Romeo and Juliet of The Dance Stage [part 1]

annyeonghaseyo chingu . sasha has already made her second FF.. please RCL .. gomawoyo :DD

Cast :

Yeoja Dancer Leader a.k.a Chae Sun Li a.k.a me a.k.a Author
Namja Dancer Leader a.k.a Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang

Yeoja member :
Vice Leader a.k.a Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Deul Chai Yong a.k.a Joan
Jung Hyun Young a.k.a Ghea

Namja member :
Vice Leader Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
Choi Seung Hyun a.k.a T.O.P
Kim Lee Hyun a.k.a Seungri
Kang Daesung a.k.a D-Lite

Other Cast :
Hyun Young namja chingu a.k.a Jung Yun Ho a.k.a U-know DBSK
Sun Li’s onni a.k.a Chae Min Ah a.k.a Park Shin Hye

And now the story begins … fasten your seatbelt , and ready your popcorn *LOH??*

Author POV

Sun Li terlihat berlari-lari di pagi hari. Sepotong rotin panggang menggantung di mulutnya, dan tangannya sibuk merapikan dan menutup tasnya.
“Omo~! Aku telat ! telat telat !” Sun Li terus berlari di tengah keramaian kota Seoul saat itu. Tempat yang ia tuju hanya satu, yaitu Seoul Dance School.

Author POV end

@ Seoul Dance School

Akhirnya , aku sampai juga di depan ruang latihan. Aku menghela napasku yang hamper habis karena berlari sekuat tenaga *bengek mode on*. Setelah merasa sudah terkumpul semua, aku membuka pintu perlahan, bermaksud menyelinap agar tidak dimarahi pelatih. Aku mengendap-endap di belakang. Dan…
“Sun Li-ya !!” Panggilan itu spontan menghentikan gerakan kakiku. Ow-ow , he’s got me now.
“Nee?” Aku memasang tampang se-innocent mungkin. Tapi sepertinya pelatihku sudah kebal dengan itu.
“Telat seperti biasa. Kemana saja kau??”
“Hmm. Aku kesiangan. Dan tak ada yang membangunkan aku? Hehe.”
Pelatihku terlihat menghela napas. Semua orang tahu aku adalah orang yang paling sering kesiangan.
“Baiklah, cepat letakkan tasmu dan kita mulai gerakan yang kemarin.” Pelatihku langsung menghadap dinding kaca, dan mulai mempraktekan gerakan baru.

~Istirahat~

Aku meneguk air minumku sampai hanya tersisa setengah botol. Keringat mengucur deras dari seluruh badanku.
“Capeeeek~” kataku sambil merebahkan badanku di lantai ruang latihan.
“Sun Li, kami mau beli makan nih. Mau ikut ?” Tanya Seung Hee yang berdiri di sebelahku. Aku memejamkan mataku. Badanku sudah tidak kuat untuk berdiri.
“Aniyo Seung Hee. Kalian pergi saja. Aku mau tidur sebentar.”
“Nee. Okelah kalo begitu. Dah kebo~” Seung Hee segera lari menyusul member lain. Aku tergeletak di lantai, hanya bisa merasakan dinginnya AC. Aku bermaksud untuk tidur, tapi tidak bisa. AC disini terlalu dingin, dan aku mulai kebelet mau kencing. Aku memaksakan diri berdiri, tapi badanku agak linglung. Maklum aku agak anemia. Aku berusaha pergi ke toilet , aku bergegas masuk ke toilet tapi baru saja mau membuka pintu, tiba-tiba aku merasa tanganku ditarik. Aku menoleh ke belakang, ternyata Young Bae.
“Mwo?” mukaku panas karena tiba-tiba bertemu dia.
“Ha? Harusnya aku yang bertanya, kau yakin mau masuk kedalam situ?” kata Young Bae sambil menunjuk papan toilet yang ternyata toilet pria. Aku bengong melihat papan itu, kemudian menoleh ke pintu seberangnya, ternyata aku kelewatan 1 pintu tadi.
“Omo~ nyaris saja.”
“Hahahaha ! Dasar ! makanya jangan bengong mulu” Kata Young Bae sambil mengelus-elus kepalaku tertawa. Aku udah kebelet banget. Takut ngompol. Dan aku melepaskan tanganku dari genggamannya.
“Gomawo.” Kataku singkat dan segera masuk ke toilet *sekarang bener-bener toilet yeoja kok*. Aku malu berat !!

AfterSchool~

Aku berjalan di koridor bersama member grupku. Kami bermaksud pulang karena sudah mau gelap dan jadwal latihan sudah selesai. Aku berjalan terbengong-bengong. Sedang memikirkan soal mengikuti festival yang ditawarkan pelatih. Aku bingung harus menerimanya atau tidak.
“Sun Li-ya”
“Nee ?” Panggilan Seung Hee menyadarkanku.
“Kami semua setuju agar kita mengikuti festival, bukankah bagus? Itu bisa menjadi tantangan tersendiri untuk kita. Bagaimana ?” Aku terlihat berpikir-pikir lagi. Aku memang orang yang perhitungan karena itu untuk memutuskan sesuatu aku butuh waktu lama. Tapi..
“Nee, ayo kita lakukan !” Seung Hee dan member lain tampak gembira. Dan aku senang melihat mereka seperti itu. Dari kejauhan ada sekelompok namja yang sedang berjalan ke arah yang berlawanan dengan kami. Ada Young Bae disana. Berarti itu adalah grup musuh bebuyutan grupku. Mataku dan mata Young Bae bertemu pandang. Aku spontan langsung menoleh ke arah lain.
“Hey ! Seung Hee jelek !” salah seorang namja memanggil Seung Hee.
“Diam kau Seung Hyun ! Grr !” Seung Hee langsung mengeluarkan muka seram. Haha . mereka mulai lagi. Choi Seung Hee dan Choi Seung Hyun. Teman dari kecil yang sampai sekarang ga akur-akur. Dan persaingan grup ini membuat mereka semakin gencar adu mulut setiap ketemu. Aku dan yang lain sudah capek. Chai Yong sudah ingin pulang jadi dia menyeret Seung Hee dan kami kembali berjalan menuju gerbang sekolah. Di gerbang, tampak seorang namja sedang duduk di atas sepeda motor.
“Nah, itu namja chingu ku udah nunggu. Duluan ya~ “ kata Hyun Young pamit dan berlari ke arah namja itu, setelah duduk di boncengan Hyun Young melingkarkan tangannya di pinggang namja itu erat-erat dan motorpun melesat kencang. Chai Yong, pamit padaku Seung Hee dan Hyun Ri, lalu dia pulang. Seung Hee pulang bareng Hyun Ri karena arah rumah mereka sama. Aku melambaikan tanganku ke arah mereka berdua. Setelah Seung Hee dan Hyun Ri sudah pergi, aku mulai berjalan ke arah taman yang tak jauh dari sekolahku. Aku duduk di bangku taman itu dan mulai memainkan ponselku.
15 menit kemudian, tampak sosok seseorang yang aku tunggu-tunggu.
“Omo~ akhirnya kau datang juga”
“Mianheyo jagi, tadi yang lain pada susah diboongin.” Jawab Young Bae. Nafasnya terengah-engah. Sepertinya dia berlari.
“Gwechana yoebo, duduk dulu.” Kataku sambil memberikan minum padanya. Dia meneguk minum itu sampai habis. Dan mulai mengambil nafas panjang.
“Jagiya”
“Nee?”
“Mau sampai kapan kita begini?” pertanyaan Young Bae membuat aku membeku. Benar juga, kami pacaran diam-diam dari anggota lain. Apa boleh buat. Grup kami berdua benar-benar musuhan satu sama lain. Apa jadinya nasibku kalau sampai mereka tahu. Young Bae sepertinya dapat membaca kecemasanku, dia kemudian mengelus kepalaku dan menyandarkan kepalaku di bahunya.
“Arasso, karena grup kita, dan kita adalah sesama leader, sebaiknya kita sama-sama konsentrasi untuk festival nanti.”
Aku lega mendengarnya. Aku senang bersamanya, dan rasanya tenang kalau bersamanya.
“Nah, yuk pulang. Udah gelap. Nanti onni kau ngamuk” Young Bae segera berdiri dan menggandeng tanganku. Lalu dia mengantarku pulang.

Next Day @School

Grup ku dan Grup Young Bae perang lagi. Kali ini kami memperebutkan tempat latihan. Pelatih sampai pusing 7 keliling. Sampai akhirnya saat pelatih sudah naik darah…
“DIAM !” teriakan pelatih seketika membuat seisi ruangan terdiam.
“Kalau kalian memang seorang dancer. Selesaikan lewat dance battle! Aku sakit kepala dengar kalian dari tadi adu mulut! Mana leader kalian??”
Aku dan Young Bae maju berbarengan. Pelatih memperhatikan kami dengan seksama. Dan menyuruh kami untuk battle. Aku dan Young Bae hanya pasrah karena merasa kena imbasnya.
Lagu sudah dimulai, Young Bae terlihat maju duluan. Cara dia bergerak dan menari memang selalu memukau. Bakat yang dimiliki memang luar biasa. Aku menyambut tantangannya. Akupun tak mau kalah, dalam sekejap kami berdua berada di dunia yang berbeda. Aku dan Young Bae saling menari menuruti perasaan kami masing-masing.
Saat lagu selesai. Pelatih menepuk tangannya.
“Memang tidak salah. Kalian memang the God Leader dengan bakat luar biasa.” Kata Pelatih, memuji kami berdua habis-habisan. Aku dan Young Bae saling pandang dan tersenyum.
“Kalau begitu aku punya satu permintaan untuk kalian berdua. Aku ingin grup kalian tampil bersama di klimaks festival nanti.” Kata Pelatih yang sepertinya sangat senang.
“Mwo??” jawab kedua anggota grup berbarengan. Mereka tampak tidak setuju.
“Tapi pelatih !” Seung Hee nampak tidak setuju.
“Mwo? Mau protes?” Tanya pelatih seakan tidak peduli.
“Ten-Tentu saja aku protes! Aku tidak akan pernah mau bekerja sama dengan orang itu !” kata Seung Hee sambil menunjuk Seung Hyun. Seung Hyun yang tidak terima ditunjuk seperti itu, angkat bicara.
“Mwo?? Aku juga tidak sudi kerja sama denganmu!”
“Apa lagi aku!” Seung Hyun dan Seung Hee adu mulut seperti biasa. Lee Hyun, Daesung, dan Jiyong nampak hanya mengikuti leader mereka saja.

BRAK!!

Seung Hee dan Seung Hyun langsung diam. Pelatih sudah menggebrak meja. Itu tandanya It’s time to stop fighting each other.
“Nah, kalian sekarang pikirkan apa yang akan kalian tampilkan di festival 2 minggu lagi. Atau kalian mendapat surat peringatan.” , setelah berkata seperti itu Pelatih keluar ruangan. Meninggalkan kami yang terdiam.

AfterSchool~

Seung Hee dkk sudah pulang. Begitu pula dengan grup Young Bae. Yang tersisa di ruang latihan hanya aku dan dia. Kami bermaksud berdiskusi untuk festival.
“Young Bae-ya , menurutmu apa yang akan kita tampilkan ?”
“Entahlah… tapi aku ingin mementaskan sesuatu yang membuat kita benar-benar harus bekerja sama. Siapa tahu mungkin dengan begitu grup kita ini tidak musuhan lagi.”
Young Bae tampak berpikir. Namun tak kunjung memberi ide.
“Hmm.. bagaimana kalau kita bikin jadi kayak drama?” akhirnya aku yang menyalurkan ide.
“Yahh kita coba saja.” Jawab Young Bae singkat.
“Ahh~ kau tidak membantu sama sekali”, aku protes sambil melemparkan handuk basahku ke mukanya.
“Omo! Handukmu bau keringat!”, Young Bae balas melemparkan handuk itu padaku.
Aku menangkap handuk lemparannya dengan mulus.
“Haha. Sudahlah, ayo pulang.” Kataku sambil tersenyum karena melihat tampang kesalnya lantaran lemparannya tidak mengenai sasaran *sori ye, aku mantan anak basket :p**apa hubungannya coba??*

Kami berjalan dalam diam. Aku tidak tau harus ngobrol apa.
“Oiya, kalau begitu kita bagi tugas saja.” Young Bae angkat bicara.
“Maksudmu ?”
“Kau yang buat alur cerita dramanya, aku yang membantu untuk membuat koreografinya.” Aku terdiam. Benar juga yang dikatakan Young Bae. Kalau begini mungkin akan semakin cepat selesai. Tapi…
“Apa kau yakin tak butuh bantuanku *sok banget ye..*” Aku tidak ingin merepotkannya.
“Hey, jangan remehkan si jenius ini dong” kata Young Bae berusaha meyakinkanku. Aku tersenyum padanya.
Lama kami berjalan sambil bercanda. Dan akhirnya aku sampai di depan rumahku.
“Kalau begitu, sampai besok yoebo.”
“Nee.” Kemudian Young Bae mencium keningku. Aku yang masih kaget tidak dapat berkata apa-apa.
“Sampai besok jagi.” Young Bae pulang setelah melambaikan tangannya padaku. Aku balas melambaikan tanganku padanya. Masuk kamar aku senyum-senyum sendiri. Entah kenapa rasanya bahagia sekali. Mumpun sedang bahagia, otakku memunculkan banyak ide baru. Aku pun segera membuat plot cerita.

lolly~ lolly~ ohh lollypop .

Aku membuka ponselku. Ada satu sms masuk. Saat aku membuka sms itu, wajah ceriaku spontan berubah menjadi takut dan was was.

Orang itu lagi! Siapa dia?? Kenapa dia tau setiap gerak-gerik yang kulakukan.

TBC …

=> maap gaje . authornya asli bingung banget . please RCL …

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: