Romeo and Juliet of The Dance Stage [part3]

Teng tereng teng teng teng ~ *back sound*

Ini untuk part III .. mian kalo part II jd semakin memendek .. author abis ide … ==”

Cmon cmon fasten your seatbelt .. kita bakal lepas landas XD

Enjoy your flight~

 

Cast :

Yeoja Dancer Leader a.k.a Chae Sun Li a.k.a me a.k.a Author
Namja Dancer Leader a.k.a Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang

Yeoja member :
Vice Leader a.k.a Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Deul Chai Yong a.k.a Joan
Jung Hyun Young a.k.a Ghea

Namja member :
Vice Leader Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
Choi Seung Hyun a.k.a T.O.P
Kim Lee Hyun a.k.a Seungri
Kang Daesung a.k.a D-Lite

Other Cast :
Hyun Young namja chingu a.k.a Jung Yun Ho a.k.a U-know DBSK
Sun Li’s onni a.k.a Chae Min Ah a.k.a Park Shin Hye

=========================================================

 

Author POV

Hyun Ri dan Seung Hee pulang dengan tanda tanya besar di kepala mereka. Mereka masih belum dapat percaya dan mengerti dengan apa yang mereka lihat. Hyun Ri dan Seung Hee pulang dalam diam. *bisu dadakan**dicekek lani siska*. Sementara itu, di taman, Sun Li dan Young Bae sedang membicarakan masalah festival mendatang. Sun Li menjelaskan kalau dia akan menaruh sedikit waltz pada drama itu nanti. Dan Young Bae tampak berpikir. *jangan lama’’ mikirnya nanti botak.*

Author POV End

@Garden

Aku sudah membicarakan rencanaku pada Young Bae, tapi dia tampak bingung.
“Baiklah akan kuusahakan.” Katanya kemudian memecah keheningan.
“Tapi, aku belum menemukan ide cerita.” Kataku lesu. Ini semua gara-gara pengirim sms itu. Aku benar-benar kehilangan ideku. Huh.
“Hmm… kalau begitu bagaimana kalau kita besok jalan-jalan. Kita ke taman bermain saja. Siapa tahu kalau kau lebih releks kau bisa menemukan ide. Aku tahu kau bisa.” Katanya sambil mengusap kepalaku. Aku jadi sedikit tenang. Setelah itu, dia mengantarku pulang, agar aku dapat beristirahat.

Tomorrow @Wonder Park

Hyun Young POV

Hari ini hari minggu. Jadi aku pergi bermain (*baca : kencan) dengan Yun Ho. Sialnya, sudah 15 menit lebih aku berdiri disini, dan tak kunjung melihat sosok namja itu.

telat lebih dari ini. Kubunuh dia *wuuss kasar amat bu! Aye kaga niat bikin crita action*

Aku tetap menunggunya. Aku harus sabar.

20 menit , 25 menit , 30 menit… WONDERFUL !! KEMANA ORANG ITU ??

Aku yang sedang memaki-maki di dalam hati, tiba-tiba sekelilingku gelap. Aku kaget. Sampai orang yang menutup mataku memanggilku.

“Jagi~” aku kenal nada sok manja ini. Aku langsung melepaskan tangannya yang menutupi mataku. Tampang garang sudah menempel di mukaku dan aku siap menyerangnya dengan ribuan amarah.

“Kemana saja kau?” tanyaku dengan nada jutek dan pandangan menatap tajam.
“Mianheyo jagi~ aku tadi sedang mencari motorku.” Katanya sambil mengatupkan 2 tangannya di depan wajahnya. Aku spontan bengong. Mulutku mangap mendengar alasannya yang asli konyol.
“Aku bingung karena tadi pagi sepeda motorku tak ada. Aku Tanya seisi rumah tak ada yang tahu. Aku Tanya tetangga juga katanya ga liat. Aku coba ke rumah teman-temanku tapi tidak ada juga. Aku pasrah bahkan aku nyaris mau menelpon polisi. Sampai aku menemukan surat bengkel yang mengingatkan aku kalau motorku sedang diservis di bengkel.” Katanya dengan wajah watados (wajah tanpa dosa). Ekspresi mukaku benar-benar kacau. Antara ingin marah, ketawa, atau nangis melihat konyol dan tulalitnya namja chingu ku ini. Aku hanya memalingkan wajah. Tapi kemudian dia tiba-tiba memelukku dan mengusap-usap rambutku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Marahku lenyap seketika.
“Ayo jagi. Mau main apa dulu?” katanya sambil menggandeng tanganku. Entah kenapa saat bersamanya aku jadi senang. Semua kesalku mendadak hilang. Kami bermain sepuas-puasnya saat itu. Bermaksud untuk memainkan semua permainan yang ada. Tapi ada satu tempat yang menarik perhatianku. Wahana baru di taman bermain itu. “Alice Labyrint”
“Yun Ho, bagaimana kalau kita coba itu?” kataku sambil menunjuk wahana itu. Yun Ho memperhatikan dengan seksama.
“Sepertinya menarik. Ayo ayo kita coba” katanya sambil menyeretku kesana. Inilah yang aku suka. Dia orangnya easy going. Menikmati apa yang ada di depan mata.
“Disini, namja dan yeoja masuk melalui pintu yang berbeda. Kami juga meminjamkan kostum agar membuat permainan semakin menarik. Silahkan berganti di ruang itu. Terima kasih” kata petugas itu sambil menjelaskan tata cara permainan itu. Aku memakai baju alice. Aku agak tidak suka yang macam gaun kriyep kriyep begini. Kemudian saat aku keluar ruang ganti, disitu aku melihat Yun Ho dengan kostum si kelinci yang dikejar Alice. Memakai pakaian seperti seorang bangsawan membawa jam saku dan memakai kuping kelinci.
“Omo~ Yun Ho .. kau imtu sekali!” kataku sambil mencubit kedua pipinya.
“Haha. Kau juga lucu.” Katanya sambil mencubit pipiku. Kami berdua saling cubit. Sampai si petugas memanggil kami.
“Jadi begini, namja masuk dari pintu sebelah kiri, dan yeoja masuk dari pintu sebelah kanan. Kalian harus mencari satu sama lain. Dan harus keluar di pintu keluar berdua. Di pintu keluar akan ada stand foto yang menfoto kalian dengan kostum ini. Jika dapat membuat rekor waktu yang baru, anda akan diberi hadiah tambahan.” Kata petugas itu menjelaskan. Dari yang kulihat rekor saat ini 3 menit 45 detik.
“Baiklah, akan kupecahkan rekor itu.” Kata Yun Ho dan aku berbarengan.
“Siaaaaap?” kata petugas memberi aba-aba
“Mulai !” kami berdua segera masuk. Tak kusangka, tempatnya agak gelap. Dan berliku-liku. Benar-benar berasa Alice sungguhan. Aku terus berjalan dan mengikuti belokan-belokan yang ada. Entah kenapa aku tidak mendapatkan pintu keluar. Lagipula aku juga tidak tahu posisinya. Aku benar-benar panic sekarang. Setiap aku berjalan, semua jalannya buntu. Aku takut aku benar-benar tersesat.sampai tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang.
“Ketemu !!” aku langsung menoleh. Yun Ho ada di belakangkudan sedang memelukku. Dia menggandeng tanganku dan menuntunku menuju jalan keluar seolah dia sudah mengetahuinya. Saat kami keluar tiba-tiba ada bom kertas. Kertas warna-warni berhamburan keluar. Dan tulisan, “Selamat anda memecahkan rekor baru” tertera di tembok. Saat aku melihat berapa waktu yang kami catat, aku kaget. 1 menit 30 detik. Buset !! Yun Ho hanya senyum-senyum layaknya anak kecil yang baru menjuarai lomba lari. Kemudian kami berdua berfoto dengan gaya konyol kami. Dan mendapat hadiah vocher makan di restoran di taman bermain itu.
“Omo~ lumayan juga kita dapat vocer makan. Jadi lebih hemat biaya.” Kata Yun Ho sambil berjalan. Aku memegang dan memperhatikan foto yang tadi diambil. Aku tertawa sendiri melihat foto yang sangat konyol ini.
“Jagi~” panggil Yun Ho dengan nada manja.
“Nee?”
“Beli eskrim yuk !” katanya sambil menunjuk mobil eskrim.
“Aku mau eskrim dobel” belum selesai aku mengatakan itu , Yun Ho sudah menghilang. Aku kemudian beralih ke foto yang kupegang. Aku menyimpan foto itu di dompetku.
“Jagi~” panggil Yun Ho. Aku menoleh dan dia memberikan eskrim dobel rasa vanilla dan coklat. Omo~ dia masi ingat kalau aku suka ini. Yun Ho memakan eskrim coklatnya dengan wajah seperti anak kecil. Aku juga mulai memakan milikku.
“Jagi~ minta dong yang vanilanya~”
“Mwo?” aku tidak terlalu mendengar apa yang dia katakan, saat aku menoleh, dia sudah memakan eskrim vanilaku. Aku kaget, tidak bisa berkata apa-apa. Mukaku jadi panas.
“Gomawo jagi~” kata Yun Ho dengan suara sok imut. Aku langsung melahap eskrimku yang nyaris mencair. Saat sedang asik menyantap eskrim, di kejauhan aku melihat Sun Li, yang sedang jalan berdua dengan Young Bae, dan BERGANDENGAN TANGAN??
Aku segera menghabiskan eskrimku dan menghampiri mereka. “SUN LI !!”
Sun Li yang sadar dirinya dipanggil, langsung menoleh padaku dan mukanya berubah jadi pucat.

Hyun Young POV End

Sun Li POV

Aku sedang jalan-jalan untuk menenangkan diri dengan Young Bae. Saat itu Wonder Park penuh, supaya tidak terpisah, Young Bae menggandeng tanganku *anak buta arah emang jangan ampe dibiarin ngilang*. Saat sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku. Saat aku menyadari siapa yang memanggilku, wajahku berubah pucat.

Mati aku !! kalo gini bisa ketauan !!

“Sun Li” kata Hyun Young dengan napas terengah-engah. Sepertinya dia berlari, di belakangnya tampak namja chingu nya yang menyusulnya yang tiba-tiba berlari.
“Sun Li aku mau bertanya sesuatu padamu.” Saat Hyun Young mengatakan itu, jantungku berdebar cepat. Aku sudah bisa menbak apa yang akan dia tanyakan padaku. Hyun Young menyeretku ke kamar kecil. Dan meninggal namja chingu kami terbengong-bengong.

@Restroom~

“Sun Li, kau jadian ya dengannya?” Tanya Hyun Young to the point. Aku terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa. Hyun Young tampak masih menunggu jawaban dariku. Tapi aku juga tidak mengerti. Mulutku enggan untuk membuka dan megatakan jawabannya.
“Sudahlah katakan saja.”
“Nee.” Mulutku agak gemetar menjawabnya. Hyun Young awalnya terdiam dan agak kaget mendengar pengakuanku.
“Kenapa kau tidak pernah cerita?” tanyanya lagi. Aku tidak menjawab
“Karena peraturan itu ya?” aku mengangguk pelan. Hyun Young menghela napas. Dan kemudian menepuk pundakku.
“Baiklah aku mengerti perasaanmu. Aku yakin kita semua sebenarnya merasa terkekang dengan peraturan itu.”
“Kau bisa merahasiakan ini dari yang lain kan? Aku belum ingin mereka tahu soal ini.” Kataku memohon. Hyung Young tampak berpikir..
“Jebal Hyun Young” akhirnya Hyun Young mengangguk. Aku lega. Aku memang belum siap mengatakannya pada yang lain, karena aku yakin mereka akan salah menangkap kalau aku mengatakannya sekarang. Setelah itu, kami berdua keluar dari toilet dan kembali jalan-jalan lagi.

Tomorrow @School

“Sun Li-ya” aku menoleh ke arah suara itu berasal. Seung Hee mendatangiku dengan ekspresi yang tidak dapat kutebak, aku mencoba biasa saja menghadapinya.
“Nee? Waeyo?”
“Aku mau bertanya, soal hubunganmu dengan Young Bae.” tanyanya, aku langsung terdiam. aku sudah menduga dia akan berbicara seperti itu. aku bingung. kenapa dia bisa tahu ? apa Hyun Young yang memberi tahunya ? itu tidak mungkin kan?
“Sun Li ! Jawab apa yang kau lakukan saat hari Sabtu di taman waktu itu ??” aku terkejut. ternyata ini berbeda. tapi di taman ? taman apa ? aku mencoba mengingat-ingat. dan aku mulai menangkap arah pembicaraan ini.
“Oh itu~ aku saat itu sedang membicarakan masalah festival sekolah. bukankah itu biasa kalau sesama leader membicarakan itu berdua. kau jangan0jangan salah tangkap ya ?” tanyaku berusaha menjahili. Seung Hee baru menyadari kalau dirinya sepertinya salah kira.
“Omo~ benar juga . hahahah . aku kira ada apa. yasudahlah aku ke ruang latihan dulu ya.” kata Seung Hee seraya pergi , aku berjalan kembali ke ruang latihan. tapi tak jauh, aku mendengar ruang latihan mulai berisik.

mulai lagi?? indah sekali.. ==”

saat kubuka pintu ruangan, aku tadinya menyangka kalau yang ribut adalah si duo Seung itu. tapi ternyata itu Chai Yong dan Ji Yong.
“OMO~ ! sampai kapan kau mau mengejekku hah ?? kau bisanya hanya merendahkan orang lain yang sedang berusaha !! tak bisakah kau sedikit menghargai usaha orang lain??” teriak Chai Yong pada Ji Yong.
“Kalau payah ya payah saja. jangan cari pelampiasan dengan berteriak. kupingku sakit kau tahu??” jawab Ji Yong pelan sambil menutupi kupingnya. Chai Yong benar-benar geram dengan sifat namja itu. dia mengambil tas dan pergi keluar ruangan. intinya, dia kabur dari latihan. omona~ makin banyak aja masalah disini.. ==”

Sun Li POV End

Chai Yong POv

Cih Sial sial sial ! kenapa aku harus berpasangan dengan manusia itu ??

aku marah-marah dalam hati. aku benar-benar geram dengan sifatnya . ingin sekali kutinju mukanya tapi aku yakin itu akan berdampak besar untuk festival. aku hanya bisa sabar. tanpa kusadari, kakiku melangkah ke tepi sungai. tempat yang selalu kudatangi di saat aku merasa marah. kulempar tasku ke rumput dan aku tidur terlentang di atas rerumputan. angin sepoi-sepoi membelai wajahku. tanpa sadar aku mengantuk. sampai…
“Heh jelek.” aku mendengar suara yang aku benci. mataku langsung terbuka. Ji Yong ! ngapain dia disini !! ganggu pemandangan !! *author ditabok joan*
“apa yang kau lakukan disini!” kataku bermaksud mengusirnya.
“semua mencarimu babo. cepetan balik.”
“Hah? males deh” kataku sambil kembali tiduran. dia tidak berbicara lagi. tapi tiba-tiba badanku menggelinding dan

BYUR !

“MWO ?? APA YANG KAU LAKUKAN ?? SIALAN !! HACHIIIH !!” Ji Yong menendang badanku dan aku kehilangan keseimbangan hingga aku menggelinding dan tercebur ke sungai.
“kalau kau memang tidak niat untuk ikut festival, lebih baik kau tidak usah masuk lg.” kata Ji Yong ketus dan meninggalkan aku yang basah kuyup. aku pulang kerumah dalam keadaan basah *alamat masuk angin nih*. sudah tau cuaca lg dingin gini. masih berani-beraninya dia nendang aku ke sungai. sialan.

@Chai Yong House

aku mencoba mengukur suhu badanku. omo~ 38 derajat. sudah kuduga aku sakit. besok tidak usah masuk saja dehh~ aku tertidur lelap. besok paginya, umma ku coba mengukur suhu badanku dan ternyata masi belum turun. aku tidak diperbolehkan sekolah *sapa juga yg mau??*. dan seharian ini aku hanya tidur di tempat tidur. aku mengirim sms ke Sun Li mengatakan kalau aku sakit dan tidak bisa masuk.

Tok tok tok~

“Nee?”
“Chai Yong, umma mau pergi ke rumah tante dulu. gwechana?” tanya umma ku saat memasuki kamarku.
“Nee umma gwechana. aku bisa tidur di sini kok.” kemudian ummaku menyelimutiku dan pergi. aku melanjutkan kembali tidurku.
tak lama~

Ting Tong~

aku mendengar suara bel rumahku. aku memaksakan diriku untuk turun ke lantai bawah dan membukakan pintu. mungkin saja itu Sun Li atau Seung Hee datang menjenguk. aku turun tangga perlahan. dan membukakan pintu.
“Nee?” aku kaget. yang datang bukan Sun Li . bukan Seung Hee. tapi JI YONG !!
“Mau apa kau??” tanyaku ketus.
“menjenguk.” jawabnya singkat. aku tidak ada tenaga untuk marah-marah hari ini. jadi kuladeni saja dia,
“masuklah.” aku pergi ke dapur bermaksud menyiapkan minuman untuknya. Ji Yong duduk di ruang tengah dan kemudian menyalakan TV *berasa rumah ndiri ye?*.

Chai Yong POV End

Author POV

Ji Yong duduk sambil menonton TV. Ia menunggu Chai Yong tak kunjung muncul dari dapur. sampai..

PRANG !!

Ji Yong terkejut mendengar suara itu. ia bergegas berlari ke dapur, dan seketika dia menjadi shock

TBC~

omona~ kayaknya makin gaje aja ni cerita .. aiihh aiih .. mian ya chingu ==”

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: