sayangi.
“Seung Hyun~ sarangheyo” kataku sambil sesenggukan. babo. dia belum tentu mendengarnya. karena dia belum sadar. aku kembali menundukkan kepalaku ke dalam kedua tanganku yang terlipat dan menangis lagi. tiba-tiba, ada tangan yang mengelus kepalaku. aku kaget dan mendongak. saat aku mendongak kulihat Seung Hyun tersenyum padaku. aku bengong dan langsung memeluknya dan menangis lagi.
“Seung Hee-ya , sarangheyo” aku memeluknya makin erat.
“babo. nekat kau sampai harus tertusuk seperti itu.”
“yang penting kau selamat kan.” katanya sambil mengusap kepalaku.

selama seminggu aku terus mengurus Seung Hyun sampai sembuh. lalu pada hari ke 9 , aku tidak melihatnya di kamarnya. taunya dia udah ada di taman.
“Seung Hyun!!”
“Mwo?”
“Merasa sembuh hah?” kataku menatap tajam.
“Haha. bosan di kamar mulu. sudahlah duduk saja. disini juga enak.” aku duduk di sebelahnya. ternyata memang benar enak. tak lama, ponselku bergetar, ada telpon dari Hyun Ri,
“annyeong? mwo??? gurae?? ohh ne. besok saja kita bicarakan” Seung Hyun tampak bingung, spertinya terjadi sesuatu.
“Waeyo?”
“Kata Hyun Ri, mulai besok, leader kita diganti 2 2nya. Sun Li dan Young Bae diputuskan untuk pisah kelas.”
“Mwo??”

Seung Hee POV End

TBC~

author mau minta maap .. ceritanya agak melenceng .. sepertinya di part berikutnya akan saya bikin tamat ni cerita .. *baru sepertinya .. itu tergantung ide yang ngalir aja*

jeongmal mianheyo kalo kalian agak bingung bacanya . saia yg bikin juga belibet .. ==”

mian chingu~ *bowing*

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: