Romeo and Juliet of The Dance Stage [part4]

mohon maap kalo ceritanya agak menyimpang dari yang pertama .. tapi aku juga pengen memunculkan para cast .. meskipun mungkin agak memusingkan ==”

yaudah dehh langsung mulai aja part IV nya ^^

Cast :

Yeoja Dancer Leader a.k.a Chae Sun Li a.k.a me a.k.a Author
Namja Dancer Leader a.k.a Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang

Yeoja member :
Vice Leader a.k.a Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Deul Chai Yong a.k.a Joan
Jung Hyun Young a.k.a Ghea

Namja member :
Vice Leader Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
Choi Seung Hyun a.k.a T.O.P
Kim Lee Hyun a.k.a Seungri
Kang Daesung a.k.a D-Lite

Other Cast :
Hyun Young namja chingu a.k.a Jung Yun Ho a.k.a U-know DBSK
Sun Li’s onni a.k.a Chae Min Ah a.k.a Park Shin Hye

===================================

 

 

Author POV

Ji Yong menemukan Chai Yong tergeletak di lantai. Ji Yong langsung menghampirinya. Suhu tubuh Chai Yong panas sekali. Ji yong segera menggendong yeoja itu ke kamarnya. Ji Yong benar-benar panik berat. Setelah membaringkan dan menyelimuti Chai Yong , Ji Yong turun untuk mengambil kompres. Kemudian setelah semuanya beres, dia duduk di sebelah tempat tidur Chai Yong.

Kenapa aku tidak bisa meninggalkannya. Padahal ini juga sudah bukan lagi urusanku. Tapi entah kenapa badanku tidak mau bergerak meningalkan tempat ini.

Ji Yong duduk dalam diam. Terlalu banyak pikiran yang berkelebat di otaknya.

Author POV End

Chai Yong POV

Aku perlahan membuka mataku. Masih sedikit pusing. Tapi aku bingung, kenapa aku bisa ada di kamar. Seingatku aku tadi sedang membuat minum. Aku berusaha bangun, dan saat aku menoleh aku kaget mendapati Ji Yong masih ada disini. Dia tertidur.

Apa dia yang mengangkatku kesini ya ? memangnya tadi aku kenapa ?

Aku pelan-pelan turun dari tempat tidurku. Mengambil selimut dari dalam lemari dan menyelimuti Ji Yong. Setelah itu aku turun ke lantai bawah. Aku pergi ke dapur dan melihat gelas pecah, dan beberapa benda lain berserakan. Aku segera membereskannya, dan kembali ke kamar. Saat aku masuk k kamar Ji Yong masih belum bangun. Buset ! Aku coba mengukur kembali suhu tubuhku. Sepertinya sudah agak mendingan. Mungkin kalau aku beristirahat malam ini aku bisa masuk sekolah besok.
“Heh” aku langsung menoleh, ternyata Ji Yong sudah bangun.
“Berapa suhu badanmu?” tanyanya kemudian.
“37,5”
“Baguslah.” Kemudian dia berdiri mengambil tasnya dan pamit pulang. Aku mengantarnya ke pintu.
“Ji Yong. Gomawoyo”
“Nee. Cheonmaneyo” katanya sambil berjalan pulang. Aku menutup pintu dan kembali ke kamar. Pemikiranku agak berubah tentangnya. Menurutku dia baik juga.

Tomorrow @School

“Sun Li !!”, Sun Li menoleh saat ku panggil.
“Chai Yong, kau sudah sembuh?”
“Sudah dong. Aku ingin cepat-cepat masuk dan ketemu kalian, makanya aku buru-buru sembuh”
“Haha. Tapi jangan memaksakan diri ya, kau kan baru sembuh.”
“Nee Sun Li. tenang saja~”
Kami berdua berjalan bersama ke ruang latihan. Di ruang latihan, semuanya sudah lengkap. Sun Li bilang hari ini akan mencoba mempraktekkan dance waltz nya. Saat itu Sun Li memberi contoh dan mencoba untuk mengajarkannya pada kami. Sedangkan Young Bae mengajarkan para namja. Ternyata agak sulit. Tapi aku berusaha sebaik-baiknya.
“Nah, kan kalian sudah mulai mengerti gerakannya, sekarang kita coba dengan namjanya.” Setelah Sun Li berkata begitu, kami langsung berada di posisi bersama pasangan masing masing. Kalau yang aku lihat tadi, si duo Seung itu tumben tidak ribut. Apa sudah baikan ya ? baru saja aku ngomong begitu, tiba-tiba…
“AW !! BABO SEUNG HYUN !! KAU MENGINJAK KAKIKU !!!” teriakan Seung Hee mulai terdengar lagi.
“MWO ?? SALAH KAKIMU KENAPA ADA DI DEPAN KAKIKU ??” Seung Hyun membalas Seung Hee. Dan keduanya mulai lagi. Sepertinya pikiranku salah. Aku kembali coba konsentrasi pada gerakanku agar tidak salah.
“Chai Yong,”
“Mwo?”
”Gerakanmu terlalu kaku, cobalah santai sedikit” aku coba menuruti kata-katanya. Dan aku merasa sepertinya jadi lebih mudah untuk menyesuaikan gerakan Ji Yong. Mungkin festival nanti bisa berhasil.

Chai Yong POV End

Sun Li POV

Aku coba memperhatikan mereka yang kusuruh untuk praktek bersama. Sepertinya tidak terlalu bermasalah. Kecuali satu pasangan. Si duo Seung itu. Kayaknya mereka masalah setitik juga bisa perang yah.
“Waeyo?” Tanya Young Bae padaku. Aku hanya mengarahkan kepalaku ke arah si duo Seung itu. Young Bae tertawa kecil.
“Tenang saja. Ga akan lama kok.” Katanya kemudian. Kuharap juga begitu. Seminggu lagi kita juga harus menghadapi festival. Kalau sampai mereka berdua berantem terus aku takut kalau saat di festival juga tetap seperti ini.

Sun Li POV End

Seung Hee POV

Apa maunya sih Seung Hyun itu. Bikin kesel mulu.

Dari tadi rasanya yang prakteknya tidak beres itu hanya kami saja. Seung Hyun selalu saja mencari masalah. Aku juga capek begini terus. Marah-marah terus kan ngabisin tenang.
“Hari ini sampai sini dulu. Kalian juga sepertinya sudah mulai menguasainya.” Kata Sun Li sambil membereskan kaset dan tape yang kami gunakan. Aku mengambil tasku, dan menghampiri Hyun Ri.
“Hyun Ri, pulang yuk.”
“Mianheyo Seung Hee, aku harus kerja sampingan dulu. Mian mian~” kata Hyun Ri meminta maaf sambil mengatupkan 2 tangannya di depan wajah.
“Nee. Gwechana.” Apa boleh buat. Hyun Ri bergegas pergi karena sudah telat. Akhirnya aku pulang sendirian.

Aku berjalan menyusuri jalanan kota. Kemudian mampir sebentar ke minimarket. Aku membeli roti dan air mineral. Kemudian mampir sebentar ke taman yang ada di dekat situ.

@Park

Aku duduk di bangku taman dan kemudian mengeluarkan roti yang tadi aku beli. Aku memakai headset dan memutar beberapa musik kesukaanku. Aku membuka bungkusan roti itu dan memakannya pelan-pelan.

Jam segini umma appa belum pulang, percuma juga aku ke rumah, kunci rumahku ketinggalan di meja.

Aku melanjutkan kembali memakan rotiku. Dari kejauhan aku melihat ada sekelompok namja sedang tertawa. Aku tidak kenal mereka jadi aku cuek saja memakan rotiku sambil mendengarkan musik. Tapi tiba-tiba para namja itu mendatangiku. Aku mendelik ke mereka. Tanpa ditanyapun aku tahu mereka bukan orang baik-baik. Satu orang namja duduk di sebelahku, dan yang lainnya mengelilingiku.
“Hey, kenapa kau duduk sendirian disini?” Tanya seorang namja itu. Aku tidak menjawab, tapi tetap mendelik pada mereka. Aku menatap mereka dengan tatapan “akan kubunuh kalian”.
“Jangan berwajah seram seperti itulah. Yeoja cantik seperti kau tak pantas bermuka seseram itu” namja yang duduk di sebelahku mulai membelai wajahku. Aku jijik, kemudian tanpa segan-segan memukul wajah namja itu. Namja itu tersungkur jatuh di tanah dan memegangi pipinya yang agak bengkak karena pukulanku. Beberapa temannya membantu namja itu berdiri, namja itu tidak terima kupukul begitu saja. Dia mencengkram bajuku.
“Sopan betul kau.” Kata namja itu dan sepertinya dia berniat memukulku. Aku melihat kepalan tangannya mulai diangkat. Aku memejamkan mataku bersiap untuk yang terburuk.
BUGH!!

Aku mendengar suara orang dipukul tapi aku tidak merasakan apa. Kemudian cengkraman orang itu terlepas dari bajuku. Aku mulai mebuka mataku perlahan. Aku kaget sekelompok namja itu sudah jatuh tersungkur dengan luka-luka. Saat itu, aku melihat namja yg tadi mencengkeram bajuku juga sedang dipukul habis-habisan oleh.. Seung Hyun??
Aku bengong melihatnya. Seung Hyun menghajar orang-orang itu habis-habisan. Setelah itu, namja yang sedang dihajar Seung Hyun kemudian menyerah dan mengajak teman-temannya untuk pergi dari situ. Setelah itu Seung Hyun mendatangiku.
“Seung Hee, gwechana ?” tanyanya sambil memeriksa sekitar wajah kalau-kalau ada yang terluka.
“Nee.” Sosok seung Hyun yang tadi baru kali ini kulihat.
“Babo!!” aku bengong mendengar dia memanggilku begitu.
“Mwo??” aku tidak terima dibilang seperti itu. Tapi sepertinya disitu juga Seung Hyun terlihat marah.
“Babo kau! Apa yang kau lakukan disini jam segini sendirian pula. Kau bisa memancing orang-orang seperti mereka tadi.” Aku terdiam saat dia memarahiku. Baru kali ini dia memarahiku.
“Kenapa kau ada disini?” tanyanya kemudian.
“Kau tahu kalau umma dan appaku belum pulang jam segini.”
“Lalu kenapa kau tidak pulang saja ke rumah??”
“Rumahku pasti dikunci , sedangkan kunci rumahku ketinggalan di kamar” kataku menjelaskan. Seung Hyun menghela napas.
“Seung Hyun kenapa kau bisa ada disini?”
“Aku kebetulan lewat”. Aku tidak berbicara lagi. Kemudian Seung Hyun menarik dan menggandeng tanganku.
“Tidak usah banyak omong, ayo pulang. Kalau memang orang tuamu belum pulang, main saja dulu di rumahku.”

@ Seung Hyun house

“Seung Hee, Seung Hyun minumannya umma taruh sini ya.”
”Nee, gomawoyo umma.” Kata Seung Hyun pada ummanya dan matanya tetap terpaku pada layar TV
“Sudah lama ya Seung Hee tidak main kesini. Umma dan appamu sehat kan?”
“Nee.” Kataku sambil mengobrol sedikit dengan ummanya Seung Hyun.
“Seung Hee !! punya kau nyaris kalah tuh. Ayo dong main,” aku langsung melanjutkan game yang sedang kumainkan bersama Seung Hyun.
Saat sedang rame-ramenya, tiba-tiba ponsel di sakuku bergetar. Ummaku telpon.
“Nee umma? Oh.. aku di rumah Seung Hyun. Nee.”
“Waeyo?” Tanya Seung Hyun
“Ummaku sudah pulang.” Aku menjawab sambil mebereskan barang-barangku. Seung Hyun mematikan Wii nya dan mengantarku ke pintu.
“Dah Seung Hyun. Gomawoyo” kataku pamit sambil tersenyum padanya. Tapi saat aku membalikkan badanku. Tiba-tiba Seung Hyun menarik tanganku, spontan aku menoleh padanya. Tapi tak disangka-sangka saat aku menoleh, bibirnya sudah mendarat di bibirku *mendarat?? Emang pesawat??*. aku bengong dan tidak bergerak. Seung Hyun menciumku. Setelah dia selesai melakukan itu, dia langsung masuk ke rumah dan meninggalkan aku yang berdiri mematung. Butuh 2-3 menit agar aku sadar kembali dan kembali ke rumah.

Tomorrow @School

Aku tidak bisa tidur semalam, karena terlalu memikirkan apa yang dilakukan Seung Hyun. Aku terus berjalan sambil terkantuk-kantuk. Bahkan aku tidak sadar ada tangga di depan mataku. Aku terpeleset dan…

GUBRAK !!

“omona~” aku mengusap-usap pantatku yang tadi menyentuh lantai duluan. Aku berdiri dan berjalan lagi ke ruang latihan. Di ruang latihan tidak ada siapa-siapa. Mungkin aku datang terlalu pagi. Aku duduk di sisi ruangan yang dekat jendela. Aku tertidur karena angin yang berhembus dari jendela. Aku mengantuk sekali dan mencoba untuk tidur sebentar sebelum latihan dimulai.
“Seung Hee” aku mendengar seseorang memanggil namaku. Aku perlahan membuka mataku.
“Sun Li?” aku mulai bangun. Sun Li sudah datang. Sepertinya latihannya sudah mau dimulai.
“Gwechana?”
“Nee. Aku hanya mengantuk saja.” Aku berdiri dan mulai mengambil posisi seperti kemarin. Saat aku dan Seung Hyun berhadap-dapan. Entah kenapa aku tidak berani menatap wajahnya. Seung Hyun sepertinya tahu kalau aku terlalu memikirkan kejadian kemarin.
“Seung Hee”
“Mwo?”
“Yang kemarin, aku minta maaf. Sebaiknya kau lupakan saja. Lebih baik kalau kau konsentrasi untuk festival.”
Aku agak terpukul juga mendengar perkataannnya. Tapi yang dia katakana ada benarnya juga. Sebaiknya aku konsentrasi dulu.

-saat pulang sekolah-

Hyun Ri tadi ijin pulang cepat lagi. Alhasil aku harus pulang sendirian lagi. Aku berjalan lagi di jalanan yang kemarin. Tanpa sadar aku bertubrukan dengan namja yang kemarin nyaris memukulku. Aku kaget dan takut.
“Ha? Kau yeoja yang kemarin kan??” Aku kaget dan langsung berlari di tengah kerumunan orang. Ternyata namja itu bersama teman-temannya yang kemarin dan mengejarku. Aku terus berlari. Sampai tiba-tiba ada orang yang menarikku ke sebuah gang sempit dan menyekap mulutku. Dalam ketakutan aku melihat namja-namja itu tidak menyadari keberadaanku yang sedang bersembunyi. Setelah namja-namja itu pergi. Orang yang menyekapku kemudian melepaskan tangannya, dan saat aku menoleh lagi-lagi Seung Hyun menyelamatkanku.
“Kenapa kau ada disini??” pertanyaan itu langsung keluar dari mulutku.
“Aku sengaja mengikutimu. Karena aku tahu kalau orang-orang yang kemarin sering terlihat berkeliaran disini.” Jawab Seung Hyun. Aku tidak bisa bicara. Tanpa sadar air mataku menetes. Seung Hyun kaget melihatku menangis. Baru kali ini aku jadi takut karena dauber-uber seseorang. Karena tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Seung Hyun memelukku. Aku pun menangis di pundaknya. Setelah merasa aku sudah tenang, barulah dia mengantarku pulang.

@Seung Hee Room~

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Entah kenapa aku merasa Seung Hyun berubah. Dia tidak lagi menjahiliku. Dan entah kenpa aku merasa nyaman saat dia melindungiku dan perhatian padaku. Sebenarnya aku kenapa ? apa aku mulai menyukainya ?

TBC~

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: