Would You Be Mine [end]

TITLE :: Would You Be Mine ?
Author :: Sasha a.k.a Choi Sun Li

Cast ::
Choi Family ::
Choi Seung Hyun a.k.a TOP Bigbang
Choi Seung Hee a.k.a Lanita
Choi Seung Ri a.k.a Seungri Bigbang
Choi Kwang Sang a.k.a Karu
Choi Sun Li a.k.a Sasha
Choi Min Young a.k.a Dwi

Other Cast ::

Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon Bigbang
Dong Young Bae a.k.a Taeyang Bigbang
Song Hyun Ri a.k.a Siska
Kim Yoon Ah a.k.a Yoona SNSD
All member b2st

Happy Reading ~ ^^

Kwang Sang berjalan menuju kelasnya sambil bersenandung dengan headphone yang selalu setia menemaninya. Entah kenapa hari ini ia merasa lebih semangat untuk datang ke sekolah.
“Ya! Kwang Sang.” sapa Kikwang sambil merangkul Kwang Sang yang sedang berjalan. Kwang Sang dengan segera melepas headphonenya dan menggantungnya di lehernya.
“Ada apa denganmu? Rasanya hari ini kau ceria sekali?” tanya Kikwang yang bisa merasakan aura keceriaan Kwang Sang yang dari tadi senyum-senyum *gila yah ?**Author ditaplok Karu oppa pake wajan*
“Tidak ada apa-apa. Hanya sedang semangat saja.” jawab Kwang Sang sambil tersenyum lebar *serem ih!**PLAK*
“Kwang Sang Ki Kwang ! Tunggu !!” panggil seseorang dari belakang. Saat Kikwang dan Kwang Sang menoleh, ternyata itu Hyun Seung yang sedang berlari ke arah mereka.
“He? Tumben kau tidak telat. Ada angin apa?” tanya Kikwang bingung melihat Hyun Seung yang biasanya datang 5 menit sebelum bel, sekarang bisa tepat waktu.
“Mwo?? Kau pikir aku kebo yang kerjanya kesiangan terus?” jawab Hyun Seung protes. Kikwang hanya tertawa saja, dan kemudian merangkul Hyun Seung dan Kwang Sang dan berjalan kembali ke kelas.

Di kelas, tampak Yoona sedang membaca buku. Kwang Sang berjalan bersama Kikwang dan Hyun Seung menuju tempat duduk mereka.
“Annyeonghaseyo” sapa Kwang Sang pada Yoona, kemudian meletakkan tas nya di bangkunya.
“Annyeonghaseyo Kwang Sang-ssi” jawab Yoona sambil tersenyum. Kwang Sang rasanya sudah mau meleleh melihat senyum yeoja itu.
“Kwang Sang-ssi, gumawo yang kemarin ya. Sungguh menyenangkan.” kata Yoona sambil tersenyum kecil. Kwang Sang salah tingkah dan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sesaat dia seperti melihat memar di tangan pergelangan tangan Yoona.
“Yoon Ah-ssi, ada apa dengan tanganmu?” tanya Kwang Sang kemudian. Yoona yang menyadari kalau Kwang Sang sadar akan luka memar miliknya.
“Oh ini, kemarin aku tak sengaja terpentok tembok keras sekali. Haha. tapi tidak apa-apa.” jawab Yoona dengan senyum yang dipaksakan. Kwang Sang tak bermaksud menanyakan lebih lanjut. Baginya kurang sopan kalau terlalu banyak bertanya pada orang yang baru dikenalnya. Tapi kemudian dia menyerahkan botol kecil yang selalu ia bawa dan menyerahkannya kepada Yoona.
“Ini, aku biasa memakai salep ini kalau memar *di korea ada salep??*, mungkin berguna untuk mengobati lukamu” jelas Kwang Sang pada Yoona. Yoona menerima salep itu.
“Gumawo Kwang Sang-ssi” kata Yoona sambil tersenyum kecil. Kwang Sang hanya membalas tersenyum. Kemudian Sonsaengnim masuk ke kelas, dan mereka tidak bisa mengobrol lagi. Tapi di tengah-tengah pelajaran, Yoona melemparkan bulatan kertas pada Kwang Sang. Kwang Sang bingung itu apa, dan Yoona memberi kode padanya untuk membukanya. Saat dibuka, ternyata itu adalah sebuah surat,

Gumawo untuk salepnya, kau mau tidak menemaniku ke suatu pulang sekolah nanti? Ada satu tempat yang ingin kudatangi. \(^^,)/ oke oke?

Kwang Sang menoleh ke arah Yoona, Yoona hanya tersenyum padanya menunggu jawaban. Kemudian Kwang Sang mengacungkan jempolnya tanda oke. Kemudian mereka melanjutkan belajar kembali.

After School at 1.00 pm

Kwang Sang berjalan keluar sekolah, diikuti Yoona.
“Oppa Oppa !” panggil Sun Li dan Min Young dari belakang. Kwang Sang baru ingat, dia harus memperingatkan kedua saengnya ini agar tidak keluyuran *padahal sendirinya keluyuran!*
“Waeyo?” tanya Kwang Sang pada kedua saengnya.
“Oppa mau kemana?” tanya Min Young dan Sun Li dengan tatapan bertanya-tanya.
“Ah kalian pulang diantar Young Bae dan Ji Yong saja. Aku ada urusan bentar.” jawab Kwang Sang singkat sambil menunjuk Taeyang dan GD.
“Ohh .. OKELAH !!” jawab Sun Li dan Min Young dengan semangat 45. Kwang Sang pun melanjutkan kembali jalannya menemani Yoona.

“Yoon Ah-ssi, memangnya kita mau kemana?” tanya Kwang Sang penasaran.
“Sudahlah ikut saja.” Yoona berjalan menuju ke arah cafe. Kwang Sang awalnya tidak sadar, tapi saat melihat nama cafenya, dia langsung menyadari sesuatu.
“Astaga.. tempat ini kan..” belum selesai Kwang Sang berbicara, Yoona sudah menyapa seseorang.
“Onnie!” panggil Yoona pada salah seorang pekerja disitu.
“Eh? Yoon Ah? kau sudah kembali ke korea??” tanya Hyun Ri bingung.
“Annyeong Noona.” sapa Kwang Sang pada Hyun Ri. Raut wajah Hyun Ri semakin bingung. Yoona hoobae nya yang sudah pulang kembali ke korea, dan datang bersama dongsaeng dari namja chingunya.
“Kwang Sang? Kok kau bisa bersama Yoon Ah?” tanya Hyun Ri bingung.
“Dia teman sekelasku onnie.” jawab Yoona langsung. Hyun Ri menaikkan alisnya tanda masih bingung.
“Jagi, kau mau sampai kapan bengong seperti itu, banyak pelanggan menunggu.” tegur Seungri pada yeoja chingu nya yang tampak berdiri terbengong-bengong. Dan akhirnya baru menyadari kalau ada dongsaengnya yang membawa seorang yeoja disitu. Wajahnya seketika menjadi jahil.
“He.. pantas kemarin kau bertanya begitu padaku.” kata Seungri jahil. Yoona langsung bingung.
“Hyung ! diamlah!” kata Kwang Sang dengan mukanya yang sudah mulai memerah. Yoona langsung memperlihatkan raut muka bingung saat Kwang Sang memanggil ‘Hyung’ pada namja chingu sunbae nya.
“Omo? jadi kalian kakak adik??” tanya Yoona kemudian.
“Ne. Choi Seung Ri imnida.” jawab Seungri seraya memperkenalkan diri. Yoona menjabat tangan Seungri.
“Haha, tak kusangka dongsaengku bisa mendapatkan yeoja chingu secantik ini.” setelah Seungri mengatakan ‘cantik’ seketika dia dihujam tatapan mata membunuh dari Kwang Sang dan Hyun Ri. Seungri hanya bisa tertawa, dan mencubit kedua pipi yeoja chingu nya.
“Haha. Bercanda Jagi..kaulah yang paling cantik..” kata Seungri sambil masih mencubit kedua pipi Hyun Ri. Hyun Ri hanya pasrah saja dicubit seperti itu.
“Nah, selamat bersenang-senang lah kalian. Oh iya, jangan lupa pesan yang mahal, aku menjamin dongsaengku yang akan membayar.” bisik Seungri pada Yoona. Yoona hanya tertawa kecil.
“Oppa mu lucu juga.” kata Yoona kemudian.
“Lucu dan jahil” jawab Kwang Sang. kemudian mereka mengambil tempat duduk di daerah luar. Dan memesan minuman.
“Jadi kau kemari untuk menemui sunbae mu?” tanya Kwang Sang.
“Ne.” jawab Yoona singkat.
“Hanya itu?” tanya Kwang Sang
“Setidaknya karena aku mengajakmu aku dapat mengenal salah satu anggota keluargamu kan.. Sepertinya kau punya keluarga yang menyenangkan yah?” tanya Yoona antusias.
“Hahaha. cukup sengasara juga dikerjai dan dijahili oleh hyun dan 2 saengku. juga disuruh-suruh oleh ummaku” jawab Kwang Sang sambil memperlihatkan ekspresi muka sensara. Yoona tertawa melihatnya.
“Keluargamu sendiri bagaimana? tanya Kwang Sang kemudian. Yoona langsung terdiam. Dan kembali tersenyum dengan terpaksa.
“Yah. aku anak tunggal. Dan orangtuaku akhir-akhir ini sibuk sendiri.” jelas Yoona. Kwang Sang entah kenapa merasa sedikit terkejut. Selama ini Yoona yang ceria hanyalah untuk menutupi keadaan keluarganya.
“eh.. ehh.. kalau kau mau, kapan-kapan kau boleh main ke rumahku.” kata Kwang Sang menawarkan.
“Gurae?” tanya Yoona senang.
“Ne. Mungkin siapa tahu kalau kau kesepian, kau bisa main ke rumahku.” kata Kwang Sang.
“Dengan senang hati!” jawab Yoona senang. Yoona tersenyum cerah, dan Kwang Sang senang melihatnya. Kwang Sang tidak ingin melihat yeoja itu sedih, karena itu apapun akan dia lakukan agar yeoja itu tersenyum.

2 months later, 2 days before exam

Kwang sang membaca buku dengan headphone di kedua telinganya. Akhirnya dia berhasil mendapatkan nomor ponsel dari Yoona. Dari tadi Kwang Sang hanya cengar cengir saja. Sun Li dan Min Young sedang mengintip dari balik pintu hanya bingung tiada tara.
“Omona Min Young.. ada angin apa sampai oppa jadi begitu??” tanya Sun Li bingung.
“Ne. Oppa jadi gila kah?” Min Young balik bertanya.
“hey kalian berdua. Kwang Sang begitu karena sedang jatuh cinta.” jawab Seungri yang tiba-tiba nongol di belakang Sun Li dan Min Young.
“Oppa jatuh cinta?” tanya Sun Li dan Min Young bersama-sama.
“Oppa pasti jatuh cinta pada Yoon Ah onnie.” jawab Min Young.
“Ne.” Sun Li mengangguk setuju.
“Ya sudahlahh untuk apa kalian mengintip Kwang Sang. Cepat kembali ke kamar masing-masing!” tegur Seungri sambil mencubit pipi kedua saeng kembarnya itu. Sun Li dan MIn Young hanya mengaduh-aduh tanda kesakitan.

Kwang Sang bersenandung sambil membaca. Hatinya girang sekali. dia merasa sudah lebih dekat dengan Yoona.
drrt.. drrt
ponsel Kwang Sang bergetar, ada satu sms masuk. Ia membuka flip flopnya dan membaca sms itu. dari Yoona.

Ya! Kwang Sang.. aku berencana untuk main ke rumahmu, tapi setelah kupikir-pikir, aku aakan mampir setelah kita ulangan semester saja bagaimana ?

Kwang Sang dengan cepat mengetik balasannya. Entah kenapa dia jadi semangat belajar lagi.
“HWAITING!” katanya berteriak sendiri di dalam kamar.

seminggu lebih digunakan Kwang Sang untuk ujian tengah semester. setelah belajar cukup keras, akhirnya dia bisa menikmati kesenangan

Sunday, at 9.00 am

“Onnie!” sapa Sun Li dan Min Young bersamaan pada Yoona.
“Sun Li Min Young. apa kabar?” kata Yoona balas menyapa.
“He? Jadi kau yang bernama Kim Yoon Ah? Aku umma dari mereka semua, Choi Seung Hee imnida.” kata Seung Hee sambil memperkenalkan dirinya.
“Omo~ ternyata Kwang Sang bisa punya yeoja chingu secantik ini.” kata Seung Hyun sambil merangkul Seung Hee dari belakang. Yoona hanya tertawa kecil sedangkan muka Kwang Sang memerah bagai tomat.

Yoona merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarga Kwang Sang, ia bagaikan merasa memiliki keluarga yang sebenarnya yang peduli pada dirinya. Selama ini Yoona tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Didikan Appanya yang keras, dan Ummanya yang takut pada Appanya, membuatnya sedih. Luka memar yang kemarin pun karena Appanya yang sedang marah dan menjadikannya sasaran pelampiasan.

tak terasa sudah berjam-jam waktu berlalu, Yoona melirik jam tangannya dan menyadari itu sudah hampir jam 7 malam,
“Omo, sudah jam segini, aku harus pulang.” kata Yoona pamit pada Seung Hee dan Seung Hyun.
“Kapan-kapan mainlah lagi kesini, sepertinya kedua anak kembar itu senang padamu.” tawar Seung Hee pada Yoona.
“Ne. Dengan senang hati.” jawab Yoona sambil tersenyum pada Seung Hee dan pamit pada keluarga yang lainnya.
“Ah, Yoon Ah-ssi, biarkan Kwang Sang mengantarmu.” kata Seung Hyun sebelum Yoona pergi.
“Ne, biar kuantar.” kata Kwang Sang akhirnya.

Mereka jalan dalam diam. Kwang Sang bingung harus memulai pembicaraan apa.
“Keluagamu benar-benar menyenangkan. Aku bersyukur bisa bertemu mereka.” kata Yoona akhirnya.
“Ne. baguslah kalau kau merasa nyaman dengan mereka.” jawab Kwang Sang. Yoona tersenyum kecil. Kwang Sang sudah menyadari perasaannya sejak lama.
“Yoon Ah,” panggil Kwang Sang, Yoona menoleh pada namja di sebelahnya.
“Apa kau mau jd yeoja chinguku?” tanya KWang Sang kemudian. Yoona terdiam seketika, tak percaya dengan pertanyaan Kwang Sang. sedangkan Kwang Sang hanya diam menunggu jawaban. Tapi kemudian Yoona tersenyum dan mencium pipi Kwang Sang. Kwang Sang kaget dan mendadak tubuhnya lemas dan terjatuh. Yoona kaget karena tiba-tiba Kwang Sang. Kwang Sang tidak dapat berkata apa-apa, wajahnya merah macam kepiting rebus.
“Kwang Sang? Gwechana?” tanya Yoona khawatir.
“Gwe-gwe-gwechana” jawab Kwang Sang terbata-bata. masih kaget dengan perbuatan Yoona tadi.
“Sarangheyo Kwang Sang. Ne, aku mau jadi yeoja chingumu.” kata Yoona akhirnya. Kwang Sang yang masih bengong kemudian menampar dirinya sendiri, Yoona semakin bingung dibuatnya.
“Apa aku mimpi?” tanya Kwang Sang kemudian. Raut wajah Yoona berubah bingung. Kemudian ia tertawa kecil.
“Tolong bangunkan aku.” pinta Kwang Sang akhirnya. Yoona tertawa, kemudian mengulurkan tangan membantu Kwang Sang untuk bangun. Setelah berhasil berdiri, akhirnya Kwang Sang sadar ini bukan mimpi, ia memeluk Yoona.
“Gumawo Jagiya.” Kwang Sang tak mampu membendung kebahagiannya.

3 bulan Kwang Sang menjalani hubungannya dengan Yoona, sampai suatu hari, Kwang Sang mendatangi apartemen keluarga Yoona.

Sudah 3x lebih Kwang Sang mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Sampai kemudian, tetangga yang tinggal di sebelah apartemen Yoona memanggil Kwang Sang,
“Hey, kau namja yang disana.” panggil seorang ibu-ibu tua dari sebelah.
“Ne?” tanya Kwang Sang yang merasa dirinya dipanggil.
“Kau mencari penghuni yang disitu?” tanya Ibu-ibu tua itu kemudian. Kwang Sang hanya mengangguk mengiyakan.
“Mereka pergi ke bandara tadi pagi, sepertinya dipindah tugaskan lagi.” jelas wanita tua itu. Kwang Sang terkejut dengan penjelasan itu. kemudian dia tanpa pikir panjang berlari ke bandara yang bahkan naik mobilpun membutuhkan waktu 20 menit.
“KWANG SANG !!” panggil seseorang dari belakang. saat Kwang Sang menoleh ternyata itu adalah Jun Hyun.
“Waeyo? kenapa kau berlari seperti itu?” Jun Hyun menghentikan motornya. Kwang Sang langsung mendapatkan ide.
“Jun Hyun, boleh aku pinjam motormu???” tanya Kwang Sang kemudian
“Mwo? UNtuk apa?” tanya Jun Hyun bingung.
“Aku harus mengejar Yoon Ah!” jelas Kwang Sang kemudian.
“Oh, baiklah?” Jun Hyun turun dari motornya, dan Kwang Sang dengan segera menaiki motor itu dan tancap gas. meninggalkan Jun Hyun yang masih bingung.

At Airport

Yoona sedang bersama Ummanya. Entah apa yang mereka berdua bicarakan. Tiba-tiba…
“Yoon Ah !!” panggil seseorang dari belakang. Yoona menoleh ke arah suara itu, Kwang Sang yang tampak tergesa-gesa berlari menghampiri dirinya.
“Kwang Sang? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yoona bingung.
“Kau sudah mau pergi??” tanya Kwang Sang karena melihat Yoona membawa tas.
“Aku..” belom selesai Yoona bicara, Kwang Sang memeluk tubuhnya.
“Jebal.. jangan tinggalkan aku.” kata Kwang Sang memohon dengan suara yang nyaris bergetar. Umma Yoona, kemudian menepuk punggung Yoona.
“Ya. Sudah harus take off.” kata Umma Yoona, dan kemudian mengambil tas yang sedari tadi dibawa Yoona dan masuk ke dalam. Kwang Sang bengong, dan Yoona melambaikan tangannya ke arah Ummanya.
“Kau? tidak pergi?” tanya Kwang Sang kebingungan. Yoona menepuk-nepuk pipi Kwang Sang,
“Aniyo, aku tidak jadi ikut dengan mereka. Sudah kuputuskan untuk tinggal disini.” jawab Yoona kemudian.
“Waeyo?” Kwang Sang masih belom sadar dari kebingungan.
“Menurutmu karna siapa? Aku tak mungkin meninggalkanmu” jawab Yoona, dan kemudian mencium pipi Kwang Sang. Kemudian menyeret Kwang Sang,
“Sudahlah, ayo pulang..” ajak Yoona, sambil menyeret Kwang Sang yang masih berbunga-bunga.

5 months later at the church

“Oppa!” Sun Li dan Min Young menghampiri Seungri dan memeluknya.
“Hyung, selamat atas pernikahannya.” kata Kwang Sang memberi selamat. Hari itu adalah hari pernikahan Seungri dengan Hyun Ri.
“Gumawo. Kutunggu saat untukmu.” kata Seungri sambil menepuk-nepuk punggung dongsaengnya itu.
“Mwo? Masih lama.. Hahaha” kata Kwang sang kemudian.
“Memang kau mau menikah dengan sapa?” tanya Yoona kemudian,
“Onnie. Selamat ya!” Yoona memeluk Hyun Ri yang tadi ada di sebelah Seungri.
“Gumawo Yoon Ah” kata Hyun Ri sambil memeluk Yoona.
“Ayolah Onnie Yoon Ah .. kapan giliranmu?” tanya Sun Li dan Min Young berbarengan. kemudian Yoona melirik ke arah Kwang Sang. Kwang Sang balas menatap yeoja itu. Kemudian berkata,
“Would you be mine?” tanya Kwang Sang pada Yoona. Yoona tersenyum pada namja chingunya.
“Of Course. We belong together.” jawab Yoona kemudian memeluk namja itu. Dan Kwang Sang balas memeluk yeoja itu.

END————

please RCL . ^^,

Advertisements
Categories: chapter | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: